Capek Tapi Having Fun

What a hectic days!

Sudah tiga minggu penuh (dan akan berlanjut minggu-minggu ke depan), hari-hari saya berlari begitu cepat oleh kesibukan. Sekolah dan pekerjaan. Hari akan dimulai pukul 06:00 pagi untuk bersiap bekerja pada pukul 07:00, kemudian break sebentar makan siang. Pukul 13:00, sesi kedua hidup hari itu dimulai untuk melanjutkan tugas-tugas yang menunggu di kantor hingga pukul empat sore.

Beristirahat sebentar — sekedar bersandar di kursi, memejamkan mata selama lima belas menit. Dan sesi ketiga hidup saya dimulai untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Dua jam belajar sebelum kelas dimulai bukanlah waktu yang baik untuk seorang mahasiswa bisa menyerap segala ilmu yang dijejal-jejalkan setiap hari. Managerial Accounting di hari Senin, Corporate Finance di hari Selasa, Marketing Management di hari Rabu, Operation & Supply Chain Management di hari Kamis, dan ditutup dengan Group Experiental Project di hari Jumat.

Pukul 21:30 sekolah selesai. Perdjoeangan belum selesai karena seringkali saya harus menembus kemacetan di jalan pulang. Macet di tengah malam begitu? Yeah, kami warga Jakarta (perantauan) sudah terbiasa bertarung di jalanan tanpa mengenal tengah malam. Rekor termalam saya terjebak kemacetan lalu lintas parah adalah pukul 00:30. Sebenarnya berbahaya, karena kadang-kadang saya sudah merasa melayang karena kehabisan tenaga. Lelah fisik dan mental. Konsentrasi telah menurun. Mungkin tinggal lima watt.

Tetapi mungkin inilah hidup yang saya impikan. Banyak ilmu-ilmu baru yang menarik di kelas sehingga saya merasa sayang kalau sampai melewatkan satu sesi saja. Saya percaya bahwa itu akan mengubah pola dan kerangka berpikir saya — seperti yang saya harapkan di awal ketika saya memutuskan untuk kembali bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Pekerjaan di kantor pun semakin menantang. Saya senang bahwa saya dipercaya untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit. Sebuah mission impossible project telah menunggu di depan mata dan tidak akan ada lagi yang lebih menggairahkan saya untuk menyelesaikannya. Money is not everything, hal yang terpenting buat saya adalah bahwa saya masih dipercaya untuk menyelesaikan tugas-tugas yang strategis. Hingga nanti saya merasa bahwa saya telah selesai, saya bisa meninggalkan semuanya dengan senyum bangga dan menatap ke masa depan yang jauh lebih menantang lagi.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

4 comments

  1. @aRuL:
    Susah atau gampang itu relatif, di kuliah bisnis nyaris tidak ada soal-soal eksak benar salah. Dengan waktu sependek itu yang jelas tidak mungkin membuat bahasan yang dalam, tajam, dan komprehensif.

  2. berat sekali ya. badan gak boleh sakit karena akan banyak kerugian di kerjaan dan kuliah. belum lagi waktu pacaran. pacaran kan membutuhkan energi ekstra. wakakakakak.

    salam kenal 😀

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *