Melepas Kerinduan di Satu Sudut Jakarta

Apa yang paling saya rindukan tentang Surabaya? Mungkin salah satunya adalah Tahu Tek dan Rujak Cingurnya. Saya paling suka dengan tahu tek pojokan Gebang yang murah dan banyak. Iya, tahu tek yang terkenal dengan krupuknya yang free alias bebas mengambil sesuka hati. Hampir setiap malam, sepulang dari Data Centre ITS di lantai 6 perpustakaan pusat ITS, saya membiarkan Tornado GS hitam itu merayap pelan-pelan, melintasi gerbang utama ITS, membelok tajam di jalan Gebang Lor dengan tujuan sebuah perempatan pojokan Gebang. Di sana banyak pilihan makanan termasuk nasi goreng. Tapi kalau ada tahu tek, saya pasti pilih yang itu.

Petis, bahan utama tahu tek dan rujak cingur, ternyata endemik hanya ada di kawasan Jawa Timur. Ini membuat keberadaan dua makanan favorit ini begitu langka di Jakarta. Sampai-sampai, kalau sedang pulang kampung dengan pesawat (thus, lewat Surabaya), saya sempatkan untuk makan tahu tek di Waru, dekat bandara Juanda.

Tahu tek bukannya tidak ada di Jakarta. Thanks to Mas Aby. Ternyata, ada makanan khas Surabaya/Jawa Timur lengkap di warung tenda di depan Kantor Pos Fatmawati, Jakarta Selatan. Persis di sebelah Rumah Sakit Fatmawati. Disebut juga Fatmawati Selatan, karena di sebelah selatan tol TB Simatupang.

Ada macam-macam di sini. Tahu Campur a.k.a Tahu Tek, Rujak Cingur, segala jenis varian lontong mulai Lontong Balap hingga Lontong Kupang ada. Secara rasa, mantap! Petisnya sangat terasa. Secara kuantitas, benar-benar cocok. Ini adalah porsi Galih Satria, wkwkwkwk. Kurang puas dengan satu porsi Tahu Tek, saya nambah dengan seporsi lagi Rujak Cingur. Manstap! Kerinduan terpuaskan.

Tapi, hei… ini kan Fatmawati Selatan? Ini kan… jalur saya dulu waktu ke Pondok Cabe?

Another… … … … .. .. ..

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

14 comments

  1. foconya manya ? he he disini tiep malam ada tukang tahu tek lewat muterin komplex, meskipun tinggal di Sby, klo lama gak makan tahu tek kangen jg, tp klo rujak cingur en lontong kupang, gak doyaaaan….. *gak tega bayangin makan mulut kebo, hiiii *

  2. wakakakaka… tahu tek krupuk ambil sendiri itu sekarang mulai saya jauhi sat. kemproh banget dan rasanya ndak begitu enak!

    psikologi kita udah terpengaruh krupuknya yang ambil sendiri itu, menimbulkan kepuasan yang bisa menomorduakan rasa 😉

  3. Tebet juga ada boss…
    Kalo dari Gatsu, Perempatan pancoran ke kiri.
    Sekitarnya McD Tebet juga ada warung kaki lima.

    Menunya sih tahu tek, tahu telor, tahu campur dll…

  4. tahu tek? hmmm…. rasanya pernah denger. tp aku pernah nyobain ga, yah? lupa. 😛
    eh, kalimat terakhirnya itu bikin penasaran aja.
    ada apa hayooo? 😀

  5. ada lagi di pinggir jalan arteri pondok indah…tapi cuma tahu tek n tahu campur….rasanya juga mantab!!!!tp semantab2nya tahu campur di jkt masi blm bisa bnr2 semantap tahu campur jalan kalasan nang suroboyo….hehehehe

  6. hwaaaa…. garai pengen ae mas galeigh iki. tahu tek pojokan gebang.. mizz u.. huhuhu. pernah skali bereksperimen dgn petis sini, namanya pasta ikan. bweehh.. rasanya aneh :s

  7. cuma pengen evaluasi aja mas, tahu campur tuh beda ama tahu tek, klo tahu tek tuh cenderung tidak berkuah dan ga pake kikil, sebaliknya klo tahu campur tuh disajikan berkuah, ada sayur, biasanya selada, dan ada kikilnya

    jadi mungkin tahu campur itu tidak dapat dikatakan also known as – nya tahu tek
    maap ya mas

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *