Puisi Pendek

Wajah yang lembut, seperti ada tirai kabut salju di raut mukanya.
Rambut hitam sehalus sutera tergerai.
Satu dua helai meluncur ke depan dahi
Menghalangi sepasang bola mata yang berbinar-binar
Kilau mata yang bening bagai berlian terkena sinar mentari pagi
Berkilau ramah senada senyuman malaikat
Anggun, tak tercela
Senyum yang menawan hati
Amat menawan…

Puisi pendek dari saya yang selalu terpesona akan keindahan ciptaan-Nya yang berupa seraut wajah perempuan. Hari ini saya menemukan seraut wajah yang bisa membangkitkan inspirasi puitis spontan. Saya menyebutnya — cantik jelita.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

18 comments

  1. @DETEKSI, @cinker, @Domba Garut!:
    Berpuisi bukan berarti aku jatuh cinta det

    @hedi:
    Sampean mulai mengenalku dengan baik mas! :p

    @fazz:
    ada deh 😀

    @Fenty:
    Kalo ada fotonya, jadinya nggak mengajak pembaca berimajinasi dengan puisi ini. Lagian nggak enak kalau dianya tau kalo aku telah bikin puisi buatnya 😀

Leave a Reply to biru Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *