Mengunjungi Sisa Kejayaan Kraton Surakarta Hadiningrat

FLICKR
Lokasi: Keraton Surakarta, Solo, Jawa Tengah
Nikon D40 | Sigma 10-20 mm HSM

Bangunan bersejarah itu berdiri megah di tepi lapangan Alun-Alun Utara kota Solo. Disebelahnya berdiri pusat ekonomi Pasar Klewer, berdampingan dengannya adalah Masjid Agung Surakarta. Ketiganya menghadap tanah lapang yang luas. Simbol kebesaran kerajaan Mataram Islam.

Mataram Islam? Iya, sepeninggal Sultan Agung Hanyakrakusuma, pergolakan terjadi pada tubuh pemerintahan kerajaan Mataram. Adalah sebuah perjanjian bernama Perjanjian Giyanti yang memecah kerajaan ini menjadi Kraton Surakarta Hadiningrat dan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kraton Surakarta Hadiningrat diperintah oleh Sunan Pakubuwana (karena itu kraton ini disebut juga Kraton Kasunanan), sedangkan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat diperintah oleh Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengkubuwana I.

Berikut laporannya.

Balairung utama. Saya membayangkan tempat ini pernah menjadi papan pasewakan agung, dimana Kanjeng Susuhunan Pakubuwana lenggah di dhampar kencana — singgasana istana –, sementara para bawahannya duduk bersimpuh sambil menghaturkan sembah baktinya. Sekarang, tempat ini berdebu dan tak terawat.

Singgasana Dhampar Kencana. Dari sinilah Susuhunan Paku Buwana memerintah pada masanya. Pengunjung tidak diperbolehkan naik panggung ini dan terlihat bahwa bagian ini sangat dihormati. Wangi asap kemenyan masih tercium bersama uba rampe sesajen yang disiapkan di situ.

Meriam Kiai Rancawara (Marijem Kijahi Rontjoworo). Berbahan perunggu dan sangat tua. Dulu mungkin meriam ini dihormati sama tingkatannya seperti seorang tumenggung, tetapi sekarang, moncongnya penuh sampah dan terlantar kehujanan kepanasan di depan kraton.

Jalanan kompleks kraton. Dipagari oleh tembok yang kokoh, khas arsitektur Jawa-Belanda. Jalanan ini dulunya mungkin adalah penghubung antara kompleks-kompleks kraton semacam kesatrian, keputren, balairung utama, dll.  Sekarang dipakai sebagai jalanan umum sebagai jalan tembus dari Jl. Slamet Riyadi langsung ke Pasar Klewer.

Dibandingkan dengan istana Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang selalu ramai dikunjungi wisatawan dan begitu terawat, Kraton Surakarta seperti istana yang terlupakan dan terpinggirkan. Namun demikian, istana ini masih sedikit lebih baik kondisinya dibandingkan dengan istana lain yang ada di kota Solo ini: Kraton Mangkunegaran. Sayang sekali waktu saya di Solo sudah habis untuk mengunjunginya. Nanti kalau saya ke sana lagi, akan saya laporkan Mangkunegaran ini dalam bidikan lensa saya. Cherio!

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

60 thoughts

  1. Klo moto bangunan, harus main perspektif y mas?

    waktu ke solo, sempet ditawarin mampir ke kraton surakarta, tp pas ngelewatin ternyata sepi dan model bangunan depannya kurang menarik hati. Rombongan memutuskan u/ ngelewatin aja…padahal pas di jogja nyempetin banget ke kratonnya…

    hehe, brarti saya termasuk wisatawan yang (terlupakan dan terpinggirkan) melupakan dan meminggirkan kraton surakarta….(waduh)

  2. mas, aku lg belajar make potosop, bikin tutorial dong yg basic2 aja, terutama buat ngeedit foto2 lanscape/ panorama. Buta bgt ama potosop, ngertinya cuma soto en sop !

  3. #mae:
    iyah, pada dasarnya saya memang suka keluyuran 😀

    #fifiani:
    tidak hanya foto bangunan, semua harus mempertimbangkan aspek perspektif untuk mendapatkan dimensi 3D-nya.

    #mae:
    ditunggu yak.. ;))

    #Fenty:
    ada beberapa tempat yang memang dilarang, ada yang dibuka untuk umum

    #Edi Psw:
    perlu mengunjungi ke sana langsung mas!

    #indon:
    salam kenal juga

  4. wah….
    gambar piano ny keren…

    bisa ngegunai’n nya g?
    q dari dlu berminat buat nyoba piano aslinya, bukan sekedar keyboard,
    tapi piano kayu yang ada seperti di blog ini…
    sayangnya… g tau mau nemu’n nya di mana… ~.~

    pengen coba rasanya… ^^

  5. Sebelumnya saya minta maaf tidak akan berkomentar, yang jelas keren buanget tuch. Disini Saya ingin mengetahui tentang riwayat dari Pangeran Ambengan dan Nimas Retu Sewu dari keraton Surakarta, barangkali anda mengetahui sejarahnya. Demikina permintaan saya bila terkabul terima kasih buanyak.

  6. wah bagus banget ya arsitektur bangunannya,,apalagi balairung utamanya keren,,,makasiy info2na,,aku lg interest all about surakarta palace nie…

  7. Mudah-mudahan ke depan karaton Surakarta dapat mengalami zaman keemasan kembali setelah dipimpin keturunan raja yg tersingkir dan mendapat wahyu kraton

  8. Setelah sampai pada waktunya kraton Solo akan menjadi Soko Guru Negara RI untuk mewujudkan cita-2 masyarakat yang adil dan makmur di bawah naungan Ridho dan Ampunan dari Allah SWT. Sekarang ini masih ditutupi bathok bolu.

  9. bagi saya solo punya kenangan yang indah inget waktu kuliah cari artikel sampe ke solo sambil jalan2 ke keraton dan suasana malam yang damai

  10. setiap kali kangen pada leluhurku, aku akan mencari lapuran kraton. tidak kira kraton solo atau ngayogyakarta. ternyata kotanya damai dan syahdu.
    sepatutnya kerajaan Mataram yang masyhur dengan keagungan Islam dilanjutkan amalan itu hingga sekarang barulah datang kekeramatan dan kewibaan para penghuni dan penduduknya. tidak dinafikan kehebatan orang-orang Jawa.

  11. kalo ngasih keterangan bangunan keraton yg bener, karena itu ada makna dan filosofinya,yg anda foto itu bkn bangunan utama, itu hanya pagelaran, bangunan keraton paling luar.trims

  12. Solo adalah sebuah kota yang kaya akan seni dan budaya, lanjutkan ceritanya sampai detail pasti akan banyak hal yang menarik buat pembaca, tks ya mas aku yo wong solo looo… LANJUTKAN

  13. Kami mohon keluarga keturunan dari Kasunanan baik di dlam dan di luar kraton agar senantiasa menjaga keluhuran para leluhur dengan menjalankan laku utama yang dicontohkan para leluhur yang telah mengorbankan jiwa raga, harta dan tahta untuk kejayaan Indonesia.

  14. Bambang apa kah anda tahu siapa keturunan raja yang tersingkir?apa kah anda tahu tentang itu?anda mempunyai mata mabthin yang kuat?

    1. Salam Hangat,

      Maaf sebelumnya,perkenalkan nama saya anton.
      Saya mau tanya tentang DR.SARIDIN JOYO ARIFIN yang merantau ke sumatra tepatnya ke kota bengkulu selatan, beliau keturunan PB ke berapa? terimakasih atas pencerahannya.

  15. Bambang mungkin anda mengerti tentang siapa itu ratu sekar kedaton? beliau menikah dengan siapa?dan siapa saja anak keturunan nya? tks dengan info nya,seperti nya anda sangat mengerti dengan silsilah kraton mataram surakarta

  16. Bambang mungkin anda mengenal dengan nama KGRA Pragitha Hyangesthi? dengan siapa dia menikah?

  17. AQ ANK BIMA SAKTI INDONESIA CABANG BOYOLALI……………KERATON SURAKARTA IS AMAZING&INTERISTING…….SALAM BUAT GURU BESAR BIMA SAKTI INDONESIA &KELUARGA….

  18. ku bayangkan aku pake beskap n blangkon lenggah dateng dampar singgasana keraton dan berkata,”Akulah raja yang baru, karena aku ketrunan keraton solo kendati terbuang aku punya keris yang lari dari istana keraton bbrp tahun yang lalu”.Raden Paceklik

  19. aku pernah dengar keraton ini untuk kalijaga ulama yang jahat itu.sungguh di sayangkan orang china mesti jadi raja di solo.jijik saya mendengarnya.manusia tercela.kelompok pemuja iblis demi harta benda.

  20. Photo Siti Hinggil dan Meriam serta Tugu didepannya itu apa masih ada saat ini, terus bangunan kantor Polisi disebelah Timur Sti Hinggil (SH) apa masih ada, itu sebaiknya dipindah karena mengurangi nilai estetika dari Bangunan SH. juga kantor kalau nggak salah Nitour disebelah baratnya SH. Banguna SH sebenarnya megah sayang sekali keindahan dan kemegahannya tertutup dangan banyak bangunan2 / warung2 disekitar alun alaun Utara juga didepan masjid besar di pintu sebelah timur, semoga para Petinggi di Solo khususnya mau memperhatikan masalah2 seperti itu agar Solo menjadi Tujuan Wisata y7g bener menarik untuk dikunjungi……

  21. Bangunan sih oke2 aja, walau sangat jauh tidak terawat dibandingkan Jogja, pengelolaan museumnya juga kurang profesional dibandingkan Keraton Jogja, Sorry ngebandingin biar Keraton Solo “nyadar”..Terlebih lagi dengan pemberian gelar Kebangsawanan pada orang2 yang gak jelas kontribusi terhadap Keraton dan budaya (Manohara, Syahrini, JUPE?!?!?!?!?) Wibawa Keraton Surakarta sudah runtuh semenjak PB XII kurang aktif dalam perjuangan mempertahankan Kemerdekaan RI, apalagi sekarang tambah turun dengan perebutan kekuasaan oleh dua raja. Sangat disayangkan.

  22. aku mau tnya boleh…??

    siapa aja ank atau keturunan kraton solo?

    al’a ni ptg bgt buat ku.
    tuk mengetahui sesuatu yg besar trhdp ku.

    mksh

  23. saya termasuk keturunan eyang buyut saya Raja Pakubuwono X di Solo.jadi kalo komentar,jangan macam2 sama Eyang saya.

  24. sugeng siang, manah kulo trenyuh ugi keloro-loro kenging menopo keraton solo kok sampun mboten aktif maleh kados keraton ing ngayogja karto punopo kekiranganipun

  25. As-salam semua,

    Saya termasuk dalam keturunan Hemangkubuwono I.

    Jadi ada sesiapa yang sama keturunan?

    Saya ingin tahu lebih lanjut tentang sejarahnya ..

    Mungkin satu hari nanti saya boleh jejak kaki ke sana untuk lihat sendiri peninggalannya..

    InsyaALLAH 🙂

  26. kanjeng pangerann.. saya pusiinnnkkk liat kondisi indonesia skr.. saya ingin nderek pangeran kalo indonesia ini bener bener hancur…

  27. Perkenalkan saya Raden Tumenggung Dityo Ramadhani/ Rt Dityo Ramadhani di FB, masih ada kekerabatan dgn keraton dgn garis hierarki dari PB IX, moyang saya ada di Banyu Biru Watu Kelir…

    Sudahlah, para komenter jgn saling flaming/ blame… kita itu bangsa Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, lebih baik kita bisa menyikapi dengan bijaksana, walaupun kenyataan memang bgitu, tapi HARGAILAH orang lain, apa tho sulitnya saling menghargai? Pada dasarnya kita manusia yg ingin dihargaikan? Maka dari itu jika kita menghargai orang pasti kita jg akan dihargai.

    Ya jgn cuma “simpati”, namun “empati” jika kita sadar sebagai masy. Indonesia yg berbudaya luhur, lakukanlah sesuatu yg NYATA, mari kita sama-sama melestarikan budaya kita agar tidak punah, mau kita belajar budaya sendiri dari orang lain? Bangga dengan Indonesia… 🙂

  28. Salam bagi seluruh warga Indo dimanapun kalian saat ini berada. Sebagai generasi muda kita juga ada kewajiban untuk menjaga dan melestarikan budaya yang ada. Apa lagi bagi keraton SOLO juga menjadi tanggung jawab bersama. Dengan diadakannya hari JADUL merupakan bukti bagi kita untuk terus melestarikan tradisi berpakainan jaman tempo dulu. Kalau toh harus memakai blangkon dan jarit saya rasa tidak ada masalah. Ini pun tidak khusus di daerah jawa saja, bisa diterapkan keseluruh nusantara, karena kita masyarakat kita yang berbineka… salam.

  29. begini mas,menurut kake buyut saya bahwa leluhurnya itu adalah orang keraton solo namun saya sulit ingin menjelajahinya yang jelas hanya peninggalanya saja berupa pusaka yg saya pegang,kiranya mas2 bisa membantunya tk

  30. saya dari keturunan R. Cogati – R. Codirono – trus nyokap and saya, adakah yang punya silsilah dari R. Cogati… mohon di konfirm ya.., thanks

  31. Sekedar Liat liat aja… hbsnya diceritakan Ayah saya dapat R.nya dari Keraton Solo, dan Ibu saya dapar Rr.nya dari keraton Jogja… kadang penasaran juga, tapi sy ga ambil pusing, apalah artinya sebuah Nama toh kita hidup di jaman Mdern.. ke solo pun blum pernah.. hmmmm…

  32. saya ingin sekali berkunjung ke kota solo, karena menurut oma saya kakek saya salah seorang kerabatdari keraton solo, namanya mayor raden suwarno, tetapi sekarang ini kami tidak mendapatkan alamat yang jelas beliau di kota solo, padahal saya ingin sekali bertemu dengan beliau, mungkinkah saya dapat bertemu dengan beliau? mudah-mudahan ada keajaiban

  33. Kalau Rukun kuwi agawe Santosa Crah agawe Bubrah, harus dimengerti dan dijalankan tidak hanya sebagai asesoris

  34. Menurut cerita dari eyang, budhe, dan ibu, kami masih ada keturunan raja brawijaya, tetapi sayang para sesepuh di keluarga tidak menjelaskan kepada kami (anak,cucu,cicit)tentang hal tersebut. Istilah dalam bhs jawa, kami “kepaten obor” dengan saudara2 kami.

  35. Bapak Waluyo, calon suami saya jg keturunan dr R.Cogati, cucu buyut. Mungkin kalian bersaudara. Terima kasih

Leave a Reply to Anak Solo Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *