Tentang Foto Saya di 2008

Postingan akhir tahun nih, sebelum mengeluarkan seri jepretan-jepretan terbaik saya di 2008, saya mau berceloteh dulu tentang apa yang telah dihasilkan di 2008 secara konsep.

Tahun 2008 adalah tahun penuh warna dalam perjalanan hunting fotografi saya. Secara konsep, saya mulai bosan dengan komposisi-komposisi standar dan warna-warna kontras yang eye catching dan menarik untuk dinikmati. Mungkin ini adalah proses pencarian jati diri fotografi yang masih belum menemukan ujungnya. Saya kebanyakan tertarik dengan sesuatu yang aneh dan keluar dari pakem yang seharusnya. Hasilnya, buat bagi saya sendiri maupun orang lain, mungkin tidak terlalu bagus, tapi buat saya, itu sangat menarik (exciting). Mentransformasikan angan-angan ke dalam sebuah foto dan hasilnya sesuai dengan apa yang saya bayangkan: itu sangat menarik!

Maret 2008, saya membeli lensa landscape Sigma 10-20 mm sebagai hadiah ulang tahun untuk saya sendiri. Pembelian itu cukup membuat ikat pinggang kencang, karena empat juta bukanlah uang yang sedikit untuk saya, apalagi uang sebanyak itu *hanya* untuk sebuah lensa yang nota bene untuk hura-hura. Tapi karena sudah pengen banget bisa motret landscape dengan puas, saya beli juga itu lensa dengan proses nyicil pakai kartu kredit.

Paruh terakhir tahun 2008, saya sampai pada titik bosan terhadap fotografi. Sangaaaat bosaaaan, apalagi jika disuruh motret acara kantor: malaaaaaaaaaaas luar biasa. Mungkin karena kesibukan (melarikan 4 proyekan (running 4 projects) di luar kantor bareng-bareng, yang benar saja pak!), tetapi mungkin juga saya memang sudah agak bosan dengan mainan ini (boys never grow up). Diajak hunting model seksi di kafe tengah malam, saya tak mau. Diajak hunting nuddies dipreteli satu-satu, saya tak yakin *imron* saya kuat, jadi saya lagi-lagi tak mau. Lihat DVD-nya Ran Asakawa aja udah keder ;))

Saat ini shutter count Nikon D40 sudah menyentuh angka 20.000 lebih. Kecepatan rananya sudah sering ngaco. Apakah nanti di 2009 saya akan upgrade ke Nikon D80 atau Nikon D300? Entahlah, kalau ada orong-orong nyunggi gong lewat (binatang kecil yang konon mampu menyunggi alat musik gamelan jawa bernama gong — red), mungkin baru bisa dibeli, he he he…

Yang jelas, saya masih kepengen keluyuran keliling pulau Jawa untuk memotret objek-objek yang bagus. Saya tidak pernah menyediakan waktu khusus untuk hunting — biasanya waktu pulang kampung, pergi kondangan nikah, mendekati calon-bakal-calon isteri (PDKT maksudnya 😛 ), tetapi ketika ada kesempatan bepergian, saya selalu sempatkan untuk hunting foto.

Cheriooo, salam jepret!

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

11 thoughts

  1. wekeke… orong-orong..

    jadi ingat sama tebak-tebakan ABC

    nama binatang yang awalan huruf O

    Orang utan, Orong-orong… wekekeke… hanya dua itu yang dulu diketahui…

  2. sepertinya ada yang bisa diambil jadi quote nih “mendekati calon-bakal-calon isteri” … hmmm, berarti yang ke Surakarta kemaren beneran nih. Selamat berjuang kawan, jangan tunggu lama2 klo memang sudah ada tanda2, sohib mu pasti mendukung (abot lih, lek dukung awak mu, whahaha).

    D80? gak D90 sekalian ta?
    aku ngiler tenan delok D90 koncoku … 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *