Bertemu “Teman Lama”

Saya benar-benar merasa excited Senin malam itu. Rasanya seperti bertemu teman akrab yang sudah lama tidak pernah bertemu. Ya, kami mungkin memang sudah tidak bertemu lagi sejak empat tahun yang lalu. Yeah, sampai sekarang pun saya masih sering memikirkan apa kata dosen pembimbing TA S1 saya dulu, atau kata manager saya beberapa bulan yang lalu: bahwa saya sebenarnya lebih sesuai sebagai akademisi daripada sebagai profesional.

Siapa teman lama yang saya maksud? Ia adalah Statistik, he he he… Ia memang sudah berganti nama beberapa kali. Dulu waktu masih menjadi mahasiswa junior namanya Statistik dan Probabilitas, diajar oleh dosen dari jurusan FMIPA Matematika. Kemudian setelah jadi mahasiswa tingkat akhir berubah nama menjadi Riset Operasional, berkutat dengan what if analysis dsb. Saya masih ingat dosennya adalah Pak Joko Lianto.

Sekarang, di S2 namanya berubah lagi jadi Quantitative Business Analysis. Saya tidak berarti sudah mengerti konsep-konsep dasarnya, tetapi paling tidak kemarin itu saya dilanda sensasi yang aneh dan menyenangkan, bahwa sudah sekian lama saya tidak bertemu dengan notasi Matematika, istilah-istilah dan suasana akademis ketika di ruang kelas. Mencatat di loose leaf, melihat presentasi powerpoint sambil mendengarkan celotehan pak Profesor yang nyentrik, tersenyum berkali-kali ketika berhasil menebak lambang-lambang latin sebagai population mean, sample mean, variance, standard deviation sambil bergumam, “Aku masih mengingatnya!”

Saya sudah menyesal dulu belajar Statistik tidak sampai ke hati. Saya tidak tahu apa makna multivariate, atau fungsi vektor eigen selain notasi-notasi limit mendekati tak hingga dan angka-angka yang memusingkan. Kali ini saya berjanji akan lebih serius lagi, khususnya dalam aplikasinya dalam manajemen bisnis.

Semoga waktu akan mengizinkan saya untuk melakukannya. Semangat!

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *