Antara Dunia Maya dan Dunia Nyata

Saya percaya sebuah teori kalau aktivis internet itu berkepribadian ganda. Paling tidak, itu terjadi pada saya πŸ˜› . Sejak saya mengenal internet pertama kali di pertengahan musim hujan tahun 1999, saya dikenalkan dengan mIRC dan segera saya menyimpulkan bahwa dunia IRC adalah dunia penuh kebohongan. Novel yang paling meracuni saya, karangan Agatha Christie, juga menyatakan begitu  dalam kisah Tragedi Tiga Babak (Three Act Tragedy), bahwa orang bisa menciptakan sebuah tokoh sebebas-bebasnya di dunia tulisan.

Dunia maya internet memfasilitasi setiap orang untuk membalas dendam apa yang ia benci dan ia tidak dapatkan di dunia nyata. Beberapa komponen penting dalam komunikasi untuk mengetahui pribadi seseorang adalah nada bicara, mimik ekspresi wajah, dan bahasa tubuh. Hal tersebut bisa menunjukkan tingkat kedalaman dan kematangan psikis seseorang, meskipun tidak sepenuhnya. Titik penting dalam komunikasi, yang celakanya malah tidak ada di internet.

Hal itu membuat setiap orang bisa bersembunyi di balik karakter yang ia ciptakan dan ia perankan di setiap tulisan-tulisannya. Contoh kecil katakanlah, penggunaan kata sapaan. Hanya dengan menyebut diri sendiri dengan “saya”, rasa yang didapat berbeda jauh dengan jika memakai “aku”, apalagi “gw”. Kata ganti “saya” akan membuat tulisan menjadi terkesan santun dan sopan, tetapi sisi negatifnya, jauh dari kesan akrab. Kayak baca buku sekolahan aja. Saya pergi ke pasar, saya pergi ke sekolah bersama teman-teman.

Andrea Hirata, berkali-kali mengatakan bahwa tetralogi Laskar Pelangi adalah sebuah memoar yang dihiasi oleh sastra yang telah mengalami dramatisasi. Artinya, karya itu tidaklah seratus persen benar, sebagian daripadanya adalah fiksi. Bahkan, besar kemungkinan bahwa karya itu hanya mengambil porsi sekian persen fakta, selebihnya adalah fiksi sefiksi-fiksinya. Tapi ada saja orang yang mencoba merusak efek positif yang telah ditimbulkan Laskar Pelangi.

Begitulah, tidak selalu tulisan — apalagi di internet — yang mencerminkan keadaan sesungguhnya seseorang di dunia nyata. Saya mungkin memang pernah patah hati, pernah kecewa berkali-kali, tetapi apakah suasananya sedramatis apa yang saya tuliskan di sini? Mungkin iya, mungkin pula tidak. Tetapi kalau bolehlah sekali saya jujur tentang tulisan saya sendiri, keadaannya tidak separah itu. Saya masih tersenyum riang gembira seperti anak kecil yang baru saja diberi Play Station dan Need for Speed pertamanya. Saya hanya memerlukan sebuah tempat untuk berkeluh kesah ketika gelombang kekecewaan menyergap saya. Dan energi melankolis itu saya salurkan di sini sambil melatih untuk menulis. Mumpung ada kekuatan untuk menulis puisi romantis menyayat hati, karena kalau sedang datar-datar begini, saya nggak bisa nulis puisi tentang cinta dan patah hati. Apalagi puisi tentang keberhasilan cinta? Hahaha… Cintah? Makan tuh cintah!

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

19 comments

  1. baru dengar workshop blog di unair tadi, si raditya dika bilang kalo yang ditulisnya adalah hal yang biasa, tapi dikemas dengan lucu…. dan kreativitasnya dia….
    jadi deh orang menarik membaca blog/bukunya

  2. “terkesan santun dan sopan”???

    ehm ehm… πŸ˜€

    tapi emang bener itu rasanya. saya juga kadang nulis di diary kayak gitu.
    tapi bukan “saya”. melainkan “aku”. sedikit lebih sopan lah.

    betul tu. dunia maya emang nipu!!!

    jangan terlalu antipati gitu untuk bilang cinta. jangan benci bilang cinta, kata radja.
    hehehe… πŸ˜€

  3. wahahaha… ngalor ngidul teko ndi ndi jebule mbahas cinta di akhirnya! wes sat gak usah sedih karena cinta. pada waktunya kalian akan bertemu di suatu tempat yang tak terduga sama sekali hahaha…

  4. #puji aswari:
    cinta, deritanya tiada pernah berakhir he he he πŸ™‚

    #dtxc:
    Yang sedih itu juga siapa det? Bahkan tulisanku yang ini pun masih dianggap melankolis pulak… padahal cuma review tulisan-tulisan terdahulu. bhew…

  5. Eh aku belum pernah dapet PlayStation sama Need for Speed … jadi belum merasakan kebahagiaan itu ya ?? hehehehehehe

    Tulisanmu keren, Lih … πŸ˜€

  6. Beberapa komponen penting dalam komunikasi untuk mengetahui pribadi seseorang adalah nada bicara, mimik ekspresi wajah, dan bahasa tubuh. Hal tersebut bisa menunjukkan tingkat kedalaman dan kematangan psikis seseorang, meskipun tidak sepenuhnya.

    Kalo di blog bisa dari kualitas komentar dan tulisannya bos!
    Ada yang keras dan ada yang lembut (ya spt aku ini *dilempar sandal*)
    Ada yang argumentatif bagus dan banyak yang fallacious.

    *kebanyakan debat di WP πŸ™ *

  7. Ngomongin apa sih ini?? Tulisan atau kepribadian ganda?

    Apalagi puisi tentang keberhasilan cinta? HahahaÒ€¦ Cintah? Makan tuh cintah!

    Cintah itu makanan apa mas?

    Kalo lagi patah hati, jangan suka mengalihkan pembicaraan untuk menghibur diri dengan pembenaran melalui sudut pandang lain.. Bahaya.. πŸ˜€

  8. #fenty:
    Bagus apanya? Wong nggak ada inti, sementara paragraf-paragrafnya tidak memiliki pokok pikiran yang jelas. Hanya ngalor ngidul saja ;))

    #dnial:
    Tidak sepenuhnya bisa dan. Orang yang menulis komentar dan tulisan dengan marah-marah tanpa argumen yang jelas belum tentu di dunia nyatanya seperti itu. Bisa jadi ia sangat pendiam dan pemalu (ya seperti aku *dilempar burger king 2 bungkus*)

    #ryht:
    Cintah adalah sebuah rangkaian kimia fisis yang terbentuk dari molekul-molekul biologis yang kemudian membentuk suatu asam laktat berantai tak jenuh ganda yang sukar untuk dilepaskan dengan zat katalisator biasa yang dapat menimbulkan efek dan pengaruh tertentu sehingga orang bisa kehilangan kesadarannya.

  9. wah…salah satu kerjaan saya juga nih klo nulis [cerpen, puisi, ngeblog]…ganti- ganti subjek…

    aku, saya, atau nyebut nama ndiri…

    tp di blog yg skarang lagi pakai ‘saya’, mo berubah dari blog lama yang kesannya terlalu personal….hohoho

    i luv virtual world, introvert bisa2 aja jadi ekstro…dan bisa jadi apapun….*0*

  10. Hmmm… percaya ga, seh? aku pernah hampir terjebak dlm kondisi itu.
    maksudnya, kondisi dmn aku ingin menciptakan “org lain” di dunia maya ini.
    hehehe… tp ternyata susah, ya? πŸ˜› entahlah bg org lain…
    tp bagiku menciptakan “org lain” dlm diri kita itu sulit bgt.

  11. saya ngeblog sebenarnya memang saya ndak bisa kalo disuruh ngomong langsung di hadapan orang banyak, jadi ide-ide ini sepertinya lebih mengalir kalo aku menuliskannya di depan layar kompi… atau di atas sebuah kertas… makanya aku lebih suka sms dari pada nilfoun…

  12. Dunia maya itu tak nyata, tapi nyata adanya….Menulis itu harus jujur, jujur itu terbuka….Telanjang itu tak sopan, telanjang itu juga terbuka, tapi apakah kejujuran dan ketelanjangan itu sama?

    Sperti juga menulis, aq selalu berusaha jujur dengan apa yg aq tulis, tapi bukan berarti aq menulis tanpa memberi sentuhan disana sini, intinya tetap mikir apa yg perlu dan nggak penting buat aq cantumin….ya seperti juga dgn tubuh qta, qta boleh buka2an, tpi itu kalo di kmr mandi hehehe…tapi nggak di depan umum kan, layaknya qta nulis di blog, ada hal-hal yg hrs dipertimbangan (sperti nilai estetis & etis), krn blog adalah sarana public, dmna pemikiran qta jg dilihat dan dinilai orang lain….Jadi tetap saja kiat harus memberi “baju” pada apa yg kita tulis, agar lebih indah tow (mgkin ini yg disebut dgn dramatisasi) ….
    Oke dech segitu dulu sharing pemikiran aq….

    LamKenal,

  13. Kalo menurut aku tulisan2 mas galih itu auranya bijaksana banget. Either di blog, sms bahkan di chat sekalipun.

    Wuah.. akhirnya bisa baca blog ini lagi…

    apa kabar mas?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *