Tentang Rich Dad Poor Dad yang Kontroversial

Rich Dad Poor Dad karya Robert T Kiyosaki ini memang fenomenal, meskipun sudah tidak lagi menempati rak “buku laris” di Gramedia, tapi buku ini cukup membuat gonjang-ganjing beberapa waktu yang lalu.

Sejak awal, ketika MLM sedang booming, saya sama sekali tidak tertarik. Saya adalah fans kerja keras, dimana orang harus bekerja keras untuk mendapatkan yang ia cita-citakan. Konsep MLM yang mendasari orang tinggal ongkang-ongkang kaki untuk menjadi kaya, tidak masuk di saya. Dan karena orang MLM selalu membawa buku ini menjadi “kitab suci”-nya, otomatis saya mengindari buku ini juga.

Ditambah lagi, beberapa tahun yang lalu dimana ngeblog juga sedang booming, seorang seleblog menulis artikel yang menyerang buku ini. Merasa sependapat, buku ini juga saya anggap sampah. (Padahal jika dicermati, penulis blog itu sebenarnya memakai gaya bahasa yang sama persuasif-nya dengan buku yang sedang ia serang — cuma lebih tidak kentara).

Oke, sekarang giliran saya mengutarakan pendapat tentang buku ini.

Tak dapat dipungkiri, si Kiyosaki ini kapitalis habis, pemuja uang. Uang adalah pusat dunianya. Gaya berceritanya menarik, persuasif, cenderung mempengaruhi ketika sang Ayah kaya memaparkan konsep-konsepnya tentang bagaimana mengelola uang. Gaya bahasanya cenderung meremehkan karyawan-karyawan yang setia bekerja keras, meremehkan orang-orang berpendidikan tinggi yang tidak bisa membebaskan diri dari masalah finansialnya.

Tapi hei, buku ini tidak sepenuhnya sampah — kecuali kalau kita membacanya dengan emosional.

Buku ini bagus. Berisi pelajaran tentang bagaimana mengelola uang. Bagaimana mengendalikan dua emosi yang bertolak belakang: ketakutan akan kekurangan uang dan ketamakan ketika mendapatkan uang. Menjadi kaya tidak cukup untuk bisa mengendalikan dua emosi ini. Bagaimana aset, pendapatan, investasi dikelola dalam hidup Anda. Menurut saya, sisi bagus buku ini terletak pada filosofinya. Memberikan kita sebuah sudut, potret, dan konsep bagaimana mengelola keuangan.

Tetapi buku ini akan menjadi sampah jika Anda menelan mentah-mentah hal-hal teknis yang sedang dibahas. Seperti yang dilakukan oleh orang-orang MLM itu. Konsep membuat uang bekerja untuk Anda terlalu berbahaya jika kalimat ini tidak dicerna bersama kedalaman pemikiran. Anda akan segera terjebak oleh kalimat-kalimat persuasif buku ini, terjebak oleh sisi emosi Anda.

Maksud saya, tidak harus menjadi pengusaha agar uang bekerja untuk Anda. Tidak harus memiliki rumah yang dikontrakkan untuk membuat liabilitas menjadi sebuah keuntungan (haha). Buku ini bagus untuk perluasan sudut pandang saja, bukan untuk diikuti. Kalau pun diikuti, juga mesti hati-hati dalam pelaksanaan implementasinya, karena persuasif-nya yang seperti tukang jamu membuat beberapa detail kesulitan-kesulitan berbisnis dihilangkan. Atau inilah review dari seorang yang bermental babu, bukan pengusaha atao enterpreneour hehe…

*melirik dua buah kartu kredit di dompet, inget tagihan bulan ini… (doh)*

Published
Categorized as Review

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

18 comments

  1. sy juga menganggapnya ada yg yg berbeda dalam buku ini dg prinsip MLM, buku ini jadi buku saktinya MLM.
    sebenarnya apa yg diajarkan di MLM baik diseminarnya sama aja dg seminar2 motivasi lainnya….

  2. klo gitu coba baca ebook nya safir senduk mas yg tentang bagaimana menjadi “kaya” dengan menjadi karyawan. pada dasarnya si tentang pola hidup dan pola pikir

  3. @pitri:
    Safir Senduk kadang terlalu matematis. Hidup ini disimplifikasi dengan hitung2an persentase aja. Tapi memang benar, semua nasihat bagus tidak akan jalan jika tidak disertai oleh dorongan yang kuat dari dalam diri.

  4. halaghhh….

    percum tak bergun…………. 😀
    masuk 1 keluar 1
    masuk 2 keluar 2
    masuk 12 keluar ya kok tetep duwabelas…

    Orang hidup itu sudah ada yg mengatur pas ti pas… :pertamina mode:
    pola pikir kalah karo keadaan whuehehehehe
    keinginan adalah penderitaan :iwan pals:

  5. Wah.. menarik nih, salah satu orang bijak adalah:
    1. Selalu ada sisi positif dari suatu hal
    2. Objektif, dalam arti tidak seenaknya sendiri menghakimi pendapat orang lain hanya berdsar ego dan perasaan saja.
    3. Apa ya… Xixixi..
    BTW, good job mas.

  6. Buku Sakti MLM…?Belakangan malah asuransi2 besar menggunakan buku ini dan serial2 selanjutnya sebagai patokan. Banyak MLM yg merekomendasikan buku ini maupun cashflow quadrant sebagai buku sakti mereka, namun ketika si Kiyosaki bener2 menulis buku tentang pemasaran Jaringan yang berjudul BUSINESS SCHOOL, tidak banyak MLM yg berani menggunakan buku itu sebagai buku sakti mereka.

    Masalah buku sakti, Tung Desem Waringin, Safir Senduk, Andre Wongso dan semua motivator2 juga mengamini kaidah buku ini. Si safir senduk memang menulis buku entang bagaimana menjadi “kaya” dengan menjadi karyawan. Dia membidik pangsa pasar terbesar yakni 90% orang yang ada di kuadran kiri (karyawan dan profesional), hasilnya, buku itu laris, dan dia dapat royalti banyak. (Itu UANG BEKERJA UNTUK KITA)

    In fact, jika kita sering datang ke seminar2 entah seminar bisnis, seminar MLM, seminar leadership atau apapun, konsep dari UANG bekerja Untuk Kita dipakai semua pengusaha sukses di Indonesia, dari bidang apapun.

    Jadi terserah buku itu kita pakai untuk apa, jika dicari negative nya maka kita akan ketemu negativenya, jika dicari sisi positifnya, ternyata juga buku itu banyak menginspirasi para pengusaha, tidak hanya pengusaha MLM dan Network Marketing.

    Jangankan masalah buku ttg cara cari duit, ttg agama buat jalan ke surga aja bisa menimbulkan kontroversi. Saya seorang muslim, jika bicara tentang Noordin CS, maka ISLAM = anarchy, padahal jika bicara tentang muslim yang sebenarnya berdasarkan kitab sucinya, muslim sangat mencintai kedamaian, sama seperti agama lainnya.

    So…just be a positive person…

  7. @hedi : kl lo memang males baca……

    @pak-git : kita pak yg ngatur bkn orang lain….. Tuhan jg ga ngatur kita…. cm ama Tuhan dikasih pilihan…. contohnya mw berusaha ato engga , percaya pada Tuhan ato engga terserah kita….. kl udah diatur sama aza kita kaya robot….. kasian deh lo

    @Bams : anda benar

  8. Hmm…
    setuju sama Bams,,
    Dosen saya di salah satu universitas terkenal di jakarta barat bukan orang MLM dan bukan Orang Asuransi, tapi beliau seorang pemain Saham dan punya beberapa perusahaan… Beliau menyatakan kalau dia telah termotivasi dari buku ini, dari buku Rich Dad Poor Dad ini dia yg dulunya seorang karyawan biasa sekarang bisa memiliki 4 perusahaan,, dia bilang buku inilah yg pertama ia baca (non akademik) dalam hidupnya dan bisa memberikan motivasi utk berubah sehingga bisa menjadi seperti sekarang dan dia menjadi dosen favorit para mahasiswi kampus karena wajahnya ganteng dan umurnya baru skitar 32 tahun,, Hmm sukses dalam waktu muda… Pengen Mode: On

    So…
    ambil sisi positifnya aja…
    ilmu itu berharga bila kita menghargainya… ^^

  9. hmhm … 🙂 simple

    ” orang kaya semakin belajar dia semakin tahu bahwa dia tidak tau, sedangkan orang miskin sudah tidak belajar tapi sudah banyak tahu. ”

    pertanyaannya ?

    siapa yang berkomentar – siapa yang mengeluarkan pendapat – siapa yang membuat buku – siapa yang menyerang .

    siapa mereka … he …

    simple kan ..
    buku apapun … seminar apapun .. kita harus praktekan yang namanya
    ‘STREET SMART’

    PRAKTEKAN DULU BARU DIAJARKAN …

    jadi kalau belum bisa praktek … jangan banyak omong … wkwkwk

  10. kalau dalam islam kalau mau kaya dan berkah,harus usaha yg halal,berdoa dan bersedekah,ingat keajaiban sedekah karena saya sudah mengalaminya ratusan kali!

  11. begitulah yg mungkin dimaksudkan oleh robert tentang murah hati, dengan memilih memberi yang terbaik diantara yg baik. seperti memberi ikan adalah baik tetapi yang lebih baik adalah memberikan kail.

  12. emang sudah ada kata-kata ini ” nak, sekolah setinggi mungkin, biar kamu dapat kerja yang baguus” itu dari masa kita anak-anak.

    jadi……., bagi orang e dan s, jangan marah dulu, bukan salah anda,

    baca, baca, baca buku itu, dan saya doa kan anda, keluar dari lingkaran tikus.

    bangunlah bisnismu sendiri.

  13. Tamat SMA, saya kuliah S1 jurusan Teknik Industri di salah satu universitas favorit di Yogyakarta. Lulus CUM LAUDE dengan waktu kuliah tersingkat dan menjadi lulusan termuda di tahun 2002.

    Saya diterima bekerja di salah satu perusahaan FMCG Fast Moving Consumer Goods. Bekerja selama 2 tahun memegang penjualan tanggung jawab di beberapa daerah di Pulau Jawa, saya memutuskan berhenti bukan karena gaji yang sedang besarnya, namun melihat betapa SEMUnya saat itu. Mobil ada, rumah ada, gaji oke banget, tapi semua SEMU. Karir saya bagus, mulai dari training ke supervisor, officer.

    Saya berhenti, binggung mau usaha apa, dengan modal sisa gaji hanya BELASAN JUTA rupiah. Saya menemukan buku RICH DAD POOR DAD. Buku ini mengambarkan apa yang ada di benak saya, persis banget. Saya semakin termotivasi karena ada orang yang menulis buku tentang apa yang ada di pikiran saya. Saya menyelami dan berbagi dengan buku itu. Buku ini sangat bagus.

    Saya kemudian mulai mencoba beberapa usaha, dan ternyata saya berhasil. Namun di tahun 2009 saya kandas jatuh ambruk bangkrut karena ditipu rekan usaha dalam skala M-rupiah. Saya berusaha lagi, dagang dengan modal MINUS rupiah, namun punya beberapa orang yang mempercayai saya.

    Dan sekarang, 2011, mudah2an, saya saat ini memiliki beberapa unit usaha yang berjalan terus, dan beberapa unit truk untuk mensupport usaha saya.

    Saran saya, bacalah buku ini, cerna dengan baik. Ambil poin2 positifnya (yang memang sebagian besar positif). Uang bukan segalanya, namun hidup tanpa uang gak mungkin. Jika kita punya uang yang melimpah, kebahagiaan hanya 10% bersumber dari uang itu. Namun jika kita kekurangan uang selalu, 90% kesulitan berasal dari kekurangan uang itu.

    Tanpa mendewakan uang — uang itu penting. Carilah jalan masing-masing, agar bagaiman uang itu bisa bekerja untuk menghasilkan uang (untuk kita).

    Salam, heri, di sumatera utara.

  14. Saya juga ga 100% mentah2 nerima wejangannya om robert kiyosaki, tp apa yang beliau katakan tentang uang dan aset itu yang menjadi kunci sukses orang2 Indonesia khususnya orang padang dan tionghoa. Jadi saya saranin buang jauh2 komentar negatif tentang buku ini, kalo anda memang hebat, buat strategi selain apa yang diajarkan om robert untuk keluar dari perlombaan tikus. Kalo anda bisa, saya akan ikuti!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *