The Pre Wedding


Wawa/Kamas – Surabaya

Fotografi pre-wedding, entah siapa yang memulainya, tetapi sekarang sepertinya menjadi sebuah tren wajib bagi pasangan-pasangan yang akan menikah. Sepertinya ada yang kurang kalau pernikahan mereka tanpa dihiasi oleh foto-foto pra menikah atau lazim dikenal sebagai pre-wedding atau prewedd saja.

Apa Itu Foto Pre-Wedding

Sejatinya, foto pre-wedd tidak berbeda dengan foto-foto lain. Hanya saja apa yang menjadi fokus adalah pasangan calon mempelai. Kesan yang ditampilkan di foto tersebut adalah aura cinta kasih yang terpancar dari pasangan kekasih sehingga menampakkan bahwa pasangan yang akan menikah ini adalah pasangan yang paling bahagia sedunia.

Menampakkan aura cinta kasih dalam foto lah yang menjadi keunikan dan seni dari fotografi prewedd. Tantangan yang menarik bagi setiap fotografer karena urusan Anda adalah memotret objek yang hidup. Memotret landscape mudah karena kalau pemandangannya bagus, dari sudut mana pun hasilnya akan bagus. Tetapi lain halnya dengan memotret orang. Dan tidak hanya satu, tapi dua! Dan tugas Anda adalah membuat dua itu menjadi selaras, kompak, dan tidak kaku. Sungguh bukan hanya pekerjaan mengatur komposisi, diafragma, dan kecepatan rana saja.

Dalam mengekspresikan cinta kasih dalam sebuah foto, masing-masing fotografer dan pasangan berbeda. Saya amati, kebanyakan ekspresi tersebut dilukiskan dalam peluk, cium, dan senyum yang posesif. Kemudian suasana matahari tenggelam yang romantis, pantai, pemandangan alam yang cantik, atau gedung yang megah adalah background fotonya.

Kok Jadi Mahal?


Lisa/Imam – Bekasi

Faktor pertama: karena fotografi ini memang mahal. Fotografi prewedd pada dasarnya adalah fotografi model. Dan sejak dulu fotografi ini mahal kalau dibandingkan dengan fotografi landscape. Yang membuat mahal adalah urusan make up. Tentunya calon mempelai menginginkan tampil secantik dan setampan mungkin bukan? Dan setahu saya, make up yang dipakai juga khusus untuk fotografi agar berpendar dengan manis ketika dijatuhi pencahayaan dari mana saja.

Pencahayaan. Astaga, lighting equipment yang dinamakan softbox itu mahal. Apakah pencahayaan artifisial seperti ini perlu? Bagaimana kalau memanfaatkan cahaya alami? Masalahnya, seringkali kita tidak puas dengan cahaya alami. Membuat efek pencahayaan samping itu sulit kalau pakai cahaya alami.

Faktor kedua: Karena tren. Biasa, hukum ekonomi, dimana ada permintaan, penawaran, dan harga. Hukum kuno dari Adam Smith. Celakanya, makin banyak orang yang memanfaatkan tren ini, termasuk satpam! Cobalah bikin sesi prewedd ke suatu tempat yang bagus, maka sebentar kemudian ada satpam yang menarik pungli. Bahkan lokasi terkenal seperti Kebun Raya Bogor atau Pantai Indah Kapuk sudah menetapkan tarifnya kalau lokasinya dipakai untuk sesi foto prewedd.

Membuat Konsep Anda Sendiri


Lisa/Imam – Bekasi

Setiap pasangan tentu menginginkan foto prewedd-nya lain daripada yang lain. Tetapi biasanya, fotografer profesional sudah memiliki beberapa template konsep yang juga dipakai pasangan lain. Jadi, kenapa tidak mencoba konsep Anda sendiri?

Konsep yang perlu ditentukan pertama kali adalah tema besar. Glamor, gothic, simpel, minimalis, sederhana adalah beberapa pilihan yang bisa dipilih. Kemudian setelah itu tentukan lokasinya. Tak harus tempat-tempat yang sudah lazim. Kalau Anda berdua ketemu dan kenalan di kereta api, bagaimana kalau coba melakukan prewedd di kereta? Seru dan mengesankan to? hehe.. Lalu yang terakhir yang agak sulit adalah menentukan bagaimana ekspresi cinta kasih Anda berdua ditampilkan dalam foto. Cinta kasih tidak harus ditunjukkan dengan cara memeluk dan mencium bukan? Kalau Anda memiliki bahasa cinta sendiri yang hanya dimengerti oleh Anda berdua, tentu akan sangat menarik hasilnya.

Selamat mencoba.

Published
Categorized as Fotografi

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

24 comments

  1. saya sepakat sat dengan kata-kata pada paragraf terakhir: “Cinta kasih tidak harus ditunjukkan dengan cara memeluk dan mencium ..”

    mahal atau tidak itu tergantung kok. relatif banget. kalo melihat ribetnya seperti itu ya memang pantas dihargai segitu. belum lagi ini adalah momen istimewa. sekali seumur hidup. fotografer faham ini. setinggi apapun mereka pasang tarif maka calon mempelai akan iya iya saja.. [kalo punya duit cukup]

    tapi… apa benar untuk prewedd harus menggunakan jasa pro? bagi yang budgetnya terbatas, banyak kok yang minta tolong temannya sendiri. di belakang kampus elektro its itu sering banget dipake prewedd, dan tak jarang kameranya seadanya.. tapi toh mereka terlihat bahagia πŸ˜‰

  2. Walaupun emang gak penting … tapi kenapa saya suka ya :p
    Soalnya udah keduluan narsisnya sih, hehehehehe … kira2 saya ntar pake foto prewed-prewed gini gak ya ?? πŸ˜•

    NB : itu foto jepretanmu tah, lih ??

  3. seneng liat foto2 prewed
    menurut saya *yg ndak bisa fotografi ini* entah gmn so fotografer bisa dapet angle yg pas, pose yg menurut saya lagi menunjukkan rasa kasih sayang
    kapan yah? heheheh pgn poto di sawah ajah

  4. wow, kok kayak wajahnya teman sma ku ya? wekekeke

    btw, yang saya ndak suka itu, yang pakek rangkul2an segala, padahal ijab qobul saja belum!!!

  5. hehehe foto prewedding sering tuh dilakuin di ITS, padahal lagi kering kerontang gitu, malah anglenya lebih bagus yakz πŸ˜€
    tapi bagi yang ikwan-akhwat pastinya susah juga mereka foto prewed, soalnya kan blum jadi muhrim πŸ˜€
    btw sy berharap sy juga segera melakukan prewed…

  6. harus byk belajar motret couple dr mas Galih… ( mas, sori linknya berubah trus, hbs bingung klo mo ninggalin link disini :P, secara gitu loh ga mungkin naruh link ke blog ibu2 RT πŸ˜€ )

  7. wah… kayaknya mesti manggil mas galih ni nanti…..

    ehm… rasanya yang bikin orang rela mengeluarkan biaya berapapun adalah kenangannya lih…. kenangan saat berfoto manunjukkan rasa ingin bersama selamanya sebelum mengesahkan ikatan itu……. kenangan itu mahal..

  8. I prefer postwed soalnya buat ikhwan & ikhwat kan bisa lebih leluasa mengekspresiin kasih sayangnya.
    Galih emang buka jasa foto prewed? Kalo postwed?

  9. @windahl:
    sama sekali nggak buka jasa baik foto prewed maupun postwed hehe… πŸ™‚ foto di atas karena ada temen baik yang minta tolong yang aku nggak sanggup buat nolak.

  10. setahu tiwi, kenapa prewed, itu kan biar di pajang waktu resepsi. Kalo postwed dipajangnya gmn dong, eman dah poto bagus2 ga di pamerin [narsisme :p]

  11. @ tiui : pake win2 solution… klo emang mau dipajang
    kan biasanya ijab kabul gak mesti dibarengin dengan walimahan, nah bisa aja seminggu setelah ijab kabul baru walimahan. Masih ada waktu seminggu buat foto2, terus dipajang waktu pestanya. Lebih safe dan narsismenya terkabulkan :p

    *thats all about future πŸ˜€

  12. # arul, tiui, tukang foto keliling, wina:
    Kan saya udah bilang, bukankah cinta kasih tak harus diekspresikan dengan peluk dan cium? Kecuali kalo prinsip mereka ekstrim yah, belum kenal dan tak boleh deket-deketan.

  13. sama sekali nggak buka jasa baik foto prewed maupun postwed heheÒ€¦ πŸ™‚ foto di atas karena ada temen baik yang minta tolong yang aku nggak sanggup buat nolak.

    Aku salah satu temen baik-mu bukan, kang? Boleh dong minta tolong.. πŸ˜€

  14. Jd, postwedding itu berarti foto2 saat malam pertamax?
    πŸ˜†

    *lost focus*

    Lih, sebenarnya yang paling susah itu bukan soal nyari cahaya atau ngatur model, tapi nyari pasangannya. Kalo Pre-wedding sendirian kan lebih gampang (but what’s the point?)
    πŸ˜†

  15. Lha ntar kamu foto prewed ga? Mo yang kayak gimana? Hehehe

    Protret sendiri aja lih. Pake tripod plus timer :p

    Btw, kayaknya ada yang masih punya utang motret aku ma bulik πŸ˜€

  16. Aq juga kepikiran kaya’ Farid. Iya nich, mungkin nanti kalo Galih nikah semua urusan foto memoto bakal diurusin sendiri. Jadi ga mahal khan Lih? :))

  17. Setujuuu..setiap browsing foto pre wedding, pasti ujung2nya ada adegan meluk or cium,..pinginnya sih yg simple,…seperti foto berdua lagi di resto or coffee shop (soalnya hobi gw n pasangan sama,..makan n ngopi!!.., hehehe…)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *