Mendatangkan Keberuntungan

Siapa yang pernah bilang bahwa foto bagus itu didapat oleh fotografernya karena keberuntungan, saya setuju. Saya mendapatkan beberapa foto yang bagus karena kebetulan berada pada saat yang tepat dimana pada saat itu settingan kamera juga tepat untuk kondisi seperti itu. Kebanyakan kesempatan hanya terjadi satu kali, dan jika berulang biasanya tidak seperti kesempatan pertama, tetapi kondisi yang sama sekali unik.

Karena beruntung, maka apakah fotografer hanya bisa pasrah saja? Ada kutipan menarik yang berbunyi “Luck is when opportunity meets preparation”. Bahwa sebenarnya banyak sekali kesempatan yang datang tetapi terlewat begitu saja gara-gara kita tidak siap dengan persiapan yang sesuai untuk menghadapi kesempatan tersebut. Di sinilah jam terbang membedakan mana fotografer berpengalaman dengan fotografer amatiran saja. Kesiapan mengantisipasi momment yang akan tiba, ketepatan prediksi akan datangnya momment dan kepekaan yang tajam terhadap situasi yang sedang dihadapi.

Seperti misalnya foto ini. Foto ini mungkin tidak terlalu se-spektakuler seperti milik fotografer pro begitu. Tetapi ini saya ambil karena saya mengantisipasi kejadian ini. Ketika masuk jalanan ini — dengan suasana setelah hujan dan dedaunan yang berserakan — saya membayangkan suasana yang sendu. Saya menset kamera di posisi bukaan terlebar supaya gambarnya soft, kemudian white balance ke cloudy agar efeknya kekuning-kuningan. Saya mencoba menjepret dan cukup puas dengan foto dengan kondisi jalan yang kosong.

Tetapi kemudian saya melihat pasangan — mungkin suami isteri — yang sedang berjalan berdua. Saya segera berpikir bahwa ini akan melengkapi suasana yang telah saya bayangkan. Jadi saya menunggu mereka dengan tidak mencolok, dan ketika sudah sampai belakang saya baru saya menjepret satu dua kali. Dengan sedikit post processing, saya mendapatkan hasil yang saya inginkan untuk mendampingi puisi saya: Jejak Langkah.

Perlu dua paragraf untuk menceritakannya, tetapi kejadian sebenarnya berlangsung tak lebih dari dua menit saja.

Hanya dengan terus bereksplorasi dan terus memotret saya kira kepekaan mengantisipasi momment akan terus terasah. Sehingga kita makin sering berada di tengah keberuntungan ketika jari kita menekan tombol shutter. Jepret. Jepret. Jepret!

Published
Categorized as Fotografi

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

1 comment

  1. benar ya, kadang harus menunggu beberapa lama utk mendapatkan keuntungan dg angle yang tepat 😉
    pernah sehari pegang kamera teman, mungkin karena kurang beruntung ngak dapat angle akhirnya, ngak dapat foto sama sekali 😀 hehehe

Leave a Reply to aRuL Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *