Mister Nice Guy

Saya berkali-kali bilang, apa yang saya perlihatkan di dunia internet ini bukanlah saya yang sebenarnya. Di dunia pena, setiap orang bisa menjadi apa yang ia inginkan. Dunia pena adalah dunia balas dendam penulis terhadap kenyataan. Berperan menjadi seorang Mr. Nice Guy, adalah salah satunya. Kira-kira seperti tokoh Miss Wills di novel Three Acts Tragedy-nya Agatha Christie.

Jika saya sering menulis tentang topik agama, bukan berarti otomatis saya menjadi orang yang alim. Siapa yang bisa jamin kalau saya tidak ke Hard Rock atau Blowfish setiap malam? Jika saya menulis tentang pemrograman, dunia manajemen bisnis, tidak berarti saya ahli di bidang itu. Saya ingat ada twit yang bilang, “dibalik setiap kultwit, terbuka sebuah halaman Wikipedia”. Sebaliknya pula, jika status saya sedang nonton film bokep (MILF, Japan AV, dll), mungkin itu lah yang sebenarnya sedang terjadi hehehe…

Mungkin karena mIRC yang membuat saya agak skeptis dengan internet. Awal-awal mengenal chatroom ya IRC, baru kemudian mengenal Yahoo Messenger. Memang seterusnya sampai sekarang saya punya sahabat yang baik dan akrab di internet, tapi tetap saja, trauma masa mIRC sepertinya tidak bisa dihapus. Buat saya itu positif, karena menambahkan kewaspadaan untuk selalu ingat bahwa biar bagaimanapun juga, dunia internet adalah rimba raya yang sangat luas. Tidak semua orang baik terlihat baik, demikian juga tidak semua orang jahat terlihat jahat.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *