Tentang Emoticon Senyum :)

Salah satu elemen komunikasi yang sangat penting yang tidak ada dalam komunikasi berbasis teks adalah tidak adanya ekspresi/mimik wajah. Tanpa adanya ekspresi, sebuah tulisan bisa ditafsirkan dengan sangat berbeda oleh masing-masing pembaca — tergantung suasana hati si pembaca. Kata-kata yang mengumpat, namun jika itu diucapkan dengan raut wajah jenaka jelas akan menjadi candaan yang hangat, yang sayangnya bisa ditafsirkan berbeda jika itu ditulis di chat room. Sudah berkali-kali kesalahpahaman yang ada di chat room.

Penyedia layanan chatroom seperti Y!M dan arena mengobrol santai macam Plurk menyediakan emoticon — gambar icon yang menggambarkan ekspresi yang berhubungan dengan kalimat yang ditulis — untuk membantu melukiskan ekspresi. Tidak banyak membantu, tetapi cukup berguna. Saya bilang tidak membantu karena tafsir emoticon itu sendiri pun juga berbeda-beda bagi setiap orang.

Ambil contoh icon senyum yang berkode πŸ™‚ ituΒ  []. Tentu ini artinya senyum simpul yang tidak sampai keluar gigi. Tapi baik di Y!M dan Plurk, saya menafsirkannya dengan sedikit berbeda. Saya mengartikannya: senyum yang menyembunyikan sesuatu dan sifatnya serius, bijaksana, mengalah, senyum maklum, dan semacamnya. Kadang-kadang cukup menjengkelkan melihat orang di chatroom tersenyum dengan cara ini. Senyum ini jauh dari keceriaan, bertolak belakang dengan senyum jahil yang kelihatan gigi dan berkode πŸ˜€ (mringis) [].

Tetapi di situlah menariknya komunikasi lewat dunia maya. Adalah suatu hal yang bisa dimengerti jika seseorang bisa berperan sebagai pribadi yang benar-benar berbeda di dunia maya. Seseorang yang sangat pemalu dan introvert bisa menjadi begitu ceria dan akrab dengan teman-teman mayanya — karena ia tidak harus menunjukkan ekspresi yang sesungguhnya, ia hanya diwakili oleh emoticon-emoticon yang bisa diartikan apa saja oleh setiap orang.

Saya tidak tahu apakah ini akan berlanjut hingga nanti ketika era jaringan pita lebar (broadband) telah benar-benar menyentuh semua lapisan masyarakat pengguna internet Indonesia. Apa jadinya jika orang bisa saling melihat wajah melalui videoconference? Ah, mungkin saya akan kehilangan peran yang sekarang begitu saya nikmati di dunia maya ha ha ha…

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

19 comments

  1. simbol semacam ini akan tetap eksis sampai kapanpun mas.. bahkan mengalami penambahan variasi bentuk yang makin beragam..

    sayangnya di sini dimatikan ya automatic convert emoticon-nya? πŸ˜€ πŸ˜‰ :mrgreen:

  2. Dasar anonymous blogger πŸ˜†

    Ah tapi saya setuju dengan emoticon senyum ini, saya pun kurang suka. Kayak apa yah? kesannya setuju tapi sebenarnya nggak hehe.. makanya saya pun jarang banget makenya πŸ˜€

  3. Inilah yang bikin kasus seperti luna maya, karena faktor emosi banyak yang abu-abu di dalam komunikasi di dunia maya.
    Icon-nya senyum, bahkan meringis, padahal marah.
    Kalau yang senyum cewek pujaannya, dikira lagi senyum dengan penuh perhatian, kalo yang senyum cowok, dikira senyum meremehkan.
    πŸ˜€ <— kira-kira ini senyum maknanya apa ya?

  4. ^_^ = senjoem jang sok kiyoet

    O_o = senjoem bola-bola

    ^^ = senjoem orang jang soeka main mata

    >_< = senjoem orang jang seperti koetjing

    ?(??)?ZZzzz… = orang jang sedang tidoer tidak tersenjoem

    dan lain sebagai nja

  5. ^_^ = senjoem jang sok kiyoet

    O_o = senjoem bola-bola

    ^^ = senjoem orang jang soeka main mata

    >_< = senjoem orang jang seperti koetjing

    ?(??)?ZZzzz… = orang jang sedang tidoer tidak tersenjoem

    dll

  6. yaaa, itulah tulisan, tidak punya intonasi seperti suara. dan emoticon membantu memuculkan intonasi tersebut.

    Senyum :), kalo saya suka tuh, kalo menurut saya memang senyum simpul dan setuju. Kalo ekspresi ndak setuju saya pakai emoticon yg lain yang sesuai. Lagi lagi beda otak beda opini πŸ˜€

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *