Menengok Kinerja Awal IHSG dan Reksadana Saham

Seperti yang pernah saya tulis, salah satu instrumen investasi yang paling agresif adalah pasar modal dan saudara dekatnya: reksadana saham. Karena sifatnya high risk high return maka tentu saja risiko untuk nilai investasi turun juga besar. Meskipun sebenarnya tujuannya adalah jangka panjang, namun saya akan meninjau kinerja dua instrumen ini selama awal tahun 2011 ini. Untuk pasar modal saya akan menengok kinerja IHSG dan untuk reksadana saham saya akan menengok produk RD Panin Dana Maksima. Kenapa PDM, karena kawan saya Daniel memilih untuk investasi di sini.

IHSG

Well, Kinerja IHSG di tahun 2010 sangat impresif. Ia memulai tahun 2010 di titik 2533 dan finish di Desember 2010 dengan harga 3700-an. Jadi kinerjanya sekitar 32%. Artinya portofolio Anda akan telah berkembang sekitar 32% selama tahun 2010.

Namun demikian, nampaknya indeks 3700 dianggap terlalu tinggi untuk memulai tahun 2011. Dengan berbagai sentimen negatif yang ada, indeks terus ambruk hingga di posisi 3400-an. Atau kinerjanya turun sekitar 7%. Artinya, modal yang Anda masukkan di awal tahun akan berkurang alias mungkret sebanyak 7%.

Reksa Dana Saham

Bagaimana kinerja RD Saham? Berinvestasi di reksa dana artinya menyerahkan semua dana kita untuk dikelola seorang manajer investasi. Manajer investasi yang baik adalah yang bisa mengalahkan kinerja IHSG; minimal sama. Tentu saja, karena manajer investasi akan membuat portofolionya dengan sangat cermat: mengeliminasi perusahaan-perusahaan yang berkinerja buruk, mereposisi portofolio ketika dirasa tidak efisien lagi, dan seterusnya. Ambil contoh RD Panin Dana Maksima, di awal tahun 2011 ini kinerjanya minus 4%. Masih mengalahkan kinerja IHSG.

Trading

Di awal tahun, saya memilih untuk mengelola portofolio sendiri ketimbang memasrahkannya ke manajer investasi. Hasilnya, dengan memanfaatkan fluktuasi saham, portofolio saya sementara ini positif 5%.

Mengapa? Selain faktor keberuntungan, faktor modal kecil adalah salah satu faktor. Semakin besar portofolio Anda, maka akan semakin susah melakukan diversifikasi portofolio. Hasilnya, portofolio Anda akan semakin mendekati kinerja IHSG. Itu teori yang saya dapatkan di kelas Corporate Finance pada pembahasan Risk Management. Dengan jumlah modal kecil, saya bisa melompat-lompat. Masuk ketika harga rendah dan keluar di harga tinggi. Tunggu lima sampai sepuluh hari, akan ada saham yang sedang turun dan saya akan masuk di sana.

Cuma memang dari segi usaha dan pengetahuan yang diperlukan, melakukan trading di pasar saham lebih menyita waktu dan pikiran ketimbang hanya berinvestasi di pasar modal — menyusun portofolio di awal tahun berdasarkan analisis fundamental dan meninjaunya kembali di akhir tahun. Hasilnya pun belum bisa terjamin. Ini masih putaran awal, semua teori yang saya bangun masih akan saya perbaiki dan akan dibuktikan ketika 2011 selesai dan saya akan selalu penasaran saya akan finish di level berapa.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *