Maya Hasan

FLICKR
Lokasi: The Java Jazz Festival 2010, Jakarta Pusat
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm VR

Harpa elektrisnya seperti tunduk patuh terhadap perintahnya. Jemari-nya yang lentik dengan lincah memetik senar-senar harpa, tanpa sekalipun salah nada. Ia memetik dengan sempurna nyaris tanpa distorsi. Siapa dia? Jika Anda pernah mendengar dentingan harpa di lagu Kasih Tak Sampai-nya Padi (2001), ialah sang pemetik nada-nada tragis nan menyayat hati itu.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

4 comments

  1. Nice story mas, btw saya pengen mengomentari photonya, kalau ga salah Nikon D40 itu DSLR ya Mas? (waduh gitu aja masih nanya) btw saya melihat bayangan merah melintas dari kiri ke kanan (atau dari kanan ke ke kiri ya?) anyway itu dibelakang kepala Maya Hasan. Yang saya sebut bayangan itu full of noise . . . saya jadi ingat kamera ala kadar saya yaitu Kodak C713, kalau dibuat moto dalam ruangan kurang cahaya tanpa blitz sudah pasti noisenya ciamik soro banget walaupun isonya dah di pol! pertnayaanya apa kamera sekelas DSLR juga punya problem noise ya Mas? Trus ngatasinya yo opo yo?

  2. @roqwez:
    Tentu, semua DSLR dari kelas ecek ecek sampai kelas super mahal punya masalah terhadap noise, apalagi D40 yang DSLR kelas entri level. Foto ini diambil pakai ISO 1600, nyaris kemampuan maksimal D40 (ISO 3200), jadi wajar kalau noise-nya parah. Salah satu mengatasinya pakai software noise reducer (tapi aku nggak begitu suka karena efek plastiknya), atau dijadikan black and white supaya noise-nya jadi malah membantu mempercantik foto 😉

    @dion:
    yoi…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *