List, Mem-follow Tanpa Harus Memenuhi Timeline

Adanya smartphone yang memiliki koneksi internet setiap saat membuat saya aktif kembali di Twitter. Dan saya memang akhirnya menemukan kekuatan Twitter jika dibandingkan dengan layanan microblogging yang saya ikuti seperti Plurk dan update statusnya Facebook.

Twitter saya gunakan untuk berkicau tentang hal-hal yang lebih bersifat sharing ilmu pengetahuan. Saya berkicau tentang apa yang sedang berkelebat di kepala — tentang fotografi, dan catatan-catatan singkat saya ketika membaca buku. Plurk tidak saya tinggalkan, ini khusus untuk update status yang tidak penting dan seringkali tret yang dibuat adalah untuk menyangga karma. Saya sangat jarang update status di Facebook — bukan apa-apa, sebagian besar teman di Facebook dalah teman di dunia nyata. Blunder di Facebook bisa berlanjut ke dunia nyata.

Nah, Twitter juga mengubah cara saya mengkonsumsi berita. Kantor-kantor berita yang mengupdate beritanya melalui Twitter bisa di-follow dan kita bisa mendapatkan update secepat yang kita mau. Apalah arti isi berita di zaman sekarang ini — kebanyakan isinya tidak penting. Judul berita adalah raja. Kalau dirasa berita tersebut benar-benar penting, baru saya akan klik link yang disediakan.

Tetapi ada sedikit masalah. Jika saya follow account-account tersebut, maka timeline saya akan dipenuhi oleh berita-berita yang sangat cepat update-nya — menutupi kicauan dari teman-teman dan orang-orang yang saya follow. Adakah cara untuk tetap update tanpa harus mem-follow?

Twitter menyediakan fitur List untuk tujuan ini. List adalah semacam pengelompokan twit-twit yang bisa kita buat sendiri. Dan list ini tidak akan memenuhi timeline kita. Jika kita ingin membaca berita, kita tinggal buka list itu kapan saja kita mau. Dengan demikian kita bisa mengontrol lalu lintas timeline.

Cara membuatnya cukup mudah; pertama-tama buatlah list Anda sendiri. Akan terbentuk satu list tanpa anggota atau list kosong. Untuk menambahkannya, silakan kunjungi account twitter yang akan Anda masukkan, lalu cari menu di situ — Anda akan menemukan menu semacam Add to list.

Okey, sampai di sini dulu #kulblog-nya dan jangan lupa kunjungi halaman kicauan sayah di http://www.twitter.com/galihsatria 😉

Published
Categorized as Internet

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 comments

  1. Hah, itu tho gunanya listing di Twitter? Hohoho..thanks ya, Lih.

    Saya rasa listing ini bermanfaat buat orang yang merasa kebanjiran informasi. Saat orang merasa sudah nggak bisa milah-milah lagi prioritas untuk dibaca, well..di sinilah fungsinya listing.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *