Hari ke-4

Ramadhan di Jakarta selalu berkesan. Empat hari pertama sudah dilalui, alhamdulillah lancar. Bahwa hal yang terberat sebenarnya bukan menahan lapar dan haus itu karena puji syukur saya bekerja di tempat yang adem dan duduk manis di depan komputer dari pagi sampai sore. Yang berat adalah menahan hal-hal yang memang biasa saya lakukan di luar bulan puasa: bergosip dan melihat benda-benda kemilau yang hilir mudik di lobi bawah.

Saya merasakan matahari semakin terik dari tahun ke tahun. Meskipun memang sedang musim kemarau, waktu pulang kantor jam setengah lima sore, sepertinya matahari masih kencang semangat empat lima mengguyur bumi dengan cahaya. Dan panas terik ini sangat berbeda dengan terik sepuluh atau lima belas tahun yang lalu. Padahal itu belum apa-apa jika nanti matahari ditarik ke atas ubun-ubun manusia di padang Mahsyar kelak. Masya Allah.

Saya akhirnya menemukan masjid dekat kos yang menyelenggarakan tarawih delapan rokaat plus tiga witir, di masjid kantor PLN Duren Tiga. Bukan berarti saya tidak mau tarawih yang versi 23 rokaat, tetapi rasanya lebih syahdu kalau tarawih dengan pelan-pelan, meresapi dan menikmati ayat-ayat Al-Qur’an yang dilantunkan oleh imam sholat tarawih. Status saat ini masih 100%, saya harus menggunakan “jatah absen” dengan bijak.

Tentang tilawah Al-Qur’an, masih sangat ontrack. Tahun ini saya punya lebih banyak waktu luang untuk merenung dan membaca karena jadwal kuliah memang sudah tidak ada lagi. Semoga nanti bisa melebihi target.

Tentang ngaji kitab, sepertinya akan gagal nih, tidak jadi bisa posting intisari dari kitab Riyadus Shailihin, macet di Bab 1. Rupaya pembahasannya juga cukup berat, seberat Al-Hikam. Jadi saya belok buat baca kitab-nya KH. Quraish Shihab: Membumikan Al-Qur’an jilid 2. Lebih asyik dibaca sambil buka dan sahur.

Demikian catatan di hari ke-4. Semoga bisa menginspirasi — khususnya saya pribadi untuk lebih baik lagi di sisa hari Ramadhan tahun ini.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 comments

  1. Oh ya, Riyadus Shalihin juga membahas keutamaan shalat tarawih dari hari pertama hingga terakhir Ramadhan Mas. Selamat menunaikan ibadah di bulan Ramadhan 🙂

Leave a Reply to Fiz Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *