Jaya Suprana: Suita Marzukiana dan Tafakur

Sebenarnya niat saya tadi sore ke Disctarra, Pondok Indah Mal, adalah mencari album jazz-nya Nial Djuliarso. Ternyata sudah tidak ada, malah menemukan album terbarunya Jaya Suprana: Suita Marzukiana dan Tafakur. Sesungguhnya album ini adalah sebuah trilogi, satu judul yang lainnya adalah Nokturno Nusantara.

Suita Marzukiana merupakan interpretasi Jaya Suprana terhadap karya-karya Ismail Marzuki. Menurut apa yang tercantum di sampul albumnya, suita adalah nama bentuk musik era barok dalam bingkai siklus terdiri dari aneka ragam irama musik pengiring tarian. Karya-karya utama Johan Sebastian Bach bisa dikelompokkan dalam suita.

Memang isinya sangat kaya. Ada yang berirama blues ceria dan jahil dalam Payung Fantasi, jazz lembut di Sapu Tangan dari Bandung Selatan, ada swing, ada pula yang bernuansa sangat klasik yang ciri-cirinya mirip dengan komposisi-komposisi Bach atau Chopin. Ah, entahlah, saya tidak begitu paham musik jazz dan klasik.

Sedangkan di album Tafakur, Jaya Suprana banyak memainkan nada-nada pentatonis yang bernuansa etnis, misalnya di lagu Yen Ing Tawang Ana Lintang. Saya nyaris tidak percaya kalau nada-nadanya dihasilkan dari sebuah piano klasik, bukan gambang atau kenong.Lagu Al-Tiroof (Tamba Ati versi yang lain) menjadi sangat syahdu dan hening.  Lagu ini lebih saya kenal sejak kecil lewat corong langgar karena menjadi lagu wajib puji-pujian setelah azan menunggu shalat berjamaah.

Buat saya, dua album ini menambah khasanah musik saya. Syukur-syukur kalau kelak bisa menirukannya. Sayang, belum ada songbook dari maestro-maestro musik Indonesia yang menerbitkan teks partitur dari karya-karyanya seperti komposer-komposer luar. Kalau sajaaa ada partitur asli untuk komposisi-komposisi Jaya Suprana…

Oh iya, royalti pianis untuk penjualan album-album ini disumbangkan 100% ke Yayasan Bhakti Luhur, Cilincing.

Salute, Pak Jaya Suprana… *menjura hormat*

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

4 comments

  1. Bner2 slut ama Pak Jaya. Do’ain sya biar jadi musisi sperti Beliau ya…
    Amiienn…

    “yang nge-aminin smoga sukses”
    Hhee…..

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *