Background Putih atau Background Hitam?

Setiap Jumat, saya shalat jumat di kantor. Jumatan ini unik, karena diselenggarakan di lantai gedung yang dipakai untuk semacam ballroom. Majelis Taklim Telkomsel yang menyelenggarakannya. Kok bisa? Yaa karena kebetulan kantor saya ada di kantor pusat Telkomsel di gedung Wisma Mulia.

Nah, apa yang menginspirasi tulisan pendek ini, setiap kali, panitia selalu merekam ceramah khatib dengan menggunakan handycam yang dipasang di tripod yang diarahkan ke mimbar. Agar fokus, maka di belakang khatib dipasangi layar putih yang biasa dipakai sebagai layar proyektor in focus.

Menurut saya, pemilihan warna putih sebagai background kurang tepat karena membuat subjek utama (khatib) menjadi kurang jelas dan seringkali wajahnya gelap. Mengapa? Ini hubungannya dengan teknik metering.

Metering adalah cara kamera mengukur cahaya yang ada. Ia mengkalkulasi jumlah cahaya dengan memperkirakan seberapa banyak pantulan pada warna-warna, dari hitam hingga putih. Warna hitam dianggap benda yang tidak mendapatkan cahaya yang cukup. Warna putih dianggap benda yang terlalu banyak mendapat cahaya. Kemudian selanjutnya adalah kompromi. Setting bawaan auto kamera (evaluative metering — Nikon) berusaha menerangkan yang hitam dan meredupkan yang putih di semua area agar semua mendapatkan pencahayaan/terekspose dengan baik.

Nah, apa yang terjadi kalau background-nya putih? Putih lebih dominan dibandingkan warna lain (subjek — khatib itu sendiri). Karena itu, kamera akan meredupkan pencahayaan untuk mendapatkan area putih yang pas (teksturnya masih terlihat, tidak overexposed). Akibatnya subjek utama akan tidak terlalu terekspose (terlihat gelap). Ini juga terjadi pada subjek-subjek yang memiliki background berwarna terang atau pencahayaan dominan dari belakang (backlit).

Biasanya, solusi untuk permasalahan ini adalah menggunakan cahaya dari depan untuk melawan warna background. Teknik ini dinamakan fill-in lighting. Gampangannya, hidupkan lampu blitz kamera untuk memperjelas subjek.

Nah, dalam kasus khatib jumat ini, akan lebih baik jika background-nya berwarna hitam. Kamera akan menganggap warna hitam yang dominan sehingga akan memperjelas subjek. Dengan demikian, tidak diperlukan pencahayaan tambahan untuk memperjelas subject.

Sebagai ilustrasi, saya sertakan foto maskot dufan ini. Kapan-kapan, saya akan bahas metering dengan lebih teknis lagi. Tapi sebagai awalan, begini dulu biar lebih mudah dimengerti.

Bagaimana menurut Anda? Menurut saya, saya lebih mudah mengidentifikasi detail objek sebelah kiri daripada sebelah kanan. Dalam kondisi yang lebih kompleks, boneka di sebelah kanan akan cenderung gelap ketika mendapat cahaya terang. Bisa Anda coba sendiri kok kalau tidak percaya he he he…

Published
Categorized as Fotografi

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

11 comments

  1. @aRuL:
    aku ngga tau kalo di bidang fashion he he he

    @hedi:
    Kalo hitem beneran jadinya kek mau ke pemakaman mas. Tapi meskipun berwarna merah atau biru, warna yang dipilih adalah yang gelap, lagipula, di studio, lighting bisa lebih fleksibel dilakukan sehingga kalaupun background warna putih, subjek masih bisa terekspose dengan baik.

    @deady:
    thank you kunjungannya, salam kenal juga 🙂

    @fahmi!:
    yup. abu-abu adalah warna netral.

  2. saya rasa siy tergantung obyeknya. Kalau obyeknya cenderung gelap lebih baik memang backgroundnya lebih terang sebaliknya juga demikian. Kalau obyeknya cenderung gelap lebih bagus bakcgroundnya lebih terang. Hitam diatas putih dan putih diatas hitam, kurang lebih begitu 😉

  3. @roland:
    ah iya, sebenarnya maksudnya memang begitu, di sini saya kan mengambil studi kasus dengan subjek berwarna terang. terima kasih tambahannya 🙂

    @itan:
    hehehe bener juga ya… saya ambil contoh hitam karena yang paling ekstrim dari yang gelap. sebagai kompromi mungkin warna lain seperti abu-abu gelap (thanks efahmi!) bisa dipakai

    @budiono:
    begitulah kira-kira, ini tentang kekontrasan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *