Naik Panggung Lagi

Oh iya, saya kan pernah cerita kalau saya sedang mempersiapkan beberapa aransemen musik religi seperti Bila Waktu Telah Berakhir-nya Opick dan Dengan Menyebut Nama Allah-nya Novia Kolopaking. Akhir minggu di awal Juli kemarin, saya mendapat kehormatan untuk mengiringi acara talkshow pagi yang merupakan bagian dari acara Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) dari BDI (Badan Dakwah Islam) pabrik tempat saya bekerja. Acara yang berlangsung selama 24 jam itu diselenggarakan di Hotel Cikopo, Puncak Bogor.

Tempatnya belum terlalu naik dari gerbang tol Ciawi. Melewati simpang Gadok yang macet parah itu, Mega Mendung, Cipayung, kemudian sampai. Konsep hotelnya adalah bungalow-bungalow dari kayu dalam sebuah area taman buatan yang asri. Sayang tempatnya tidak terlalu jauh dari jalan besar, jadi kesan terpencilnya kurang, apalagi kalau dibandingkan dengan Talita Resort, The Pinewood, atau villa-villa di puncak-nya Puncak (Cipanas dan sekitarnya) yang sepi dan berhantu.

Tentang acara Mabit-nya sendiri sih lumayan. Tetapi buat saya tidak terlalu merasuk secara spiritual. Masih hebat dan berkesan sepuluh malam terakhir Ramadhan tahun lalu yang saya habiskan di field Muara Badak. Saya waktu itu seakan-akan memasuki pesantren kilat untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Saya sendiri mengisi acara di pagi harinya sebagai pengiring musik religi dan music background untuk talkshow. Yang paling berkesan adalah kesempatan untuk mencoba Roland RD-700NX, keyboard standar panggung musisi-musisi terkenal.

Rupanya saya belum bisa mengatasi demam panggung. Saya masih gemetar ketika untuk pertama kali memainkan musik Al-I’tiroof dengan style Jaya Suprana. Saya banyak memencet chord dan nada yang salah di lagu-lagu yang nge-beat macam Assalamu’alaikum (Opick) dan Rindu Rasul-nya Hadad Alwi. Tetapi saya anggap berhasil untuk lagu Dengan Menyebut Nama Allah (Novia Kolopaking) dan Tuhan (Bimbo).

Ada ungkapan, pemain piano yang baik adalah yang bisa memainkan lagu apa saja menurut selera penonton. Rupanya saya belum menjadi pianis yang baik. Setelah acara selesai, teman-teman saya mulai request lagu-lagu yang boro-boro saya bisa mainin, kenal saja tidak hahaha… Saya memang memulai belajar piano melalui jalur klasik. Lalu sekarang mulai belajar jazz dari awal sekali. Rupanya perlu juga sekali-sekali belajar lagu-lagu populer hehehe…

*) Foto oleh: Adji Cynthia

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

3 comments

  1. Seputar piano, sepertinya saya bisa belajar dari sampeyan. Kapan hari seorang siswa ekskul menawarkan, “Pak, ini main kibor saja!” Saya jawab saja, “Gitar atau drum boleh lah, kalau kibor bisa-bisa tak ketik nanti…” 🙂

Leave a Reply to Fiz Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *