Iklan yang Berbisik, Tidak Berteriak

FLICKR
Lokasi: Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan
Nokia N95 | Carl Zeiss Optics

Saya selalu menyukai ad/iklan yang bergaya halus. Saya menyukai foto-foto poster yang tidak berteriak menyampaikan pesannya, tetapi tersenyum simpul. Menyimpan pesannya, memiliki simbolisasi. Memancing imajinasi, kecerdasan, dan wawasan penikmatnya. Buat saya, gaya komunikasi seperti ini lebih berkesan daripada yang langsung menyampaikan pesan.

Seperti iklan Rasuna Epicentrum di perempatan kuningan ini. Awalnya saya tak mengerti apa maksud penempatan foto perempuan yang tersenyum sambil membentangkan kain. Saya terkesiap waktu menyadari bahwa kain itu adalah sprei yang dibentangkan. Tatkala membaca tagline-nya, seketika itu pula saya tersenyum. Pas sekali!

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

13 comments

  1. maksudnya apa ?
    kalau bisa punya asisten rumah tangga sendiri ? :p

    saya agak2 lemot hal2 begini, hihihihi
    dulu pernah sama dosen melihat iklan rokok kalo gak salah yang menthol2 itu, katanya ada arti tersembunyi, sampe sekarang belum mudeng :p

  2. @dhodie:
    salah satunya… hahaha…

    @detx:
    sing jelas dudu aku det! (annoyed)

    @hedi:
    monggo dicobi mas 😀

    @Fenty:
    Begini maksudku, pengambilan sudut si cewek tersenyum dan seleret warna cokelat di situ tidak serta merta menjelaskan kalau dia adalah petugas room service yang sedang mengganti kain sprei. Tapi dengan tagline seperti itu, orang diajak berpikir si cewek itu sedang ngapain. Dan ternyata itu adalah foto yang diambil dari bawah spring bed.

    Pesannya sih jelas, bahwa fasilitas di apartemen Rasuna Epicentrum setara dengan pelayanan di hotel. Tetapi si pembuat iklan tidak memilih foto yang bercerita dengan jelas mengenai pesan itu, misalnya gambar kamar tidur yang mewah, atau kolam renang (terlalu biasa). Ia memilih foto yang sedikit nggak jelas, tapi sama-sama menyampaikan pesan yang sama kalau kita bisa sedikit berimajinasi tentang pelayanan hotel. Itulah yang kumaksud sebagai: foto yang berbisik. 🙂

  3. “Cerdas dan tidaknya” iklan tentu bergantung juga pada produk dan target. Masalahnya “kecerdasan” antarkelompok itu beda, bukan soal mana yang lebih tinggi/rendah, tetapi memang beda. Hanya saja selama ini kalau kalangan bawah tak paham iklan untuk kalangan atas, mereka dibilang kurang cerdas. Tapi kalau kalangan atas tak paham iklan untuk kalangan bawah tak bakal dianggap kurang cerdas. 😀

  4. @paman tyo yang blognya banyak banget:
    Betul sekali paman. Iklan-iklan seperti ini memang biasanya target pasarnya adalah kalangan menengah ke atas yang notabene bisa “membaca” pesan berbisiknya. Kalau kalangan atas tak paham iklan kalangan bawah, yang disalahkan adalah iklannya yang disebut kampungan dan tidak mendidik he he he he 😀

  5. wong pinter kuwi memang apa2 bisa menarik perhatiannya ya…
    aku bolak balik liwat kono tapi nglirik tok dan lalu membuang pandangan ke baliho lain yang lebih warna warni, kekekeke… 😀

  6. Aku juga seneng banget ma iklan itu… Gambarnya sederhana: Mbak mbak yang lagi masang seprai,,

    Satu hal yang aku pikir: “heem.. berapa ya harga apartemennya?” hehe…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *