Nial Djuliarso @ Java Jazz Festival 2011

FLICKR
Lokasi: Java Jazz Festival 2011, Arena PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat
Nikon D90 | Nikkor AF-S 18-105 mm VR

Ini adalah pergelaran pertama di festival Java Jazz hari Sabtu itu. Saya datang setengah jam sebelum panggung pertama dibuka dan saya masuk ke sini hanya sekadar mengikuti kehendak kaki melangkah. Ternyata saya tidak salah masuk. Nial Djuliarso adalah pianis jazz yang tinggal di New York yang beberapa kali meraih penghargaan.

Menginterpretasikan karya-karya Ismail Marzuki dalam irama jazz, swing, dan blues, saya terkadang harus menebak-nebak ini lagu apa. Tetapi saya paling suka komposisi lagu “Sapu Tangan dari Bandung Selatan”. Dasarnya lagu ini memang sudah jazz, dan saya punya kenangan khusus lagu ini, waktu masuk tim paduan suara Obade/Serenade upacara penurunan bendera 17 Agustus 1997 di lapangan Pasar Pahing Tulungagung (yeah, SLTPN 02 Tulungagung).

Sapu tangan sutera putih, dihiasi bunga warna
Tanda kasih jaya sakti, di selatan Bandung Raya
Diiringi nada nan merdu mesra, terima kasih dik, janganlah lupa

Air mataku berlinang, sapu tanganmu kusimpan
Ujung jarimu kucium, serta doa kuucapkan
Selamat jalan, selamat berjuang,
Bandung Selatan jangan dilupakan…

Published
Categorized as Fotografi

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 comments

  1. “Love is actually more than romans” saya tertohok ketika membaca filosofi anda. Ketika kita tidak benar benar mengerti apa itu cinta sejati, kita akan bertanya2, kenapa kenapa kehidupan cinta jadi monoton, tidak seperti ketika diawal ketemu. karena banyak orang berfikir cinta itu ideal dengan bahagia selamanya, jalan berdua dipantai, saling pandang. Padahal cinta lebih dari sekedar dari hal hal yang berbau romantis.

Leave a Reply to adasupriadi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *