Masjid Nurul Ikhlas Cilegon

FLICKR
Lokasi: Jl. Sultan Ageng Tirtayasa, Cilegon, Banten
Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM

Foto versi berwarna masjid Nurul Ikhlas Cilegon. Cahaya Keikhlasan. Seperti yang telah saya katakan, cuaca memang sedang mendung. Langit mendung tidak fotogenik. Saya motretnya juga bukan pada golden hour. Saya membayangkan kelak pelataran lantai dua ini akan mengkilap oleh sinar matahari yang jatuh di lantai pualam putih. Angin semilir lembut menerpa wajah yang masih basah oleh air wudhu. Allahu Akbar…

Published
Categorized as Arsitektur

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

12 comments

  1. ah kebetulan Lih, aku mau tanya, apa iya hasil fotografi outdoor di Indonesia ga sebagus hasil foto di luar negeri (barat, misalnya) karena letak geografis khatulistiwa yang membuat matahari terlalu kinclong?

  2. #hedi:
    Mungkin itu juga salah satu faktor Mas Hedi, makanya disarankan motretnya pagi-pagi atau sore-sore.

    #tukang foto keliling:
    IMHO, kalau terlalu tengah jadi dead-center mas Hendra. Efek distorsi lensa 10-20 membuat benda2 yang terlalu tinggi dengan ketinggian kamera menjadi terlihat bengkok dan rendah kalau ditaruh ditengah. Akan terlihat bagus ditaruh ditengah jika objeknya tidak terlalu terdistorsi oleh efek wide 10-20

    Kalau ditaruh terlalu dikiri sesuai rule of third, bagian kanan akan terlalu kosong. Padahal bagian itu cuma langit yang lagi mendung saja. 🙂

  3. #-=«GoenRock®»=-:
    Belum tentu juga, tergantung situasi dan kondisi 🙂

    #geblek:
    Kemarin aku lihat di jpckemang, Sigma 10-20 dijual 6,5 jt, Tamron 11-18 dijual 5 jt.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *