Enam

Enam. Enam tahun sudah sejak saya memulai menulis teratur di blog ini. Waktu yang pendek; karena ternyata tahu-tahu sudah enam tahun. Waktu yang panjang; karena saya cukup bangga masih tetap bisa konsisten menulis delapan hingga dua belas artikel setiap bulannya.

Saya memang lebih banyak menulis untuk diri sendiri. Saya menulis sebenarnya bukan untuk orang lain, tetapi untuk saya baca lagi. Mungkin ini salah satu narsisme dalam bentuk lain? Entah, tapi ketika saya sudah mulai bosan membaca, saya menulis lagi yang baru dan menunggu hingga bosan lagi. Demikian seterusnya.

Tetapi saya juga senang ketika ada orang yang membaca tulisan saya. Saya juga senang ketika trafik blog ini naik. Saya juga senang ada komentar yang masuk. Tetapi sebenarnya itu bukan yang utama. Saya akan tetap menulis meskipun tidak ada pembaca. Menulis bagi saya sudah jadi kebutuhan. Dan memang dari laporan Google Analytics, kebanyakan pengunjung datang dari search engine. Lebih sedikit yang dari direct URL atau feed reader.

Yang unik adalah mengamati komentator yang menemani saya dari tahun ke tahun. Serba datang dan pergi. Misalnya, di tahun 2006-2007, ada Mbak Reena. Di sekitar 2008-2009 ada Mbak Mae, ada Fifi di sekitar tahun 2009, dan beberapa teman-teman lain yang sekarang sudah tidak aktif ngeblog. Dan tentu saja ada teman-teman yang dari awal sampai sekarang masih juga ada berkunjung ke sini. You guys, thank you!

Saya pikir tahun 2009 adalah puncak era blogging. Pada waktu itu jumlah komentator artikel saya bisa mencapai 20 biji. Padahal kelakuan saya dari dulu ya tetap begini-begini saja tidak ada perubahan. Malas blogwalking kesana kemari. Males kasih komentar balik kalau isi blognya saya tidak ingin mengomentari. Mulai populer adalah suatu hal yang cukup menyiksa karena saya terdorong untuk menulis sesuatu yang mungkin disenangi pembaca. Dan alangkah senangnya ketika akhir-akhir ini blog saya kembali ke zaman-zaman tahun 2005-2008. Saya bisa kembali menulis apa saja yang sedang terlintas di pikiran. Curhat, salah satunya.

Tahun 2010, mungkin adalah era Twitter. Saya akhirnya “meninggalkan” Plurk dan kembali ngetwit. Facebook pun sudah dalam titik jenuhnya. Saya sudah sangat jarang membuka Facebook, padahal dulu adalah menu utama setiap pagi, siang, sore, dan malam hari. Twitter menjadi populer karena sederhana. Di Twitter, kita langsung berkicau pada intinya. Sedangkan di blog, akan selalu ada opening dan closing. Lebih banyak waktu dan energi untuk dihabiskan. Padahal kita tak punya banyak waktu bukan?

Enam tahun. Delapan ratusan artikel. Page Rank 4. Dari masa kuliah – bekerja – lalu kuliah lagi.  Saya cukup bangga dan puas dengan pencapaian ini — utamanya karena semua saya lakukan dari hati. Kota Roma tidak dibangun dalam satu malam, kata pepatah.

Selamat tinggal tahun 2010, mari menyongsong tahun 2011 yang penuh harapan.

Jaya-jaya dwipantara, tetep jaya ngadhepi bebaya
Suradira jayaningrat, lebur dening pangastuti

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

5 comments

  1. happy six…. 😉

    kalo sy masa2 tinggi ngeblog itu 2008, 2009 sempat vakum beberapa bulan 😀
    tapi 2010 lumayan tapi tak rutin… rencana tahun 2011, blum tau… kayaknya akan penuh dg kesibukan 😀

    anyway semoga kita2 tetap eksis ngeblog 😉

  2. tetap menulis mas. saya suka tulisan anda. walaupun saya jarang meninggalkan jejak tapi saya selalu menyempatkan diri membaca tulisan anda..

    selamat menyongsong tahun baru 2011

  3. … Dan memang dari laporan Google Analytics, kebanyakan pengunjung datang dari search engine. Lebih sedikit yang dari direct URL atau feed reader.

    Saya! Saya! Saya datang kesini dari feed reader. 😀 *trus, Kim? penting gitu?*

    Anyway, enam tahun ngeblog dan masih tetap ngeblog menurut saya patut dikasih selamat. Jarang saya menemukan orang yang bertahun-tahun masih awet ngeblog. Semoga Mas Galih selamanya tetap ngeblog ya! 🙂

Leave a Reply to aRuL Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *