Satu Bulan Bersama Jupiter MX

Saya banyak cerita tentang si legendaris Suzuki Tornado GS 110 cc, rasanya saya tak adil jika tidak cerita tentang penggantinya, Yamaha Jupiter MX 135 cc Auto Clutch. Hehe…

Saya memakai Tornado sejak tahun 1999, jadi sudah hampir sepuluh tahun saya bersamanya. Sudah banyak kenangan — kejadian nabrak yang nyaris mematahkan lutut kanan saya di kelas 2 SMA, kuliah di ITS, magang di ITSnet, hingga sampai saya bekerja sebagai karyawan di Jakarta ini.

Sebenarnya saya malas ganti motor. Selama masih bisa dipakai, ya akan saya terus pakai itu motor. Saya cuek saja kalau ada cemooh, celaan, caci maki yang mengarah ke Tornado yang memang mengepulkan asap terlalu banyak dari knalpotnya sehingga bagi yang dibonceng, pakaiannya akan jadi bau asap, bagi yang mengekor di belakang akan batuk-batuk karena disembur asap tebal putih penuh karbon monoksida.

Hingga suatu malam di awal November 2008. Selepas menyelesaikan pekerjaan kantor pukul 16:00, saya tidak segera pulang karena harus menyelesaikan hal-hal lain. Sore lepas Maghrib, saya diserang sakit kelapa migrain yang sudah rutin sejak SMP kelas 1. Cenut-cenut cekot-cekot lah pokoknya, memaksa laptop harus ditutup dan segera pulang. Pikiran sudah dipenuhi bayangan kasur di kamar yang empuk dan hembusan angin AC yang nyaman. Tapi betapa jengkelnya saya ketika saya sampai parkiran mendapati ban belakang Tornado bocor. Sekilometer saya harus mendorong ke tempat tambal ban. (Cerita selengkapnya).

Di tempat bersejarah itu — tambal ban dan cuci motor dekat perempatan Kuningan, saya memutuskan untuk mengirim balik si Tornado ke kampung halamannya di Tulungagung dan menggantikannya dengan yang baru. Ada beberapa kandidat yang saya pertimbangkan:

  • Honda Revo; karena murah dan tampilannya sporty. Coret dari daftar sesuai dengan saran kawan-kawan di Plurk (@Via Efahmi).
  • Honda Supra: Coret dari daftar karena di rumah Tulungagung sudah ada Supra merah tahun 2000.
  • Honda Tiger: Coret dari daftar karena terlalu mahal dan tidak sesuai dengan kondisi lalu lintas Jakarta yang macet. Ruang parkir yang tidak terlalu luas di kos-kosan Jakarta juga tidak memungkinkan memarkir motor segede Tiger.
  • Yamaha Jupiter Z: Paling tertarik dengan motor ini sebenarnya. Sangat pas dengan kebutuhan. Tapi waktu datang ke dealer Yamaha di Jl. A Yani Timur Tulungagung, motor ini tidak bisa dibeli secara cash, harus kredit. Kalaupun bisa, harus indent minimal sebulan lebih. Aturan yang aneh…
  • Akhirnya pilihan jatuh ke Jupiter MX 135 cc Auto Clutch alias kopling otomatis. Saya memilih warna favorit: hitam dengan motif stripping berwarna silver. Ini lebih mudah dibeli, sore hari langsung dikirim sama dealernya.

Setelah melalui masa running-in (inreyen) sejauh 500 km oleh Babe di rumah, dua minggu yang lalu MX dikirim ke Jakarta memakai jasa pengiriman Herona Express (sangat profesional dalam urusan kirim mengirim motor pakai kereta api). Saya mengambilnya di stasiun Jakarta Kota pakai Tornado. Itu kali terakhir si Tornado menyentuh aspal Jakarta yang berdebu. Jupiter MX turun, Tornado naik kereta api Gajayana jurusan Malang, langsung sore itu. Bensin di tangki Tornado dikosongkan dan ditukar untuk mengisi tangki MX. MX segera melesat membelah kemacetan Jakarta dengan riang gembira…

Hal yang paling mengesankan tentang motor ini adalah akselerasinya. Jauh lebih cepat daripada Tornado waktu masih baru sepuluh tahun yang lalu. Maklum, 135 cc dibandingkan dengan 110 cc. Bodinya aerodinamis, ringan dan lincah melenggak-lenggok zig-zag di antara mobil-mobil di tengah kemacetan. Monoshock belakang dan shock absorber depan setelannya keras, sehingga sangat stabil di tikungan. Tapi kalau kena lubang, alamak sakitnya pergelangan tangan. Secara performa, tiada banding tiada banding deh pokoknya! *kecap kecaap*

Secara ergonomi, ah inilah nggak enaknya Jupiter MX. Tak ada cantolan yang bisa dipakai untuk menggantungkan kresek belanjaan atau makanan. Tempat gantungan helm di bawah jok juga terkesan apa adanya. Mungkin konstruksi bodi membuat tidak mungkin untuk menggantungkan sesuatu sambil jalan. Padahal, saya selalu menggantungkan sesuatu di cantolannya Tornado. Pegangan stang motor tempat telapak tangan juga tidak nyaman. Ada bintik-bintik plastik yang tajam yang menyakiti tangan ketika perjalanan jauh dan kondisi jalan tidak bagus. Telapak tangan bisa merah-merah karenanya.

Secara ekonomi, konsumsi bensin sangat irit. Apalagi saya yang sebelumnya pakai Tornado 2 tak. Konsumsi bahan bakar Tornado sebulan sekitar Rp. 80.000 + Rp. 30.000 untuk oli samping (Mesran 2T super). Sedangkan MX untuk pemakaian yang sama hanya memakan bensin premium Rp. 40.000 per bulan tanpa oli samping. Saya belum tahu kalau ditandingkan dengan Sang Raja Irit: Honda. Tapi buat saya, pemangkasan biaya hingga setengah lebih itu sangat-sangat berarti.

Selamat beristirahat Tornado GS. Selamat datang di Jakarta, Jupiter MX. Mari buat cerita baru di Jakarta!

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

34 comments

  1. masalah aksesoris cantolan ato grip pd handle bar itu gampang solusinya. di jakarta banyak toko yg jualan after market spare parts, ndak usah kuatir bro πŸ˜‰ yg penting, fotonya mana? ini adalah posting yg hoax sekali dari fotografer yg motornya baru tapi ndak ada fotonya hahahaaa… πŸ˜€

  2. #ndop:
    Kurang baik buat kesehatan, terlalu tebal asap polusinya, gak baik lama-lama di jalan.

    #fahmi!:
    hoax? ;))

    #Aris Kumara:
    hehehe, itu bahkan lebih sedikit dari isi bensin mobilmu sekali jalan ya ris? πŸ˜€

  3. *seriously thinking using motorcycle*

    Parkirnya gratis lih?
    Seriously, 40k sebulan itu terlalu kecil. Beneran cuman kantor-kos saja rutenya ini…

  4. Ada yang salah tuh soal akselerasi 110cc 2 Tak vs 135cc 4 Tak. secara teori seharusnya lebih bagus 110cc 2 Tak. Karena tiap letupan langsung dikonversi menjadi tenaga, sedangkan 4 Tak harus dibebani 2 kali buka tutup katup. Ingat GP 500cc 2 Tak, penggantinya adalah 900-1000cc 4 Tak, meski sekarang dikurangi menjadi cuman 800cc 4 Tak. Yang membuat mesin 4 Tak model baru kerasa lebih ringan adalah adanya tambahan Balancer pada roda gila di as kruk (u/ yamaha + suzuki), balancer ini manfaatnya adalah motor tidak lompat pada putaran rendah, dan enerdi potensial letupan bisa disimpan untuk dikonversi menjadi energi kinetik pada saat buka tutup katup. Yang pasti RX King yang legendaris masih lebih cepat dari Scorpion sekalipun πŸ˜€

  5. #pak-git:
    Satria Fu terlalu sporty, kenyamanannya kurang, MX aja dah kurang nyaman kok…

    #Excalibur:
    Iyo, budal ngantor mlaku soale ckckck…

    #dnial:
    Parkir gratis dibayarin kantor. Rutenya emang kebanyakan kos-kantor, dua kali seminggu PP ke Medan Merdeka Barat.

    #jka:
    Oke mas jok, thanks koreksinya πŸ˜€

  6. iya nih, gambarnya mana mas??
    kayaknya Kirana-ku juga bakalan digantikan, tapi belom ada kandidat yang pas. jadi sementara masih setia sama Honda Kirana.

  7. Tapi waktu datang ke dealer Yamaha di Jl. A Yani Timur Tulungagung, motor ini tidak bisa dibeli secara cash, harus kredit. Kalaupun bisa, harus indent minimal sebulan lebih. Aturan yang anehÒ€¦

    Weleh… Pemasukannya lebih banyak kalo kredit, pak! Makanya dealer lebih suka cara itu… Bukan aneh, ini masalah ekonomi… πŸ‘Ώ

  8. setuju bro, gue juga pake jupi mx (manual clutch), tarikannya enak, selama ini nyaman buat jalan2, ke kantor, juga ngapel enak buat boncengin cewek he he soalnya modelnya agak nungging dikit gak lurus2 banget, nih motor emang bukan buat kepasar belanja jadi ya gak ada cantolannya, karena cenderung bebek sporty, gue pasangin besi tengah buat jepit buku ato cantolan, bisa beli di toko variasi, selamat bersenang2 dengan MX bro.

  9. mx memang top!! kita orang jg br ganti kawak blitz-r sm jupie ini (bukan jupe lho), jok empuk, shock belakang mono okelah, dan tampang depan jg bahenol kayak ‘belahannnya’ si jupe he-he, cman handle bar ori-nya keras dan bikin tangan kapalan!! kayaknya ymki perlu ganti itu handle bar en rem blkg di gnt sm disc brake biar gak boros tromol pad yah

  10. selamat bro, gak salah deh…. pake MX puas!

    lari oke, irit oke, tampilan dan performa oke!

    kalo gak ada gantungan tinggal cari aja bro di toko aksesoris….

  11. ikut club MX sekalian aja omm… bisa nambah temen buannyaakkk…. aku sih ikut YMCI… cabangnya ada dimana-mana… resmi lagi…

  12. Gw br punya MX, pengen ngerasain motor 135 cc, tp koq grip gasnya berat ya ??, nggak spt Yama Yupi Z atau bebek lain nya ???, apa emang itu penyakitnya MX??

  13. bener banget om, aku juga baru aja beli MX tarikannya enteng banget, sayang lom bisa jajal max speednya soalnya masih masa inrayen….
    buat mas jka, ada ralat sedikit sebenarnya moto GP diturunkan CC nya bukan karena kegedean CC tetapi perbandingan power antara 4 tak dan 2 tak adalah 1,6: 1 bukan 2:1 kalo 500 dikalikan 1,6 kan hasilnya 800, itulah kenapa moto GP menurunkan kapasitas mesin motor pesertanya…

  14. jupiter mx emang keren, sampe2 model motor sekarang ngikutin mx, malah fitur2 yamaha dicontek. coba liat2 motor yang baru di launching

  15. Emang enak pakai mx. apalagi kalau diajak kenceng. gw aja pernah ngalain
    satri fu, juga vario. yg nunggangin juga orang dewasa semua. emang hebat
    jupiter mx. kapan ya, ngeluarin model baru?

  16. kalo masalah gasnya yang berat, suruh aja bengkel resmi yamaha nyopot salah satu kabelnya.beres to, enak to, mantep toooooooooooooooo,hahahahahaha

  17. ealahhh mas2 smyn wong mlang tah,lah piye wong tornado 10thn kok msh dipkai ja gmnpn jg YAMAHA sll trdpn+anda slh klau honda rjane irit.gmnpn jg kualitas yamaha sll trdpn ya dewane irit jg.spd q jg MX.MX IS THE BEST

  18. Jupiter MX Handling lbh mantap dr mtr2 4Tak yg laen, g dulu pake Satria FU tp pas uda 110Km stangnya getar dan posisi handling utk belok ngereba nya ga enak gak stabil.emang sih utk top speed mantepan Satria FU
    yamaha is number one utk masalah handling

  19. MX memang mantap bro….
    soal handling mungkin masih kalah sama kawasaki ZX, edan itu motor bebek sestabil motor barangan, cuman kalo macet..ya serasa naek motor bantangan..repot
    akselerasi MX cukup mumpuni asal ngegasnya ngurut. kalo sekaligus gede malah agak ngeden, tp kan ketolong sama pompa akselerasinya…cuman bensin langsung serasa tangkinya bocor….hahaha

    bener bro…kalo masuk lobang pergelangan tangan serasa mau patah, selain grip nya ada bintik2 keras, shock depan jg cenderung keras…memang bukan di buat untuk masuk lobang ya….

  20. iyaa tuh klo msuk lubang, aduh2 sakit bgt nii tgan.. ckckck.. pa lgi klo dh ambruk tu MX, lmyan berat jg.. hehehee..

    mesin sya sllu gelitik d kec 70kmh.. ckckk.. byk yg blg krn kompresi mesin gk ssuai ma bbm yg d pake..
    sya pke premium.. stlah bca2 d artikel ktany d anjurkn pke pertamax plus, min pertamax dh ckup.. ckckck..

Leave a Reply to Setan Jalanan Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *