Tentang Lagu Andai Aku Besar Nanti

Andai, aku telah dewasa
Apa yang kan kukatakan untukmu idolaku tersayang
Ayah…

Oh, andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda…
Pelitaku, penerang jiwaku dalam setiap waktu

Oh, ku tahu kau berharap dalam doamu
Ku tahu kau berjaga dalam langkahmu
Ku tahu selalu mencinta dalam senyummu
Oh Tuhan, Kau kupinta
Bahagiakan mereka sepertiku

Andai, aku telah dewasa
Ingin aku persembahkan semurni cintamu
Setulus kasih sayangmu, kau selalu kucinta…

Ini adalah lirik lagunya Sherina waktu masih anak-anak. Lirik yang bermakna dalam sekali, membuat saya selalu merindukan ayah dan bunda kalau sedang memainkan lagu ini. Kekaguman saya dengan lagu-lagu Sherina semakin menjadi ketika tadi malam mencoba memainkannya di piano.

Pertama adalah chord yang terlalu sulit untuk pemula seperti saya. Sejak dulu telinga saya tidak peka terhadap progresi chord. Tanpa partitur, saya mencoba memainkan versi sederhana dari intro lagu ini. Sampai sini masih bisa terkejar. Jika kita memulai di do = C, maka larinya akan ke F, Fm, C/Fm, lalu lari ke Dm, sebelum kembali lagi ke C.

Tapi ketika Sherina sudah mulai masuk ke Verse 1, sampai kata-kata kubalas cintamu bunda… pelitaku… dengan suara falset-nya yang sempurna, saya mulai nggak bisa mengejar nadanya.

Sampai di sini, saya menyerah ketika ia menyanyikan nada-nada di Chorus yang saya tahu chord-nya sudah berprogresi tidak di nada dasar C lagi, tapi lari entah kemana, naik sekian nada waktu masuk chorus, naik lagi di kalimat kutahu kau berjaga dalam langkahmu, lalu dengan cara yang ajaib, entah lewat mana bridging-nya, dengan manis progresinya kembali ke C.

Yang jelas lagu ini bukanlah lagu yang memiliki chord-chord sederhana. Interlude-nya yang orkestra lebih gila lagi progresinya. Lari ke sana ke mari sebelum dengan cantik kembali ke C tepat sebelum Sherina memulai bait terakhirnya.

Kalau ada di antara pembaca yang punya partitur lengkap lagu ini — ada treble clof dan bass clof-nya, boleh dong saya diberi tahu.

*

Dalam postingan saya tentang tiadanya lagu anak-anak di Idola Cilik, Adi berpendapat bahwa lagu anak-anak terlalu mudah bagi para peserta. Hm? Siapa bilang? Lagu Sherina ini bahkan mungkin terlalu sulit bagi mereka, padahal ini termasuk kategori lagu anak-anak.

Saya akan sangat merindukan lagu anak-anak semacam ini. Bercerita tentang sekolah, cinta kepada Ayah dan Bunda, persahabatan, dsb. Sama sekali jauh dari cinta-cintaan ala anak muda. Selain memiliki lirik yang sangat dalam, nada-nadanya juga sangat rumit dan suara yang sempurna.

Sebenarnya saya berharap banyak dengan Gita Guttawa, tapi tampaknya, positioning-nya ada di pasar pra-remaja, bukan anak-anak — terlihat bahwa kebanyakan lagunya bercerita tentang cinta pertama dan jatuh cinta khas ABG. Menyesuaikan selera pasar mungkin. Selain itu, kemampuan Gita sendiri bukanlah tandingannya Sherina. Gita Guttawa lebih sering bernyanyi lip sync — tentu saja — Untuk menyanyikan nada-nada falset tinggi khas Gita bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan secara live.

Published
Categorized as Musik

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

4 comments

Leave a Reply to Kuncoro Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *