Pendidikan Memang Harus Mahal

Pendidikan yang bagus memang harus mahal agar berkualitas, demikian kata Pak Mendiknas, M. Nuh, di suatu media. Saya setuju. Fasilitas laboratorium, perpustakaan untuk riset, dan tentu saja, untuk menggaji dosen-nya. Dosen harus digaji tinggi bukan? Supaya bisa menarik otak-otak nomor satu agar mau mengajar. Kalau pengajarnya saja berotak kelas dua, yang diajar jadi kelas berapa dong?

Tetapi apakah semua harus ditanggung oleh rakyat? (ceileh, udah kayak anggota dewan yang terhormat aja). Pemerintah seharusnya bisa menyelenggarakan pendidikan yang mahal namun dengan biaya yang murah. The good news is, Departemen Pendidikan Nasional kini adalah salah satu departemen yang menghabiskan anggaran APBN cukup besar. Dua puluh persen. Besar, tapi belum cukup besar. Malaysia saja menganggarkan tidak kurang dari 25% dari total belanja nasionalnya.

Tetapi jika melihat kenyataan yang ada memang menjadi miris bagi setiap orang tua yang memiliki anak. Saya mendengar mau masuk pra sekolah saja sudah berjuta-juta. Alamak, diajar apa aja anak-anak balita itu? Kalkulus? Apalagi masuk S1. Dulu universitas negeri adalah tujuan utama anak-anak pandai dari daerah. Modal otak saja sudah mencukupi. Seratusan kursi Fakultas Kedokteran diperebutkan sekian puluh ribu siswa SMA. Hukum alam berlaku. Yang paling encer otaknya, yang paling kencang dukunnya, berhak menduduki kursi presitisius itu. Dokter.

Sekarang, otak kelas satu belum jaminan bisa masuk. Secara finansial kuat tidak? Yang jelas, jumlah beasiswa yang ada masih sangat kurang dari kebutuhan. Jadi, pendidikan mungkin kelak hanya untuk orang kaya saja. Seperti jaman Boedi Oetomo dulu, dimana yang berhak masuk sekolah tinggi hanya orang dari strata atas.

Ah, abaikan, saya tidak menulis secara komprehensif yang didukung data dan fakta.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

11 comments

  1. Aku selalu percaya pendidikan adalah cara yang paling ampuh untuk menaikan strata sosial seseorang, terutama kaum miskin. Ada semacam kultur pemiskinan yang dihancurkan saat seorang miskin masuk ke kuliah (kalau universitasnya bagus that is).

    Kultur pemiskinan macam: malas, menunda-nunda, menyalahkan orang lain itu akan dikikis oleh pendidikan, tugas2 kuliah, dll.

    So, saat pendidikan tinggi yang bagus itu tidak terjangkau kaum miskin, we will always have poverty.

  2. memang benar, pendidikan harus mahal utk yang berkualitas, tapi bagi yang tidak kaya, juga seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk mencicipi pendidikan yg berkualitas itu juga kan?

  3. Denger cerita seorang temen yang mau kuliah di despro aja harus nunggu selama 4 tahun untuk dapat beasiswa full. Tapi dia nggak menyerah. Dan contoh orang yang kaya’ gini nih saya salut banget, dia niat banget untuk dapetin beasiswa supaya bisa lanjutin S2, dengan cara apapun (yang halal) 😀 kalau semua orang punya guts kaya’ dia, mungkin lebih banyak lagi orang pintar di Indonesia.
    Tapi … banyak juga loh, yang nggak sekolah tapi bisa sukses.

    Ah, sudahlah, saya sendiri sudah sangat bersyukur sudah bisa mencapai pendidikan yang sekarang, mengingat banyak orang yang nggak seberuntung saya 🙂

  4. Bila biaya pendidikan mahal, maka hanya sedikit orang yang bisa pintar (melalui sekolah formal). Selebihnya akan jadi orang bodoh.

    Bila mayoritas orang Indonesia bodoh (nggak mengecap pendidikan tinggi), coba tebak siapa yang diuntungkan dari kondisi ini?

  5. jaman bung karno sekolah gratis, buku di sediakan pemerintah tapi mampu menghasilkan pendidikan yang sangat bagus dibanding sekarang..tapi sekarang pendidikan hanya di jadikan komoditi bisnis, sebenarnya indonesia mampu mensejahterakan rakyatnya, pendidikan gratis, kesehatan murah tapi berkualitas tapi pemerintah indonesia tidak mau, negara di jalankan seperti perusahaan, negara cuma jadi lintah menghisap uang rakyat, korupsi di mana-mana, contoh PU tanggerang menjadi ajang korupsi besaran-besaran, dana perbaikan untuk situ gintung di mutilasi..ini baru di tanggerang belum di tempat yang lain, pemerintahan sekarang tidak becus, indonesia jadi budak amerika, sby hanya sibuk berdandan, partai demokrat banyak yang menjadi zombi, pesawat yang pemerintah beli dari cina tidak berkualitas, pegawai negeri di buai dengan uang komisi yang sebenarnya itu uang korupsi, jadi plolisi harus bayar jutaan karena itu jangan heran polisi di indonesia dengan penjahat itu seperti sodara kembar..pendidikan harus mahal..boleh saja tapi sebentar lagi akan terjadi revolusi besar-besaran

  6. Dulu saya pernah punya cita-cita kepingin sekolah S2 di luar negeri. Alasannya, setelah diitung-itung, biaya sekolah di luar negeri nampaknya lebih murah daripada biaya sekolah di dalam negeri. Niat itu buyar setelah saya tahu bahwa ilmu S2 kedokteran di luar negeri nggak bisa diaplikasikan di Indonesia.

  7. suatu saat nanti akan muncul peminpin yang berani, berani mensejahterakan rakyatnya, berani melawan amerika, sekarang pemimpin kita melempem, tidak bisa menyediakan pendidikan yang bagus, pendidikan jadi bahan dagangan, dengan pendidikan sekarang tidak mungkin bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas, jadi tentara atau polisi harus bayar, mental manusia indonesia adalah manusia bayaran, saya yakin pemimpin-pemimpin masa depan indonesia adalah orang yang belajar di luar sistem pendidikan yang sudah di sediakan oleh pemerintah, bisa jadi mereka sekolah di luar negeri, atau mereka otodidak dengan banyak membaca buku, karena saya lihat banyak anak jalanan atau orang-orang yang tidak mampu sekolah atau kuliah menambah ilmunya dengan membaca buku bahkan brosur, ada seorang tukang ojek sepeda di kota tua yang dengan rajin mengumpulkan brosur-brosur musium dan diberikan kepada anaknya untuk dibaca, yang hebatnya anaknya bisa membaca brosur dalam bahasa inggeris modalnya hanya kamus butut, jadi setiap ada brosur berbahasa inggeris si anak tadi langsung menerjemahkan dengan kamus butut, saya juga punya teman seorang office boy yang hobinya membaca buku-buku atau majalah psikologi, jika saya hobinya membuka situs porno di internet teman saya hobinya membuka situs-situs yang berhubungan dengan psikologi, yang lebih membuat saya heran dia bisa bahasa jerman padahal dia tidak pernah kursus bahasa jerman, waktu saya tanya belajar dimana dia menjawab” di internet, bos”
    jangan berharap banyak dari siestem pendidikan sekarang

  8. saya setuju jika memang pendidikan yang berkualitas harus mahal, tapi hasil dari pendidikan itu juga harus sesuai dengan output nanti yang dihasilkan. Jangan karena hanya sekolah di tempat yang mahal untuk skripsi saja harus minta dibuatin orang.

    tapi saya juga tidak setuju jika semua pendidikan harus mahal, sekolah rakyat/pemerintah/kedinasan juga masih banyak, dan tinggal tunggu pengelolaan yang lebih serius dari kita semua. Karena masih banyak anak2 dari daerah yang punya kecerdasan di atas rata2 yang butuh sekolah murah namun berkualitas.

    Hanya sekedar opini dari saya.hehe
    salam kenal^^

  9. 2 hal yang paling dibutuhkan masyarakat umum saat ini adalah pendidikan dan kesehatan …….
    dan kedua hal ini mempunyai cost yang tinggi, saya pikir jika di kedua hal ini pemeerintah bisa menanggung penuh…. sebagian masalah negara terselesaikan. toh nkalau masyarakatnya pintar dan berpendidikan secara logis akan berdampak pada negara

Leave a Reply to yusuf LAGI MARAH Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *