Ciri Dalam Lagu

Setiap lagu memiliki ciri khas tersendiri yang tidak boleh hilang dalam setiap aransemen model apapun. Ciri ini bisa jadi melodi, ketukan drum, walking bass, penggalan lirik, dsb.

Saya ingat, Trie Utami pernah bilang semacam ini ke salah satu akademia AFI yang menyanyikan lagu Keabadian-nya Reza. Akademia itu mencoba ber-improvisasi supaya ia bisa dibilang bernyanyi dengan gayanya sendiri dengan melantunkan syair tersebut dengan cara begini:

Mung-kinkah / kau men-cintai / diriku selama-lamanya

Padahal cara memotong syair itu, menurut Mbak Iie’, adalah salah satu ciri lagu Keabadian yang tidak boleh hilang:

Mung-kinkah / kau men-cintai diri-ku selama-lamanya

Atau ketukan walking bass di lagunya ME, Inikah Cinta. Coba dengarkan bass-nya ketika di syair, “… Aku tak tahu ha-rus ber-kata apa-a…” Tentu saja kalau rangkaian nada bass itu dipotong menjadi satu saja — meskipun tidak menghasilkan nada yang fals, tapi ciri dari lagu ini menjadi hilang.

Contoh lain. Lagunya KD yang merupakan lagu wajib di setiap acara resepsi pernikahan: Mencintaimu. Anda pasti bisa menebak bahwa ciri lagu ini adalah intro-nya yang dibangun dari dentingan piano. Teng tung tong teng tong… tung teng tong tung… tung teng tong tung… teng.. tong… Saya pernah melihat ada pemain organ tunggal di resepsi pernikahan yang mengganti intro ini dengan intro band-set bawaan dari si keyboard. Nuansa romantisnya langsung hilang menurut saya.

Itulah mengapa di beberapa posting terakhir saya menulis ulang chord-chord lagu yang sedang saya coba mainkan. Sebagai latihan menambah kepekaan telinga melacak nada apa saja yang sedang berbunyi.

Ternyata playing by ear begini mengasyikkan juga. Ini sesuatu yang belum pernah saya lakukan sejak saya bisa membunyikan gitar. Saya merasa cukup dengan chord-chord andalan dasar tanpa variasi (C – F – G – Dm – Em). Saya tidak percaya diri bahwa telinga saya cukup peka menangkap nada-nada. Saya lebih suka membaca partitur — yang kawan saya mencemooh bahwa bermain musik dengan partitur itu seperti robot. Dia memang dianugerahi telinga dan feeling yang luar biasa kalau soal playing by ear hehehe…

Published
Categorized as Musik

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *