Mau dan Mampu Saja Tidak Cukup!

Well, jadi saya sudah suka dengan tampilan Ubuntu. Oke. Saya juga sudah membuat beberapa tugas kuliah dengan menggunakan OpenOffice Writer. Oke. Saya sudah berinternet ke sana ke mari dengan Firefox di atas modem 3G. Oke. GIMP menjadi sangat menarik di versinya sekarang. Oke. Saya juga sudah bisa me-routing laptop ke jaringan dalam kantor sehingga saya tetap bisa mengakses data kantor sementara saya bisa berinternet ria dengan bebas tanpa blokade proxy lewat modem. Oke. Saya berhasil menyambung VPN juga kalau saya sedang di luar kantor untuk mengakses email-email urgent. Oke. Evolution sudah bisa saya pakai untuk email client. Oke.

Saya sudah mau pakai.
Saya juga sudah mampu membuat Ubuntu bekerja sesuai kebutuhan saya.

Nyatanya, saya masih harus memakai Powerpoint untuk presentasi di ujian akhir kuliah Communication minggu depan. Saya hanya ingin aman dan tidak mau diganggu oleh masalah kompabilitas, karena saya 110% yakin pengaturan apapun yang dibuat di OpenOffice akan rusak di Powerpoint meskipun saving-nya sudah dalam format PPT. Pakai laptop untuk presentasi? Ribet om, menghadapi sesi presentasinya sendiri sudah banyak yang harus diantisipasi, apalagi jika harus disibukkan oleh masalah teknis.

Tugas akhir kuliah Statistik juga memaksa saya memakai Excel karena saya memerlukan Data Analysis Toolpak dan Solver. Meskipun ada Solver dan third-party-macro di OpenOffice, saya belum bisa memakainya (masalah klasik software bebas tanpa jaminan, lack of documentation).

Jadi, kawan-kawanku, mau dan mampu saja belum cukup. Anda semangat untuk bebas dari pembajakan, Anda memiliki kompetensi yang cukup untuk menangani masalah-masalah yang akan timbul, itu belum cukup. Lebih baik beli Windows 7 yang tak sampai 2 juta rupiah. Tapi jika dua juta cukup berarti di saat Anda bisa beli CD bajakan seharga lima belas ribu, it’s time to do good and well.

Alternatifnya, Anda bisa beli notebook yang ter-bundle dengan operating system dengan mengisi software bebas ke dalamnya, atau mari bersama saya bertualang bereksplorasi di dunia baru yang belum pernah kita masuki, dunia yang aneh, tapi sering juga mengasyikkan.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

6 comments

  1. Msalah yang sangat klasik buat mereka yang berupaya migrasi ke free/opensource software . . . di sebuah Universitas Swasta di Barat Surabaya, di tiap kelas/studio disediakan kompie untuk dipakai untuk presentasi baik oleh dosen dan mahasiswa.

    Di kompie-2 tersebut disediakan ms office yang saya cukup percaya mereka beli lisensinya. Entah kenapa saya cukup heran kenapa staff IT juga tidak menyediakan openoffice secara kan gratis secara lisensi, tinggal unduh, install, beres. Padahal saya yakin para staff IT itu bukannya buta soal OSS apalagi soal Openoffice.

    Dengan cara seperti ini dosen/mahasiswa justru tidak melihat adanya alternatif selain ms office sehingga kebanyakan dari mereka memakai ms office bajakan. Mo gimana lagi kalau di kompie kampus isinya cuman ms office.

    Anyway soal dokumentasi emang software OSS cenderung lemah disini. Kalau ada yang jago Openoffice mbok nulis buku ya yang banyak biar menyaingi buku-2 ms office

  2. Hemm ya malah dulu ada teman saya yang menganggap bahwa kalo mau beli software ya ke glodok. CD software 10 rebu, CD playstation 5000, CD mp3 5000. Dan sama sekali gatau bahwa harga windows dan game2 itu lebih dari $100.

    Kalau saya sendiri kebetulan pakai mac. Office juga pake Neo Office (open office versi mac). Semua rata-rata pake freeware tapi photoshop nya masih bajakan hehe..

  3. Pakai laptop untuk presentasi? Ribet om,

    kalaupun dipaksa pake laptop sendiri. blum tentu si ubuntu bisa akur dg lcd proyektornya 😛

  4. Saya hampir lupa, sebenarnya ada solusi kalau kompie/notebook yang akan kita pakai ga ada software FOSS yang kita butuhkan seperti Openoffice misalnya. Solusinya adalah menggunakan portableapps dari : http://portableapps.com/ jadi lsg main di flashdisk, gampang toh? 😉

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *