Catatan Piala Dunia 2010

Tidak, saya tidak akan menulis tentang analisis atau prediksi atau semacamnya. Sudah terlalu banyak komentator, jadi sejak awal Piala Dunia dimulai, saya berjanji tidak akan membahas tentang permainan siapapun meskipun saya ingin. Di sini saya menulis tentang catatan harian mengenai sekitar Piala Dunia saja, seperti di Piala Dunia 2006 ini.

Bagi saya, Piala Dunia pertama yang bisa masuk memori dengan jelas adalah Piala Dunia 1994. Saat itu saya menjagokan Brazil karena suka dengan trio Romario-Bebeto-Rivaldo. Kakak-kakak saya menjagokan Italia dan Jerman. Kemudian di Piala Dunia 1998 adalah saat saya memiliki sekolah baru, SMUN 01 Boyolangu. Piala Dunia 2002 adalah salah satu saat menegangkan dimana saya harus melewati ujian SPMB di Malang. Piala Dunia 2006 adalah transisi dimana saat itu adalah masa terakhir saya di Surabaya sebelum akhirnya hijrah ke sini: Jakarta Raya.

Piala Dunia 2010, nampaknya belum menjadi masa transisi. Tetapi bisa juga dikatakan transisi karena saya baru saja punya kampus baru, Universitas Bina Nusantara, sebagai tempat saya belajar manajemen bisnis. Saya bangga bisa sekolah di kampus ini, dan saya bersyukur cukup beruntung bisa sekolah di kampus ITS dan sekarang melanjutkan di kampus Binus — dua universitas yang memiliki karakter berbeda.

Jago saya, Brazil, sudah ditumbangkan Belanda di perempat final. Yeah, harus diakui mental mereka kurang cukup menghadapi aktor-aktor telenovela tim Oranye. Jerman bagus tahun ini, Spanyol juga, tetapi siapa tahu saja bahwa juara tahun ini adalah Uruguay? Biar pasar taruhan kacau balau, ha ha ha…

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

4 comments

  1. tahun ini dukung Ghana, tapi kalah mengenaskan … hiks2
    *Brazil never ending story … we are the yellow jersey 🙂

Leave a Reply to nra Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *