Apa sih yang Enggak Buat Cinta?

FLICKR
Lokasi: Debenhams, Supermall Lippo Karawaci, Tangerang
Canon Ixus 120 IS

Iklan yang buat saya akan sangat menggelitik bagi para cowok-cowok eksmud kelas atas. Masak berat sih ngeluarin duit sejuta untuk selembar lingerie untuk kekasihmu? Mungkin kira-kira itu pesan yang ingin diteriakkan Debenhams Department Store kepada mereka yang sedang lewat.

Iklan ini begitu elegannya sehingga saya memerlukan berhenti sebentar untuk mengamatinya. Bahkan sempat bertanya-tanya apa arti “What’s not to love”. Mulai penempatannya yang di depan sebuah foto pria tampan yang memakai setelan jas, tipografinya, pemilihan kata, hingga posisi grafis lingerie-nya.

Iklan ini memang hanya akan mengusik pria-pria berduit, tapi bukankah memang itu segmen pasar Debenhams? Ini tentang kelas sosial, ini tentang harga diri, bahwa demi menyenangkan hati sang kekasih, berapapun tidak masalah. Jika efeknya adalah sebuah kecupan di pipi dengan bisikan, “terima kasih, sayang”, apalah arti sejuta dua juta untuk sekadar lingerie? Iya nggak? 🙂

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

9 comments

  1. copywriting yg agak2 aneh, imho. “what’s not to love?” menimbulkan kesan pertama “apa yg tak pantas dicintai?” kalo misalnya “what’s not for love?” imho, lebih tepat.

  2. kata2 di situ ndak begitu penting karena point of interestnya ada di gambar bra. cowok akan langsung nyambung, membayangkan dalamnya bra yang besar montok padat dan kenyal dengan bagian ujung yang ranum..

    gak eman kalo ngluarin 5jt buat sebiji bra, karena akan dapat isinya 😉

  3. yah kelas sosialnya di atas perlu hadiah yg elegan, tapi coba kalo kelas bawah belikan lingerie, ntar ditabok pacar… hahaha

    @budiono : pengalaman banget nih transaksi jual beli isi bra…. 😆

  4. @efahmi!:
    tapi tetap menarik untuk dilihat kan? 😉

    @budiono:
    ha ha ha… aku juga terlintas pikiran itu, tapi kalo kutulis seperti itu lak vulgar ha ha ha…

    @aRuL:
    pengalaman ngasih lingerie terus ditabok rul? wkwkwkwk….

Leave a Reply to Galih Satria Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *