Tulungagung: The Landmark

Lokasi: Perempatan Rumah Sakit Lama | Sigma 10-20 mm HSM

Bagian ketiga dari entah-berapa bagian proyek hunting sudut kota Tulungagung. Perjalanan saya terus saja tanpa arah menyusuri sudut-sudut kota Tulungagung yang cukup sepi. Di setiap perempatan, saya berhenti sebentar, menurunkan tas punggung Lowepro dan mengambil kamera. Membidik tanpa banyak berpikir, lalu beranjak pergi. Kali ini saya ingin menampilkan landmark — bangunan penanda yang unik yang ada di Tulungagung.

Jembatan Mangunsari

Sigma 10-20 mm HSM

Jembatan ini berada di sisi barat laut kota. Arsitekturnya yang melengkung membuat jembatan ini disebut Jembatan Plengkung. Melihat strukturnya yang kokoh, pastilah ini peninggalan pemerintah Hindia Belanda. Berdekatan dengan lokasi Pasar Wage dan Pondok Pesantren Menara Mangunsari, jembatan ini saya jadikan ia sebagai pengingat another kasih tak sampai yang diakhiri waktu Kijang keperakan itu saya bawa menyusuri gang kecil di sebelah barat jembatan ini, lurus jauh ke pelosok utara, sebuah malam hari kesekian setelah lebaran. [jangan lupa curcolnya πŸ˜› ]

Pasar Wage

Sigma 10-20 mm HSM

Pusat urat nadi perekonomian kabupaten Tulungagung. Ibu saya hobi shoffing di sini kalau sedang ingin memasak menu andalan kesukaan saya kalau saya pulang. Tapi kalau sedang mengantarkannya, mending saya nunggu di mobil saja daripada me-ngintili di belakang ibu. Astaga, dari ujung ke ujung berjalan kaki bisa menghabiskan beribu-ribu kalori energi.

Terminal Tulungagung

Sigma 10-20 mm HSM

Saya sangat akrab dengan terminal ini sejak kelas VI SD. Kelas VI saya bimbel di BES (Bina Eksakta Sosial) di Nirwana Plaza dengan sarana angdes. Waktu itu, BES masih jaya-jayanya sebelum digilas habis oleh Primagama. Tiga tahun kemudian, saya masih keluar masuk terminal ini karena sekolah di SMPN 02 Tulungagung. Di bangku SMA saya sudah naik sepeda motor (Tornado GS itu πŸ˜€ ). Kuliah di Surabaya, saya lagi-lagi blusak-blusuk terminal ini. Bus Patas Harapan Jaya, Sri Lestari, atau Setiawan adalah favorit saya menyusuri jalur Surabaya-Tulungagung PP.

Klenteng Tulungagung

Sigma 10-20 mm HSM

Disebut juga gedung Tri Dharma. Selain sebagai pusat kegiatan keagamaan warga keturunan Tionghoa, gedung ini memiliki gedung serbaguna. Sejak SMP, saya sering ke gedung serbaguna ini, entah untuk menghadiri kejuaraan bola basket, atau festival band. Sebuah malam waktu saya duduk di kelas 2 SMA, ada acara yang sangat glamor yang diadakan oleh SMUN 01 Boyolangu, yaitu “Pemilihan Putra dan Putri Kampus”. Sebuah acara yang menurut saya agak konyol untuk sebuah institusi pendidikan. Tapi karena terlibat jadi peserta yang gagal jadi finalis, saya menghadiri acara itu dan pulang jam dua pagi.

Gunung Budek/Gunung Cikrak

Nikkor AF-S 55-200 mm VR

Bukit ini dinamakan budek yang berarti tuli karena di sebuah celah lembah yang ada di situ terdapat susunan batu yang menyerupai patung orang bertapa yang bertutupkan cikrak (tempat sampah yang terbuat dari anyaman bambu).

Bukit ini menyimpan legendanya sendiri tentang pentingnya berbakti kepada ibu kita. Tentang seorang anak yang tidak segera bergegas ketika dipanggil ibu karena sedang asyik menyapu dengan cikraknya. Karena tidak menyahut, sang ibu marah dan hasil akhirnya si anak berubah menjadi batu yang kepalanya ditutupi oleh cikraknya. Ealah… legenda Malin Kundang citarasa lokal Tulungagung πŸ˜€ . Wallahu ‘alam, dasar orang Jawa yang hobinya othak athik mathuk…

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

33 comments

  1. sing paling sip foto gunung kuwi sat. rasanya seperti berada di lokasi. segar… ingin mendaki..

    kapan menurunkan serial cewek cantik di perjalanan jakarta-tulungagung? πŸ˜‰

  2. #det, Hedi, aRuL:
    Wah, susah kalo mesti motret orang, harus pakai perizinan orangnya dulu. Tapi saya setuju, orang Tulungagung cantik-cantik, that’s why pengen punya isteri dari sini aja ;))

    #all:
    thanks for d appreciation

  3. Wah hebat bgt nih adiknya Denisss…..
    salut…..tt…..
    jadi bangga bgt nih jadi orang TA,ud 8 tahun lebih di jkt, KTp tetep Tulungagung..(narsis yo)
    Selamat berjuang mas galih…ditunggu undanganne….

  4. gunung budek, jadi inget petualangan SD. kelas 6 SD, nyoba b’tualang ala pecinta alam, sebagai awalan.., merasa tertantang naik ke G. Budek. walhasil baru nyampe lerengnya aja dah melorot turun.., ga jadi sampe naik deh…
    waktu itu, hari Minggu, kita ber 5-6 orang cewek semua, berangkat naik angdes jurusan Campur.

    Ayo mas Galih!!! temukan lagi VieW2 Tulungagung yg jadi mempesona lewat jepretan kameranya mas, hehehe…

  5. wah hasilnya bagus” bro….
    q suka…
    sebagai orang tulungagung…
    q jadi bangga….
    thanks bro….

    wah kamera u pasti yahud punya yaw….
    bisa bikin hasil sebagus itu….
    add YM q yaw…

  6. Jembatan Mangunsari Tulungagung: sangat berkesan di masa kecil saya ketika alm kakeh saya sering membonceng saya dengan sepeda tuanya untuk jalan-jalan ke alun-alun kota tulung agung…

    nice blog btw… πŸ™‚

  7. Klenteng yah… jadi inget waktu nganter seseorang wisuda dulu. waktu itu cuman aku aja yang nganter. Memorable place indeed…

  8. Walah….gambare kendi teater koq ga ono seh…
    sing paling enak cangkruk an dhek warung kpj sing saiki pindah dhek jl p diponegoro gg iii no….tulungagung

  9. Tulungagung kota terbersih paling tak akui yen di banding karo kota liane opo meneh dhek dejabotabek kotane rusuh tenan sampah koyo gunung kaline gegilani walah-kota opo iki…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *