Blog, Plurk, Facebook, dan Produktivitas

Datangnya Plurk dan Facebook mau tidak mau membuat kegiatan blogging menurun. Paling tidak itu terjadi di saya. Semakin lama, blog ini tidak jelas arahnya mau kemana. Pokoknya asal gado-gado terisi. Semakin jarang tulisan-tulisan yang bermutu, baik di bidang IT sebagai background resmi saya, dan fotografi sebagai hobi. Ke depan, bidang musik, khususnya piano mungkin akan mewarnai sedikit menggeser fotografi yang saya agak kehilangan mood dengannya.

Memang harus saya akui, menulis di blog berarti menyisihkan waktu dan konsentrasi barang satu dua jam untuk membuat sebuah posting. Untuk posting yang lebih berat seperti tutorial dan review, waktu yang diperlukan lebih panjang lagi. Maksud saya konsentrasi. Padahal, waktu untuk facebook dan plurk bisa dihabiskan berjam-jam lebih lama tanpa harus konsentrasi. Benar-benar benda penghancur produktivitas, seharian penuh bisa berlalu tanpa terasa sehingga terkejut belum benar-benar melakukan sesuatu ketika sadar bahwa saya terlalu asyik dengannya.

Apakah dengan ke-tidakproduktif-an itu membuat saya menjauhi mereka? Tidak, selain efek adiktifnya yang susah dibendung, penting bagi saya untuk terus mengikuti perkembangan teknologi web. Sumber mata pencaharian saya ada di situ. Dengan tetap selalu update terhadap perkembangan teknologi web pada khususnya dan IT pada umumnya, saya tetap bisa memberikan saran dan konsep dan implementasi teknologi yang masih segar pula.

Dalam facebook, ada ilmu berlimpah mengenai cara mereka menggunakan teknologi Javascript yang asinkron dan manajemen history web yang luar biasa. Saya bisa mencari-cari jawaban tentang algoritma “People May You Know” yang misterius. Bagaimana mereka menempatkan diri pada posisi pasar yang lebih dewasa. Dan tentu saja, filosofi jejaring sosial mereka yang sukses menghajar situs pertemanan yang lebih senior.

Asal bijaksana menyikapinya, setiap hal yang tidak produktif itu tetap bisa menjadi gudang ilmu bagi kita semua. Salam zuper! *halah.. mario teguh banget ;)) *

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

11 comments

  1. Saya pun merasakan hal yang sama. Microblogging terasa lebih gampang dilakukan… cuma bikin satu kalimat saja, selesai! sedangkan menulis blog perlu usaha yang jauh lebih besar yah, mulai nyari tema tulisan, menyusun alurnya, baru deh mulai ngetik. ribed… tapi enak sih, bisa curhat panjang lebar. he he he 😀

  2. Hebatnya Facebook salah satunya memanfaatkan psikologis manusia yang sekarang mengarah ke arah “kenarsisan” Hehehe..Buktinya, baru difoto, eh beberapa menit udah ke-upload di Facebook. Ada kejadian dikit langsung update status. Tiap saat ngecek profile. Semua itu dilakukan dengan mengharap comment dari teman2nya :).

  3. Zuuupeerr ….

    lantaran blog saya isinya juga gak serius2 amat, ya saya nyantai2 aja nanggepinnya, hehehehe … hidup plurk, facebook and blogging !!! Zuuupeerrr ….

  4. Mengerikan memang, bloger lain juga mengalami hal yang sama … termasuk saya, udah nyaris 3 minggu nggak update blog. Btw, saya nggak maen plurk sih, tapi pernah addict kronologer. Sensasinya memang ada pada komentar-komentar itu, di blog komentar itu kurang cepat. Bandingkan sama facebook yang bahkan dalam hitungan menit sudah bisa sampai 15 komentar. Jauh lebih interaktif daripada blog.

  5. ha..iyaaa..setuplurkk..hehehe..
    rencana setelah selesai semua tugas2 mo lebih konsen ngeblog.eh malah, jadiny konsen ke facebook..huhu.

Leave a Reply to ryht Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *