Twilight

FLICKR
Lokasi: Pancoran Barat, Jakarta Selatan
Canon Ixus 120 IS

Kuncinya adalah selalu peka dan siap dengan kamera. Sabtu sore, waktu saya asyik mencoba nada-nada partitur Love of My Life-nya Queen, dengan ditemani sebungkus Citato (dua bungkus Kusuka dan Qtela telah ada di tempat sampah), jendela kamar saya menawarkan pemandangan yang tidak biasa. Saat itu situasinya masih basah karena hujan, dan saya tidak tahu mengapa sore yang biasanya memerah suram menjadi kuning keemasan seperti ketika terbit pagi.

Saya segera mengambil kamera di atas meja, membuka jendela, dan klak klik sampai adzan maghrib berkumandang dari musholla di bawah. Inilah yang paling saya suka dari kamar kos saya: terletak di lantai dua, jendela ke udara bebas, langsung ke arah matahari tenggelam. Kamar yang jarang-jarang ada di Jakarta (kebanyakan pengap, sempit, tidak berjendela, kalaupun ada langsung menghadap kompleks yang sempit umpel-umpelan).

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

7 thoughts

  1. Tiga kali pertamaxxx…
    1. Pertama berkunjung ke blog ini
    2. Pertama komeng
    3. Komeng pertama di postingan ini.
    Fotonya keren, bro. Salam kenal.
    Salam

  2. terus terang saya iri sama senjata sampeyan yang Canon itu, ternyata walau sama-2 pocket ma kamera saya yang Kodak C713 tapi itu canon pake DIGIC 4, weleh-2 . . . hasilnya bagus, saya rasa itu juga karena bisa melihat momen yang tepat, sip banget Mas! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *