Google versus Delicious

Saya tidak mengatakan bahwa Delicious akan bisa mengalahkan Google dalam hal pencarian, tapi paling tidak Delicious menawarkan sesuatu yang lain, yang practical buat dipakai!

Saya membutuhkan software gratis (free) untuk melakukan konversi dari format MIDI ke MP3. Maka dari itu, saya googling dengan kata kunci midi converter free. Google, membangun indeks-nya berdasarkan isi halaman dan struktur peringkat yang dilakukan oleh sebuah mesin dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence) tinggi. Tapi sehebat apapun mesin Google, para webmaster jauh lebih cerdas. Bahkan, topik ini telah menjadi cabang ilmu pengetahuan baru, yaitu: Search Engine Optimization (SEO).

Sejak awal, saya tahu, kata free diterjemahkan Google secara tidak murni lagi. Saya hanya akan menemukan software yang bersifat shareware. Mereka ini dengan cerdik menyisipkan kata free dalam artian bukan free harga software-nya, tetapi hanya sebatas free download. Tahu apa mesin soal beda free download dengan free charge? Oleh karena itu, hasil pencarian Google dalam hal ini sangat mengecewakan, karena halaman pertama hingga kedua bercokol shareware-shareware yang sama sekali tidak free.

Oke, bagaimana dengan Delicious? Salah satu gelombang legenda web 2.0? Ini menarik. Pembangunan indeks-nya didasarkan pada hasil voting manusia. Semakin banyak orang yang mem-bookmark, semakin tinggi peringkatnya. Kualitas sebuah situs ditentukan oleh manusia yang hasilnya tentu lebih akurat daripada mesin. Paling tidak, para ahli SEO tidak/belum bisa mengakali bagaimana supaya situsnya nangkring di posisi teratas hasil pencarian Delicious.

Hasilnya? Sangat memuaskan. Saya diantarkan ke situs bernama Media-Convert.com, sebuah situs yang bisa melakukan konversi berbagai macam format multimedia baik video, audio, dan gambar ke dalam format yang lain secara online dan yang paling penting: benar-benar gratis! Situs ini bahkan tidak masuk di halaman kedua pencarian Google. Padahal inilah yang saya butuhkan. Dengan segera, saya bisa mendapatkan file MP3 atau 3GP saya dari format MIDI yang saya upload.

Ada perlu mencoba juga sekali-sekali. 😉

Published
Categorized as Internet

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

6 comments

  1. lha ini mantabbb, melibatkan manusia dalam algoritma pencarian, coba kalo di google bisa begitu, bloger yang cuman ngejar keyword (macam deteksi.info itu) pasti udah kena flag! wkwkwkw..

  2. hmmm kemarin dulu aku sempet ngobrol bentar dengan analis SEO. dia bilang Google belakangan ini sedang merestrukturisasi filosofi search criteria & keyword-nya. banyak praktek web/blog yang sembarangan memberi tag dan tak terkait dengan posting membuat banyak klien google berang. itu praktek yg dianggap curang karena cuma untuk kepenting google ads (SEO)

    jadi, pada kasus kamu itu lih, google emang alergi sama keyword “free”…paling enggak dia butuh keyword yg lebih lengkap & spesifik. IMHO

Leave a Reply to mas Aan Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *