The Last Session

Jika dinamakan sebuah band rasa-rasanya terlalu berlebihan karena kami hanyalah sekelompok orang yang mencintai seni, khususnya seni musik. Berawal dari sekadar genjreng-genjreng gitaran setelah jam kantor, suatu hari kami iseng-iseng pengen main di studio band. Pas booking sama petugasnya ditanya, “nama band-nya apa pak?” Jadilah kita kebingungan sendiri, kepikiran nama “Apa Adanya Band” ya sudah akhirnya nama itu dipakai seterusnya buat pesen studio. Seperti namanya, kami memang tampil apa adanya, kemampuan apa adanya, waktu latihan apa adanya, yang penting have fun.

Cukup banyak studio latihan yang pernah dijajal. Pernah di C-Pro di belakang Tugu Proklamasi, Menteng. Lalu di Odyssey Tebet, lalu di Bukit Duri (lupa nama studio-nya), dan beberapa kali terakhir di Bina Seni Suara Kebayoran Baru. Terakhir di studio BepBop di Tebet Barat, Jakarta Selatan.

Itu terjadi di sekitar tahun 2009 – 2010. Satu per satu anggota band menikah dan semakin tidak punya waktu karena sibuk untuk keluarga. Apalagi setelah saya kuliah lagi, praktis sulit sekali untuk menyatukan jadwal kelima orang itu. Band ini tidak pernah main bareng lagi setelah naik panggung untuk pertama dan terakhir kalinya di event Family Picnic 2009 di Ancol. Waktu itu kami turun full team menyanyikan Smooth-nya Santana dan Black or White-nya Michael Jackson tapi dengan style Adam Lambert.

Kemarin kami berkumpul lagi dan bermain bersama lagi. Tetapi itulah jam session terakhir untuk Apa Adanya Band. Pemain bass (sekaligus guru piano saya) akan melanjutkan karier di tempat lain dan sayonara untuk Jakarta.

Thanks guys, it’s been an honor can play along with all of you!

Bass: Stenly T; Drum: M Faiz Wirawan; Vocal: Salman B; Rhythm Guitar: Puntadi J; Keyboard: Galih S

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

4 comments

Leave a Reply to Vicky Laurentina Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *