Di Balik Cerita Pendek Itu

Tiba-tiba saya membuat dua cerita pendek bersambung: Sebuah Kegelisahan dan Sebuah Pernyataan Cinta. Cerita itu saya gantungkan dan mungkin tidak akan saya sambung lagi. Ada apakah gerangan kok tiba-tiba saya bikin cerita itu?

Cerita yang aneh, karena tiba-tiba saya mengambil latar Jepang di zaman sekitar rezim Tokugawa, dimana Samurai dan Shogun berjaya. Saya sama sekali tidak tahu menahu soal budaya Jepang, apalagi budaya Jepang zaman itu. Sigit benar, saya sebagian besar mengambil referensi dari novel Musashi, bahkan nama pemeran wanita utama yang saya kagumi, Otsu, saya pakai dalam cerita ini. Tentang upacara minum teh dan segala hal tentang Sungai Shirakawa, saya ambil dari novel Memoar Seorang Geisha. Sedangkan pernyataan cinta dan segala hal tentang kegelisahan itu, tentu saja pengalaman pribadi, dengan bumbu dramatisasi sekuat daya imajinasi saya ha ha ha…

Alasan pertama saya bikin cerita itu adalah sekadar percobaan. Ingin merasakan menjadi penulis cerita. Membuat sebuah karakter, berusaha menghidupkan suasana, dan menyiapkan kejutan dalam alur cerita, meramu alur maju dan alur mundur (flashback beberapa menit ke belakang sudah termasuk alur mundur kan?). Ini sulit karena daya khayal kita belum tentu sejalan dengan dengan daya penulisan kita. Tetapi saya rasakan kemarin, ketika cerita sudah mengalir dan tangan sudah menari-nari mengikuti khayalan, itu sangat menarik. It’s fun!

Mengenai ide ceritanya sendiri, juga tidak orisinil. Tentang Rikyu yang tiba-tiba diserang senjata rahasia oleh kekasih hatinya, Otsu. Justru karena inilah yang menggelitik saya menuliskan ceritanya. Dari mana ide tersebut?

Google Mail! 

Saya pikir para developer GMail di Stanford sana memiliki selera humor yang bagus. Tak sengaja saya menemukan rangkaian gambar lucu yang berbeda-beda waktu saya set theme GMail di tema Ninja. Tiga diantaranya saya jadikan cerita mini bersambung kemarin. Ada yang mau melanjutkan cerita saya? 🙂

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

8 comments

  1. waduh saya malah masih bego klo suruh nulis fiksi, udah dibilang kan fantasi mas Galih tu gawat, xixixixi, gak gojilanya sekalian dimunculin, wakakaka…

  2. saya mah pake theme yang standard aja, lebih enak di mata 😉

    ide cerita memang sering datang dari hal yang tak terduga oleh orang lain. ayo sat ndang ditulis kelanjutane!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *