Tentang Pencitraan Para Capres

Ada dua pasangan capres yang royal belanja iklan untuk pencitraan diri menjelang Pilpres 2009 ini. SBY-Budiono dan JK-Win. Sementara, pasangan yang awalnya diduga akan jor-joran iklan karena ada faktor Prabowo, malah adem ayem jarang sekali beriklan, sangat berbeda ketika Prabowo masih sendiri.

Siapa yang paling efektif? Menurut saya, Jusuf Kalla. JK berhasil mencitrakan diri sebagai sosok yang cerdas, tegas, berani mengambil tanggung jawab keputusan pada saat yang kritis. Iklannya efektif. Ada faktor kunci iklan yang penting, yaitu adegan JK melepas sepatu JK Collection, dan monolognya tentang pembangunan bandara yang menggunakan tenaga sendiri tanpa bantuan asing. Iklan-iklannya selalu kreatif, menggelitik, dan orisinal.

Pidato-pidatonya paling aplikatif dibanding SBY yang cenderung normatif dan prosedural. Ia bahkan jauh lebih merakyat daripada Mega yang selalu mengklaim pro rakyat. Dan yang terpenting adalah, timnya berhasil meredam citra negatif pada sisi Wiranto, menonjolkan keberhasilan pemerintah sebagai keberhasilan JK dengan tindakannya yang trengginas, dan menyodorkan kegagalan pemerintah sebagai akibat SBY yang lamban.

Pencitraan SBY-Budiono juga bagus, tapi belum cukup bagus. Karena incumbent, mereka menjadi musuh bersama dua pasangan lainnya. Iklan terbaik adalah versi Indomie yang dinyanyikan oleh Mike Idol. Sayangnya keberhasilan di iklan kurang diikuti di penampilan-penampilan mereka. Pidato SBY normatif, prosedural, dan *maaf* bikin ngantuk.

Pukulan terbesar ada di Budiono. Tiba-tiba saja ada yang menggulirkan isu Neolib yang sukses ditempelkan ke beliau. Apa itu ekonomi neolib, kerakyatan, pancasila, tidak penting. Yang penting adalah citra bahwa neolib itu jelek, ekonomi kerakyatan itu bagus. Herannya, tim SBY-Budiono tidak melawan serangan pencitraan ini dengan serius.

Mega-Pro Rakyat? Ini menarik. Awalnya saya duga, ketika Jenderal Prabowo masuk, akan ada proyek pencitraan besar-besaran lewat belanja iklan, karena Prabowo sukses mencitrakan Gerindra di Pemilu Legislatif. Tapi ternyata tidak. Konsep Prabowo bagus, pidatonya cerdas dan tegas. Sayang beliau hanya menjadi Cawapres saja, dan mungkin karena faktor ini, Prabowo tidak bersemangat seperti dulu lagi.

Ibu Megawati? Tidak ada perkembangan berarti sejak zaman dahulu kala. Mungkin sekarang lebih berani tampil di depan umum untuk menyampaikan konsep. Masalah rumit bagi tim pencitraannya karena beliau pernah memimpin negeri ini. Apapun serangan yang dilancarkan ke pemerintah selalu berbalik dengan pertanyaan sederhana, “Kenapa itu tidak terjadi di pemerintahan yang ibu pimpin?” Bandingkan dengan bentuk kritikan JK yang cerdas.

Sebenarnya Megawati Soekarnoputri sudah habis. Jualan ideologi, teriakan merdeka, dan fanatisme Soekarno sudah tidak laku lagi. Sulit mencitrakan Mega di zaman sekarang. Selain faktor pidatonya — saya malu jika mendengarkan ibu Mega berpidato menyampaikan konsep langsung di depan forum — pengalaman pernah menjadi presiden sulit untuk dicitrakan secara baik.

Saya kira, putaran kedua Pilpres nanti antara SBY-Budiono melawan JK-Wiranto adalah final ideal. Seperti final Liga Champion yang mempertemukan juara bertahan Manchester United melawan Barcelona.

Published
Categorized as Opini

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

10 comments

  1. Pesan pada iklan JK lebih mengena, didukung oleh sosok Wiranto yang simpatik dan tidak terlalu menyerang pemerintahan SBY. Sementara itu iklan-iklan SBY cenderung tidak ada pesan yang disampaikan, hanya sekedar menonjolkan dan memuja-muja SBY. Hal ini diperparah dengan kasus pembiayaan lembaga survei. Pribadi JK yang santai dan tegas juga nampak lebih menarik dibanding SBY yang kaku.

    Mega memang punya pendukung loyal yang cukup banyak, namun lebih banyak orang yang tidak menginginkan beliau menjadi presiden lagi.

  2. hmm… tp sepertinya pencitraan JK tidak cukup “menggoyahkan”-ku tuh. 😛
    masih lebih percaya dgn SBY. ah, siapa pun yg menjadi presiden nanti semoga ga cuma “manis” di depan doang…

  3. pilihlah yang sesuai dengan hati nurani. tidak perlu terpengaruh gosip politik ini itu.

    kalo saya tetap, lanjutkan! lebih cepat lebih baik!

    [dan itu hanya ada di dalam diri gus dur wakakakakaka…]

  4. Pingback: Pemilih.com
  5. vote to JK, perbanyak enterpreneur muda, lapangan kerja bertambah, indonesia sejahtera, gak perlu ekspor TKI, kasian di siksa majikan terus kayak budak aja.
    vote JK.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *