Twitter for

Perkembangan social media dan smartphone adalah hubungan mutualisme. Sebagaimana biasa, sebagian besar ‘early adopter’ adalah untuk lifestyle. Dulu, ponsel Nokia berfitur 3G jamak dipakai orang, padahal tak satupun operator yang punya layanan 3G. Sekarang, demikian pula buat iPhone, Blackberry, dan handset-handset pintar lainnya. Ah, ini sudah umum, bukan gadget yang bisa dijadikan pembeda. Makanya munculah tablet macam iPad, Galaxy Tab, dan Playbook.

Nampaknya ini dimanfaatkan betul oleh pembuat aplikasi mobile untuk social media. Apakah Anda tidak merasa berbeda ketika status Anda bertuliskan “Facebook for Blackberry”, via “UberTwitter”, “Twitter for iPhone”, dll. Anda akan segera di-diferensi-asikan bahwa Anda adalah salah satu pemegang handset pintar nan canggih berharga mahal (mungkin seharga gaji Anda sebulan). Ah, naif? Kalau bukan ini tujuannya, kenapa tidak ditulis saja “via Mobile”?

Psikologi ini penting, apalagi untuk pasar yang unik seperti Indonesia. Smartphone adalah bagian dari kelas sosial dan kepribadian. Kenapa Anda memilih BB Torch dan bukan Gemini? Kenapa iPhone 4 bukan iPhone 3G saja? Dan kenapa Galaxy S bukan Nexiandroid saja? Anda akan punya 1000 jawaban justifikasi, tapi mungkin karena kelas sosial adalah jawaban beberapa orang.

Android

Well, Android sedang menemukan momentumnya sekarang. Dukungan yang sangat luas membuat OS bikinan Google ini kian populer. Bahkan brand Android telah memiliki kepribadiannya sendiri. Android dicitrakan sebagai muda, enerjik, kreatif, dan suka ngoprek. Bandingkan Blackberry yang powerful di email (dipakai bapak-bapak VP berusia 45 tahun ke atas untuk bekerja), Android mengizinkan penggunanya untuk ngoprek OSnya — gonta-ganti versi dari Eclair ke Froyo, atau dari Gingerbread balik lagi ke Eclair.

Balik lagi ke soal diferensiasi dalam social media, saya pikir brand “Android” terlalu generic untuk dijadikan kelas sosial. Belum cukup spesifik. Orang tidak akan tahu gadget sang pengguna hanya dengan tulisan “Twitter for Android”. Nexian dan Galaxy Tab akan sama saja.

Jadi saya pikir, perlu ada aplikasi yang spesifik di setiap mesin. Misalnya “Twitter for GalaxyTab” ketimbang “Twitter for Android”. Lebih berkelas hehehe…

#sentFromMobile #edisiJempolGempor

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

4 comments

  1. Eh aku pernah loh nulis status kayak gini di FB :
    “Status ini dibuat hanya untuk menunjukkan bahwa saya sedang pakai Android. Demikian. 😐 *dikeplak rame2*”

    Lah emang bener, kan? Rata2 tiap ganti gadget pasti orang langsung coba2 update status pake gadget barunya. Eh… Apa? Enggak, ya? Apa cuma aku doank? 😐

Leave a Reply to Juminten Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *