“What to Discover”

Banyak teman saya, dan seringkali juga saya sendiri, menanyakan pertanyaan ini ketika mau memotret suatu tempat, “Apa yang bisa difoto di sana?” Biasanya pertanyaan ini muncul ketika kita menghadapi tempat yang “biasa” saja yang banyak orang sudah tahu dan khatam. Kita takut foto kita menjadi tidak spesial lagi.

Misalnya, apa sih yang bisa kita dapat di gang depan rumah? Jalanan sempit berlapis aspal atau beton, tiang listrik, pedagang kaki lima mendorong gerobak… semuanya umum. Berbeda misalnya kalau kita memotret tempat-tempat yang terpencil seperti taman nasional Ujung Kulon, kepulauan Karimun Jawa — dimana asal jepret saja sudah menghasilkan foto yang bagus.

Justru di sinilah tantangan bagi setiap fotografer. Seharusnya pertanyaan kita bukanlah “What to photograph” tetapi “What to discover”. Apa yang bisa kita temukan di sana? Apa yang bisa kita lihat sudut-sudut dan objek-objek yang dilupakan orang. Sudut-sudut yang sedemikian rupa kita tempatkan dalam bingkai foto dan menghasilkan foto yang unik dan menarik.

Misalnya foto ini. Ini saya ambil di Pancake, di Pacific Mal Jakarta dengan kamera saku Canon Ixus 120 IS. Ini cuma sekadar dekorasi penghias. Mungkin bagi kebanyakan orang, apalah yang spesial di dekorasi sebuah kafe. Tetapi bagi saya, ini berbeda. Ketika dekorasi ini saya isolasi dari hiruk pikuk keramaian pengunjung, saya melihat banyak cerita di foto ini. Bahwa ternyata dekorasinya nyambung sekali dengan makanan yang jadi andalan kafe ini. Pemilihan warna dan pencahayaan yang didominasi merah membuat makin serasi. Pesan inilah yang saya coba rekam di kamera dan saya share ke Anda. Apakah pesannya sampai atau tidak, itu urusan lain. Itu murni ketidakmampuan saya dalam teknis memotretnya.

Published
Categorized as Fotografi

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 comments

  1. Saya beberapa kali ditanya, ngapain kamu photo obyek ini atau itu, ngapain? gada gunanya!

    Terus terang saya merasa kesal, tapi simpan di hati. Bagi saya sering kali obyek yang bagi orang lain tidak menarik, tetapi menarik di mata saya. Atau obyek yang biasa bahkan tidak menarik bagi saya harus dibuat menarik, biasanya dengan mencari angle yang bagus 😉

Leave a Reply to roland Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *