#1 Tentang Pentingnya Niat

Kita tentu mengenal sebuah hadits populer yang kira-kira berarti, sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung dari niatnya. Saking pentingnya niat sehingga bahasan ini muncul pada bab pertama kitab Riyadus Shalihin ini.

Hadits tersebut muncul waktu Rasulullah SAW hijrah dari Makkah ke Madinah bersama-sama sahabatnya. Pada waktu itu ada yang mau hijrah karena seorang wanita bernama Ummu Qais, bukan karena Allah. Tujuannya berbeda! Ada yang hijrah untuk menghindarkan diri dari kejaran kaum musyrikin untuk kepentingan penyebaran agama dan keluhuran Kalimatullah, tetapi ada yang hijrah semata-mata untuk mengejar wanita yang dicintainya. Maka yang didapatkan pun akan berbeda.

Tak usah jauh-jauh, seringkali saya menyadari bahwa apa yang saya lakukan ada pamrihnya. Saya membantu orang agar dipuji, dihormati, bahkan kadang-kadang supaya pada suatu hari cinta terpendam saya diterima! Alangkah meruginya saya. Hanya gara-gara niat yang salah, saya rugi dua kali. Rugi karena belum tentu saya kelak diterima (bahkan ditolak seperti yang sudah-sudah haha), rugi combo karena bahkan kebaikan itu tidak mendatangkan pahala. (Astagfirullah, semoga niat saya diluruskan kembali).

Segala sesuatu tidak akan mendatangkan kebaikan jika niatnya tidak benar. Ibadah apapun, jika niatnya tidak karena Allah ta’ala, tidak akan mendatangkan sebuah pahala atau kebaikan.

Demikian inti dari bab 1 kitab Riyadus Shalihin. Dengan ini seri ngaji kitab Riyadus Shalihin dimulai.

Published

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

1 comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *