Berhadapan dengan Keterbatasan

FLICKR | Lokasi: Lobi Wisma Mulia, Jakarta Selatan | Nokia N95

Falsafah The Man Behind The Gun mengajarkan Anda bahwa semahal apapun kamera, foto yang bagus tidak bisa didapat jika orang yang mengoperasikannya tidak mengetahui bagaimana menggunakan kamera. Namun demikian, foto yang bagus akan lebih mudah didapat jika kameranya bagus juga. Jika Anda awam fotografi dan diberi kamera Canon 1D Mark III dan sebuah pemandangan Pura Besakih Bali di depan hidung Anda, saya optimis, foto asal jepret Anda akan menjadi foto yang spektakuler.

Sebaliknya, Anda yang sudah menggeluti kamera DSLR bertahun-tahun, diberi kamera handphone Sony Ericsson Walkman series, dan ada model cantik yang tersenyum untuk Anda seorang, saya agak pesimis foto model itu tampil secantik aslinya setelah Anda potret tanpa pencahayaan yang memadai.

Jadi bagaimanapun juga, ada kebutuhan minimal untuk menghasilkan foto yang bagus. Ketika kebutuhan minimal itu telah dipenuhi kamera Anda, barulah falsafah the man behind the gun itu berlaku.

Tentu saja, sebuah syarat cukup selalu berbeda standar bagi setiap orang. Adalah penting untuk mengetahui keterbatasan yang dimiliki oleh sebuah kamera yang sering disepelekan orang. Dengan mengetahui karakteristik kamera, Anda bisa menghindari untuk memotret objek-objek yang jelas-jelas tidak mampu dikerjakan kamera Anda. Apa saja itu?

Keterbatasan Membedakan Intensitas Cahaya

Puji syukur kepada Tuhan, kita dikaruniai alat optik yang memiliki kapasitas luar biasa besar. Kita masih bisa melihat detail perabot dalam rumah yang disinari cahaya matahari dari jendela kaca, dan secara bersamaan kita bisa melihat detail pemandangan yang disajikan oleh jendela kaca itu.

Kamera tidak dapat. Anda harus memilih salah satu. Bagian yang terang atau yang gelap saja. Jika Anda memilih yang gelap, maka pada bagian yang terang detail benda akan dipangkas menjadi satu warna — biasanya putih. Jika Anda memilih yang terang, maka bagian yang gelap akan dipangkas menjadi warna hitam.

Dengan keterbatasan ini, selalu hindari memotret objek yang memiliki perbedaan intensitas cahaya yang terlalu jauh dalam satu frame foto yang Anda buat. Pilih salah satu saja.

Keterbatasan Lebar Diafragma

Kamera non SLR biasanya memiliki lensa yang lebar diafragmanya tidak bisa diubah-ubah. Karena kamera model begini bersifat general purpose, pabrikan akan memilih diafragmanya kecil agar bisa dipakai dalam hampir semua kondisi. Akibatnya, bukaan yang kecil memerlukan kecepatan rana (shutter speed) yang rendah.

Keterbatasan ini membuat kamera Anda tidak bisa membekukan objek yang bergerak. Hasilnya akan terlihat kabur. Kenali kamera Anda hingga sampai batas apa ia bisa membekukan objek bergerak dalam kondisi yang berbeda-beda. Apakah orang berjalan, berlari, sepeda motor, mobil lewat, atau bahkan tidak boleh ada gerakan sama sekali? Kenali keterbatasan kameramu, kawan!

Keterbatasan Shutter Delay

Ketika Anda menekan tombol shutter, Anda pasti merasa ada jeda waktu yang diperlukan kamera untuk menangkap objek dan memprosesnya. Ini dikarenakan kamera harus menampilkan preview dulu di layar LCD dan ini butuh waktu. Ini berbeda dengan kamera SLR yang preview-nya adalah hasil pencerminan dari lensa (that’s why it is called Single-Lens-Reflex), sehingga responnya kontan ketika tombol shutter ditekan.

Dengan mengetahui seberapa lama jeda waktu kamera Anda memproses gambar ketika Anda tekan tombolnya, Anda bisa memperhitungkan kapan waktu Anda harus memencet tombol untuk mendapatkan gambar yang Anda inginkan.

Masih ada banyak lagi sebenarnya, tetapi sisanya bisa Anda ketahui sendiri seiring dengan proses perkenalan dengan kamera Anda. Seawam apapun Anda, saya sarankan untuk sedikit banyak mengetahui karakteristik kamera Anda. Orang tidak perlu menjadi fotografer untuk membuat foto yang bagus, dan ketika Anda yang awam menjadi sering membuat foto yang bagus, ketika itulah Anda layak disebut fotografer.

Salam Jepret!

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

11 thoughts

  1. Jangan lupakan juga faktor lain, cacat produksi …! Ini yang saya alami pada digital kamera yang saya gunakan saat ini, bukan DSLR, tapi ada fitur yang umum dimiliki DSLR, kecuali lensa yang sudah dipantek 😀 Well, mau nggak mau bikin gambar jadi kurang bagus juga, walaupun sudah dilakukan dengan berbagai cara, cacat itu selalu muncul di gambar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *