Menakar Harga Facebook

Siapapun tentu akan setuju bahwa Facebook adalah fenomena. Saya pernah membahasnya secara teknis — teknologi informasi — ketika Facebook berhasil menggusur Friendster dan MySpace dengan sukses. Sekarang, mari kita bahas dari sudut pandang bisnis.

Di bulan Juni 2010, Tech Crunch melaporkan nilai market capitalization Facebook sebesar USD 25 billions! Ini jauh di atas “senior-seniornya” seperti Yahoo! (USD 21 B) dan AOL (hanya USD 2.3 B). Market capitalization, secara sederhana bisa diartikan sebagai harga pasar. Jika sebuah perusahaan telah go public di pasar modal, maka harga saham suatu perusahaan merefleksikan nilai market caps-nya. Meskipun data di atas tidak bisa dibandingkan secara langsung karena hingga sampai saat ini Facebook belum go public menawarkan saham perdananya (IPO – Initial Public Offering), tetapi paling tidak secara sekilas Facebook dianggap jauh lebih bernilai daripada Yahoo! dan AOL.

Padahal jika melihat pendapatan yang diperoleh Facebook pada tahun 2009, tercatat hanya sekitar USD 800 juta. Ini bahkan untuk pertama kalinya Facebook mencatatkan cashflow positive (setelah sebelumnya terus merugi) Bandingkan dengan Yahoo! yang mencatat revenue sebesar USD 6.4 B pada tahun 2009. Mengapa Facebook dinilai lebih tinggi daripada Yahoo! atau AOL?

Anda dan saya — kita — adalah penyebabnya.

Semua tentang kita ada di Facebook. Data pribadi, nomor telepon, alamat rumah, hobi, kesukaan. Seberapa banyak dari kita yang memasukkan data dengan benar dan lengkap secara sukarela di Facebook? Mungkin hanya sedikit saja yang memasukkan data ngawur. Tidak hanya itu saja, sebagian besar teman di Facebook adalah teman-teman di dunia nyata. Kita sangat selektif memilih teman. Apa akibatnya?

Bayangkan saya suka seorang wanita cantik yang hanya saya tahu namanya saja. Dan bayangkan saya punya akses penuh ke Facebook. Dengan sekali klik, saya bisa tahu semua tentang cewek itu dari Facebook. Saya tahu biodatanya, umurnya berapa, tinggal di mana. Saya langsung tahu dia sedang single atau sudah tunangan (ini penting :p). Saya tahu psikologisnya dari hobinya, buku-bukunya, kesukaannya. Saya bahkan tahu moodnya sekarang dari status-status yang ia pasang. Dan akhirnya, saya tahu dia sedang ada di mana dari tempat-tempat yang ia check-in dari Foursquare yang ia kirim ke Facebook.

Itu baru hal kecil yang bisa dimanfaatkan oleh secret admirer alias pemuja rahasia seperti saya. Bagaimana dengan perusahaan besar? Tentu saja banyak hal yang bisa dilakukan lebih dari sekadar iklan atau komunitas. Hal yang konkret tentang pemanfaatan data ini mungkin belum ada, tetapi nampaknya pasar sepakat bahwa data-data ini sangat potensial membawa manfaat besar dan karena itulah market capitalization Facebook sangat tinggi meskipun secara revenue dan net income masih di bawah perusahaan-perusahaan lain yang satu industri.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

6 comments

  1. Bayangkan saya suka seorang wanita cantik yang hanya saya tahu namanya saja. Dan bayangkan saya punya akses penuh ke Facebook. Dengan sekali klik, saya bisa tahu semua tentang cewek itu dari Facebook. Saya tahu biodatanya, umurnya berapa, tinggal di mana. Saya langsung tahu dia sedang single atau sudah tunangan (ini penting :p). Saya tahu psikologisnya dari hobinya, buku-bukunya, kesukaannya. Saya bahkan tahu moodnya sekarang dari status-status yang ia pasang. Dan akhirnya, saya tahu dia sedang ada di mana dari tempat-tempat yang ia check-in dari Foursquare yang ia kirim ke Facebook.

    pengalaman pribadi yah? :mrgreen: *kabooor*

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *