Sinergi dan Harmoni

FLICKR
Lokasi: Plaza Senayan, Jakarta Selatan
Canon Ixus 120 IS

Apa jadinya jika tahun baru Imlek bersamaan dengan hari kasih sayang Valentine? Plaza Senayan dengan cerdik menyatukan keduanya dengan pernik khas Tiongkok dengan dicampur warna pink khas Valentine. Saya kagum rupanya cantik juga dua warna yang berbeda ini jika disatukan.

Saya sadar betul, bahwa Valentine adalah produk kapitalis yang diciptakan oleh pemasar dengan memanfaatkan sedikit sejarah agama. Tetapi ketimbang ribut-ribut berdebat tentang boleh dan tidaknya perayaan Valentine, saya memilih ikut menyebarkan kasih sayang kepada orang-orang terdekat saya. Bikin puisi, bercerita tentang cinta, bersimfoni Fur Elise yang menyayat hati, mengajak burung-burung bernyanyi, dan mengajak bunga-bunga tersenyum.

Untuk ketiga kalinya, keinginan saya datang ke kelenteng (satu di Kembang Jepun, dua di Petak Sembilan) untuk memotret event Imlek gagal lagi. Saya harap nanti ketika perayaan Cap Go Meh, kelenteng di Tulungagung bikin event sehingga saya tetap bisa memotret pas mudik nanti.

Untuk pembaca saya yang setia,
Be my valentine, I wish you a happy new year
,  zhù ni xin nián kuài lè
🙂

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

10 comments

  1. woh, di PIM 2 jadi sesek 😛
    setau saya, harusnya Cap Go Meh itu lebih meriah, karena ada barongsai yang ditunggu-tunggu. Barongsai saat cap go meh ditunggu karena katanya memberi berkat yang lebih 😀

  2. 14 februari? kencan dengan dapur, hehe
    jadi ingat waktu masih SMP. Guru agama adain razia valentine. bagi yang muslim n ketahuan bawa semacam coklat atau barang2 khas valentine bakalan di “setrap” n di masukin BP (ekstrim tenaaan)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *