Sepuluh Foto Terbaik Saya di 2009

Tidak banyak event fotografi yang terjadi di sepanjang tahun 2009. Tahun 2009 memang tahun pikiran fotografi aneh-aneh di kepala saya, bahkan sempat melalui fase bosan. Saya amati, event hunting besar yang terjadi hanya: Cilegon di awal tahun, Karimun Jawa di pertengahan tahun, dan Kalimantan Timur di akhir tahun. Meskipun secara kuantitas, jumlah upload saya di flickr hanya separuh dari jumlah di 2008, namun pembelajaran yang ada tak kalah berkualitas dengan 2008. Sebenarnya, masih ada beberapa foto bagus yang saya ambil di Kaltim, tetapi karena ini erat hubungannya dengan “kedinasan”, saya tidak bisa mempublikasikannya.

Oke, tanpa membuang waktu lagi, inilah sepuluh foto terbaik saya di tahun 2009. Tidak diurutkan menurut prioritas tertentu.

01. Serenade Anyer

Selepas menghadiri pernikahan kawan saya di Cilegon, saya ngeluyur ke mercusuar titik nol kilometer jalan raya Daendels Anyer – Panarukan. Ini adalah foto HDR saya yang pertama yang saya anggap berhasil.

02.  Dasaadmusin Concern

Gedung perkumpulan zaman Batavia. Masih event di awal tahun, jalan-jalan di kota tua Jakarta. Berhubung saya sudah sering memotret di kota tua, tidak banyak yang saya dapatkan kecuali beberapa interior museum Bank Mandiri. Tetapi yang ini, saya suka karena hasil olahan HDR-nya mengesankan.

03. Selamat Pagi

Pertama kali menginjakkan kaki di Semarang. Pagi yang luar biasa. Pagi yang membuat saya terlempar ke dalam alam imajinasi novel “Bismillah, Ini Tentang Cinta”. Bahwa di tempat inilah seorang Haydar berlutut bingung menghadapi tingkah dua pujaan hatinya: Salma dan Lexa.

04. Menyesap Nektar

Berbekal lensa pinjaman, saya hilir mudik di kebun belakang rumah berkalung kamera. Saya beruntung karena hasilnya cukup tajam. Meskipun tidak se-spektakuler foto-foto makro orang lain, tetapi inilah foto makro terbaik saya.

05. Bontang Kuala

Foto ini adalah jepretan terbaik yang didapatkan oleh si kecil mungil Canon Ixus 120 IS, kamera secondary saya. Tak mau kalah dengan kakaknya, ia menangkap suasana perkampungan nelayan Bontang Kuala — sebuah kampung di ujung kota Bontang, Kalimantan Timur — dengan sangat prima.

06. Negeri di Awan

Foto ini menjadi foto terbaik karena momen-nya akan sulit saya dapatkan lagi. Waktu itu saya beruntung, memakai pesawat paling pagi dengan cuaca yang sangat cerah. Dan yang paling penting, duduk di dekat jendela di lambung pesawat. Dan memang sampai sekarang kalau naik pesawat saya selalu menggunakan penerbangan malam hari.

07. Senja di Kalimantan Timur

Tak pelak, para fotografer sekaligus blogger senior yang sudah pro berkenan menyempatkan diri berkomentar di entri ini: Pak Iman Brotoseno dan Pak Benny Chandra. Saya sendiri menyukai sunset yang tidak ada duanya itu dan karena tiga menit yang berarti itu saya mengabadikan momen tersebut, saya menjadikannya foto terbaik 2009.

08. Membantu Adik

Foto human interest terbaik saya. Kunjungan ke panti asuhan di bulan Ramadhan, saya tidak sia-siakan untuk merekam sedikit sisi kehidupan sehari-hari anak-anak panti. Saya suka foto ini karena sangat bercerita, apalagi ditambah dengan munculnya ray of light matahari yang masuk lewat lubang ventilasi jendela.

09. Motif Ukir

Dari bandara Adi Sumarmo di Surakarta yang baru saja dibangun menggantikan bandara lama. Bandara ini dengan bangga menampilkan hiasan ukiran khas Solo — yang saya ketahui kemudian ketika riset literatur — berupa daun pakis yang menjalar liar.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

19 comments

  1. Wew,,top markotop mas el,smwa foto2nya bgus2,tp kurang 1 d,ktanya 10 foto?hehe. Btw,aku suka bngt nomer 8. Dapetin rol yg dpaduin ama ada humanya buat tu foto dramatic. :-D.ah,aku juga buat ah diblogku,foto-foto terbaik 2009..hi5..*ngubrek2 kompi dlu*.
    .:-P

  2. Wah photo-na mantap, saya sejak 2 minggu lalu mengikuti blognya Mas Galih, boleh saya katakan blogna bagus, kedua setelah blognya trinity traveler, btw saya ingin tanya Mas apakah photo-2 itu ada sentuhan software image editor? tentunya selain marking nama Mas Galih itu.

    Kalau iya, sejauh mana penggunaan software image editor diterapkan pada photo- Mas, Kalau tidak, boleh tau alasannya kenapa tidak pake software image editor, thx

  3. @all:
    thank you thank you…

    @roland:
    Terima kasih mas Roland, foto-foto sampean juga luar biasa 😀

    Foto-foto saya hampir keseluruhan melalui post processing di Adobe Photoshop. Paling sering adalah level adjustment, brightness and contrast. Yang kedua adalah rotate buat ngelurusin horizon di foto2 landscape. Biasanya miring sedikit. Lalu, kalau komposisinya kurang pas saya biasanya crop.

    Masking, layer blending, dan filter jarang saya pakai, meskipun juga ada, khususnya di foto2 HDR atau kalau saya lagi pengen eksperimen.

    Kalau ditanya kenapa, well, saya pikir, sah-sah saja menjadi fotografer yang potosoper, secara ini untuk tujuan fun saja (bukan untuk jurnalistik atau liputan resmi). Kita sekarang hidup di zaman digital yang photo editor memang disediakan untuk tujuan photo enhancement sehingga konsep yang kita rancang ketika menekan tombol shutter kamera bisa lebih tersalurkan. Bahkan, foto sudah melalui proses digital editing ketika diproses di kamera kan? Namanya aja digital camera, he he he he..

    Thank you,

  4. Makasiy ma pujiannya, jadi malu sendiri 😉

    anyway saya punya feeling yang sama dengan Mas Galih ini dan setuju dengan pendapat Mas Galih seperti yang mas Galih sebutkan diatas. Saya juga “retouch” photo saya minimal dengan auto white balance dan level/curve tergantung mana yang rasanya pas hasilnya di photo.

    Btw foto favorit saya diatas itu nomer 7 Senja Di Kalimantan Timur, saya suka dengan formasi awan dengan pendaran sinar matahari berbias, saya pernah nyoba motret sore dipantai, kadang untung-2an juga karena ga selalu ada awan, just my 2 cents 🙂

  5. wah, luar biasa!
    dan saya sepakat, bahwa foto “senja di kalimantan timur” adalah yang paling menarik, namun ke-9 foto lainnya sama sekali tidak bisa dikatakan tidak menarik !

  6. mantabs jayaaaa^^
    saya suka semua… tapi yang paling suka yang sunset + selamat pagi ituuh. huhuhu T.T

  7. bagus banget… 😀
    salut… paling seneng yang foto di panti asuhan.. bisa bercerita..
    two thumbs up! d(^^)b

Leave a Reply to vera Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *