Duta Sekolah

Itu adalah sebutan yang diberikan rekan kerja kepada saya. Hehehe, saya memang paling getol mendorong kawan-kawan saya untuk melanjutkan sekolah. Saya adalah orang yang percaya pada pentingnya pendidikan formal. Bukan apa-apa, saya telah merasakan langsung dampak positif keputusan saya melanjutkan ke jenjang S2 setahun yang lalu. Dampak karier? Oh, bukan. Sesuatu yang menurut saya lebih berharga daripada sekedar naik gaji dan perbaikan karier.

Jika ada orang yang bilang materi-materi di kuliah formal sedikit sekali yang dipakai di lapangan, maka saya akan mempertanyakan keseriusan dia waktu kuliah dulu. Ia pasti tidak mengerti intisari, maksud, roh, jiwa *halah* dari setiap perkuliahan yang diajarkan. Secara textbook tentu saja memang sedikit sekali yang dipakai, tetapi jiwa dan filosofi yang mengendap menjadi pola pikir, itulah yang dipakai setiap hari!

Saya pernah menulis, bahwa pola pikir lulusan D3, S1, dan S2 itu berbeda dalam menghadapi sebuah permasalahan. Maafkan saya, saya tidak bermaksud membuat anda tersinggung. Seorang diploma akan menyelesaikan masalah dengan praktis dan cepat. Produk jadi, dan ia boleh berbangga dengan karyanya. Seorang sarjana akan melihat dengan lebih analitis. Ia akan berpikir bagaimana menyelesaikan masalah secara efisien, berdampak besar.

Tetapi seorang lulusan pasca sarjana akan melihat masalah itu lebih luas. Ia akan menganalisis apa akar masalah tersebut. Alih-alih menyelesaikan masalah itu, ia malah menunjukkan masalah lain yang lebih besar, yang mungkin penyelesaiannya sangat lain sekali. Tetapi ia dapat menjamin bahwa dengan menyelesaikan akar permasalahan, masalah-masalah yang timbul bisa terselesaikan sendiri.

Mumpung Masih ada Kesempatan

Kawan saya tersebut bilang, biaya yang mahal adalah salah satu masalah. Uangnya telah dialokasikan buat biaya menikah (padahal calonnya aja belum ada — upss). Saya bilang, sebuah niat baik, akan selalu diberkati oleh Tuhan. Saya dulu juga khawatir bahwa saya akan hidup kekurangan karena sebagian alokasi penghasilan saya pakai buat sekolah. Tetapi ternyata Tuhan memberikan rezeki yang membuat saya tetap hidup apa adanya sambil bersekolah.

Menurut saya, ada hal yang jauh lebih kritis ketimbang masalah finansial: motivasi, waktu, dan kesempatan. Uang masih bisa dicari. Tetapi siapa yang bisa menghentikan waktu? Ketika motivasi untuk belajar telah hilang, apa lagi yang mau dicari?

Makanya saya selalu berkata: mumpung keinginan untuk sekolah lagi masih menyala-nyala. Mumpung waktu masih mengizinkan kita untuk memiliki malam-malam penuh dengan suasana akademis. Mumpung perusahaan tempat kita bekerja mendukung dan memfasilitasi penuh bagi yang sedang bersekolah: memberikan dispensasi khusus ketika ujian, diperbolehkan untuk tidak lembur meskipun dikejar deadline, dst…

Karena, ada banyak orang yang punya uang tetapi tidak lagi merasa perlu untuk belajar lagi. Ada orang yang punya banyak uang tetapi tak punya waktu lagi, karena waktunya telah habis untuk kantor dan keluarga. Dan tentu saja, ada lebih banyak lagi yang tidak punya uang dan tidak punya motivasi, hahaha…

Besekolah formal itu berat. Apalagi jika waktu telah semakin tipis. Waktu anda akan habis, anda akan pulang sekolah pukul 10 malam, dan kehilangan weekend anda yang mengasyikkan. Selama dua tahun! Tetapi saya sendiri selalu suka tantangan, karena sesuatu yang berat untuk diperjuangkan itu selalu berbuah manis. Insya Allah…

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

9 comments

  1. Saya sih ada niatan untuk lanjut ke S2, tapi nanti kalau S1-nya sudah lulus. (haha)

    Rencananya sih saya mau kerja dulu setahun baru setelah itu lanjut S2. Mudah2an motivasi kuliah akan terus ada. 😀

  2. ah, dari 2 tahun yang lalu kepengen buat ngelanjutin kuliah. apalagi pas masih kerja di kampus kayaknya asik banget kalo sambil kuliah bisa kerja sekalian. tapi apa daya belom berjodoh lagi sama bangku kuliah -_-‘ insya Allah tahun ini, amin! hohohoho..

  3. saya kira memang hanya sekolah yang bisa memaksa untuk kita terus belajar… dan saya juga setuju dengan mas galih, ttg ada saja alasan orang untuk nggak nerusin sekolah yg malah terkesan mencari2 excuse dan pembenaran… padahal kan selama ada niat (yg sungguh2), di situ ada jalan… 🙂

  4. Tapi, sebenarnya pengetahuan itu tidak hanya didapat dari bangku kuliah atau dunia akademik saja, meskipun ini faktor penting juga. Sekitar kita, juga memberi kita ‘pendidikan’ berharga loh 🙂

  5. aji mumpung dong bang.. mumpung ada kesempatan, mumpung ada duit, mumpung masih muda.. hehe.. tapi ini mumpung yang baik 😉

    kapan thesis?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *