We’re all Alone

Outside the rain begins, and it may never end
So cry no more, on the shore of dreams
We’re all alone, we’re all alone

Close the window calm the light
And it will be allright
No need to bother now
Let it out, let it all begin
Learn how to pretend

Gara-gara lagunya Boz Scaggs ini, saya jadi ingin mengenang masa sekitar lima tahunan yang lalu, waktu hidup begitu berwarna. Halah. Melodramatis dan realistis itu bisa dipisahkan kok, jadi ini posting murni hanya kenangan saja. 🙂

Adalah seseorang yang sanggup membuat seorang pria merelakan diri untuk menjadi pahlawan baginya. Atau setidaknya merasa menjadi pahlawan baginya. Mungkin karena pria itu butuh pengakuan ya, ia sanggup membuat seorang pria menjadi begitu romantis melodramatis melankolis, bahkan David Foster atau Boz Scaggs yang jago bikin lagu-lagu romantis begitu lewat.

Adalah seseorang yang hidup dalam angan-angan dan mimpi seorang pria. Seseorang yang sanggup membuat seorang pria menjadi seorang ksatria berkuda putih yang akan menyelamatkan dari penculikan raja jahat di negeri awang-awang di atas awan (yaa ini dari liriknya Peter Cetera, Glory of Love).

Adalah seseorang yang dengan sederhana mampu membuat pria merasa nyaman berada di dekatnya. Menginginkan waktu berhenti berdetak. Memohon supaya matahari berhenti saja. Meminta masa depan sampailah di sini saja tak usah kemana-mana. Tak ada yang lebih orang butuhkan daripada bisa hidup bersama-samanya selama-lamanya.

Kini, hal itu memang merupakan kemewahan yang sudah tak bisa dinikmati lagi. Realita terkadang lebih kejam daripada angan-angan. Sang putri lebih berbahagia menikahi “raja jahat” ketimbang ikut dilarikan sang kstaria ke negeri awang-awang di atas awan.

Hidup dalam bayang-bayang impian memang indah, tetapi hidup dalam kenyataan yang tak selalu indah adalah sesuatu yang harus dilalui. Hingga mungkin pada akhirnya nanti, kenyataan yang akan jauh lebih indah daripada hidup dalam bayang-bayang.

Outside the rain begins, and it may never end
So cry no more, on the shore of dreams
We’re all alone, we’re all alone…

Published
Categorized as Melankolis

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!