SLR Nikon, Saku Canon?

Ada pertanyaan menarik dari Om Roland di postingan ini:

Mas Galih maw tanya niy, kan Mas bilang suka Nikon karena karakter warna, bisa dijelaskan ga Mas apa itu maksudnya? Apa bedanya Canon ma Nikon? Saya juga pertimbangkan maw bli DSLR . . . oya kenapa kamera pocket mas itu Canon bukan Nikon?

Karena jawabannya bakalan agak panjang, saya jadikan satu posting tersendiri untuk menjawabnya.

Karakter Warna

Menjelaskan karakter warna antara Nikon dan Canon itu gampang-gampang susah. Ini erat kaitannya dengan kedalaman kontras, brightness, saturation, dan color temperature itu sendiri. Namun jika dikatakan secara awam, saya merasa kecenderungan warna Canon itu lebih natural dan alami daripada Nikon. Canon memiliki warna yang sangat alami terhadap skin tone (warna kulit). Lha? kok saya malah nggak suka dengan yang alami? Karena saya menganggap itu sebagai warna pucat. Saya harus menambah tingkat kontras di Canon.

Karakter warna Nikon memiliki kecenderungan lebih hangat. Lebih kontras meskipun tidak sampai over saturated. Karena kebutuhan saya kebanyakan hasil foto adalah untuk dinikmati di monitor komputer, saya membutuhkan warna-warna yang kontras agar lebih eye-catching. Nikon D40 sangat memenuhi kebutuhan ini dengan catatan metering-nya yang sedikit kacau sehingga perlu koreksi olah digital. Nikon D90, seperti yang ditampilkan di sesi hunting pertama bersamanya, memiliki noise yang jauh lebih halus, metering yang lebih akurat, sehingga sangat pas dengan kebutuhan.

Kamera Saku Canon?

Saya bukanlah seorang fotografer yang fanatik dengan suatu brand. Sejak awal, kamera saku saya adalah Canon. Canon Powershot A400 kemudian berlanjut ke Canon Ixus 120 IS. Mengapa saya memilih Canon? Hanya sekadar selera. Saya agak ragu-ragu dengan kualitas kamera saku Nikon karena sempat ada produk Coolpix yang dianggap produk gagal. Saya suka Ixus karena bentuknya yang mungil sehingga tidak terlalu mengganggu dimasukkan ke dalam saku. Nyaris terasa seperti ponsel.

Saya tidak terlalu mengejar kualitas karena kebutuhannya hanya untuk fun dan kepraktisan belaka. Foto-foto ketika datang ke acara pernikahan teman, foto kehidupan sehari-hari, dan membuat kita selalu siap menangkap objek yang tidak terduga. Jika saya menginginkan foto yang lebih serius, tentu saja saya akan mengambil kamera SLR. Saya tidak suka kamera ponsel. Kualitasnya di bawah standar. Itu hanya fitur nice to have saja.

Nikon atau Canon?

Pertanyaan legendaris yang sulit dijawab. Ini seperti pertanyaan, “Pilih distro Linux apa?”. Percayalah, browsing di forum-forum tidak akan banyak membantu. Itu akan membuat Anda semakin bingung untuk menentukan pilihan.

Jadi jawaban saya simpel saja: Keduanya sama-sama kamera berkualitas baik. Keduanya sama saja. Mana yang lebih disuka, itu pilihannya. Mana yang dipakai oleh teman-teman dekat, itu akan banyak membantu. Bisa pinjam lensa, diskusi teknis, dsb.

Uniknya, inilah fakta-fakta ketika saya dulu memilih Nikon atau Canon: teman banyak yang pakai Canon, warna lebih natural, noise yang lebih halus, dan harga yang cenderung lebih murah. Tetapi saya lebih suka Nikon. Nikon itu kamera, bukan printer atau mesin fotokopi! Hahaha…

Published
Categorized as Fotografi

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

8 comments

  1. Piye kabare mas, lama gak main ksini… sekarang kok malah pengen punya poket, soalnya SLR gak praktis ya klo dibawa2. Klo gak untuk event yg agak serius, gak bakal dicangklong deh tuh SLR 😀

  2. wakakakaka pertanyaan legendaris itu juga selalu saya jawab dengan jawaban itu, bahwa canon itu mesin fotokopi dan printer, bukan kamera!

    *mungkin dapatnya jawaban itu dulu juga dari blog ini*

  3. Kemaren udah nyobain dong Canon IXUS 120S itu.. Hmm not bad, terutama sih kepraktisannya ^o^

    Setuju dengan kalimat terakhirnya tuh =P

  4. @mae:
    Alhamdulillah masih eksis. Yup, makanya saya juga beli kamera saku yang mungil pada akhirnya. SLR terlalu berat buat dibawa kemana2 tanpa konsep awal.

    @dion:
    atau mungkin aku yang dapet jawaban itu dari blog deteksi? ha ha ha

    @dhodie:
    tapi kualitasnya masih kalah dibandingin panasonic lumix om… Ixus 120 bukan kamera saku terbaik kalau soal kualitas

  5. Hyaaaaaaaaaaaaaaaaa . . . koq dipanggil om siy, serasa bangkotan! tapi gapapa siy dah punya ponakan yang manggil daku Om . . . tapi saya bukan Om-2 ya :p

    Anyway thx dibalas pertanyaannya dalam sebuah artikel, saya merasa terhormat apalagi ada link blog saya disitu.

    Oya kapan hari saya nonton sebuah acara tivi lokal, disana berjejer para photografer. Yang saya perhatikan banyak juga yang pake DSLR merk Sony, gimana Mas ini merk dibandingkan dengan Canon ma Nikon?

    btw Sony iku lak dodolan tipi, la po’o yo koq dodolan kamera? 😉

  6. relatif punya kualitas sama, ada keunggulan & kelamahannya masing2. dari aku yg ga ngerti soal fotografi, Nikon lebih ngejreng warnanya, lebih tajam, Canon standar aja.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *