Kreativitas di Jalanan

Sedemikian parahnya kondisi lalu lintas Jakarta di jam-jam pulang kantor membuat saya harus lebih kreatif dalam mencari jalan yang lowong. Tentu saja, untuk menghindari titik-titik kemacetan yang sangat menguras tenaga. You know la, bersepeda motor di kemacetan itu benar-benar seperti bertempur mengerahkan ilmu kanuragan yang dimiliki dalam mencari celah sekecil-kecilnya, tetapi jangan sampai spion antar motor bersentuhan, apalagi dengan mobil.

Jadi, soal yang harus dipecahkan kemarin adalah jalur Stasiun Gambir – Pancoran Barat. Jalur terdekat menurut riset bertahun-tahun adalah Stasiun Gambir – Tugu Tani – Taman Menteng – Flyover Tugu 66 Kuningan – Jl. Rasuna Said – Mampang – Tegal Parang – Pancoran Barat. Hari Minggu pagi, saya bisa menempuh jalur ini dengan sepeda lipat dalam waktu 40 menit. Hari Senin sore pukul 18:00, saya menempuh jalur ini dengan sepeda motor dalam waktu 45 menit.

Titik kemacetan yang sangat parah adalah Jl. Rasuna Said di sekitar jembatan Casablanca. Embok, saya membayangkan berapa waktu yang diperlukan mobil untuk menempuh Jl. Rasuna Said dari ujung ke ujung.

Jadi saya memutuskan untuk mengambil jalan memutar. Stasiun Gambir – Tugu Tani – Taman Suropati – tembus Manggarai – Pasaraya Manggarai belok kanan tembus Jl. Dr. Supomo Tebet – Tugu Pancoran – Pancoran Barat. Titik kemacetan yang parah hanya di sekitar Pasaraya Manggarai dan sedikit di ujung Supomo. Selebihnya, bisa ngebut. Tapi bukan berarti jalur ini tak pernah macet parah. Tetapi paling tidak, probabilitas untuk longgar lebih besar daripada Rasuna Said yang 90% pasti macet parah.

Haha, kasihan ya orang Jakarta itu. Memilih jalur pulang saja harus pakai kalkulasi yang rumit. Siapa suruh datang Jakarta?

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

4 comments

  1. trik : pake busway ae 😀 hehe

    atau kalo ngak rumah/kost dekat kantor cukup jalan kaki, hemat biaya, hemat capek 😀

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *