Akhirnya Menyelesaikan KCB #1

Saya membeli buku ini (Ketika Cinta Bertasbih – Habiburrahman El Shirazy) awal tahun 2008 dan baru saja menghabiskannya hari ini. Padahal saya sudah janji pada diri sendiri tidak akan masuk Gramedia kalau belum menyelesaikan membaca buku ini. Itu artinya, besok saya sudah bisa ke Gramedia Matraman untuk mencari KCB 2 dan beberapa buku baru lagi.

Ada hal kenapa buku ini begitu berat dibaca. Ketika saya membaca buku, saya meninggalkan logika matematis dan melibatkan perasaan seperti perempuan. Saya bisa tertawa terbahak-bahak, dan bahkan meneteskan air mata larut dalam cerita. Saya bisa menyukai tokoh yang saya baca, membayangkan bagaimana rupa dan kondisi psikisnya, dan mencoba mengenalnya lebih dekat dalam lembar demi lembar buku yang saya baca.

Bukan karena jelek, KCB ini sulit saya habiskan. Buku ini luar biasa bagus. Tapi perasaan terlanjur bermain. Buku ini baru saja saya selesaikan seperenamnya ketika saya membaca sebuah postingan di sebuah blog yang kira-kira berujar (saya sudah lupa bagaimana tepatnya),

… aku bukanlah Anna Althafunnisa yang kamu baca,,, carilah wanita lain yang lebih sekufu denganmu,,,

Entah kebetulan entah bukan, beberapa minggu setelahnya, buku ini terlalu berat untuk dibaca. Mengoyak luka yang masih baru. Saya mungkin masih bisa menipu diri sendiri kalau saya tidak terlalu sakit. Saya bisa menipu semua orang kalau saya sudah bisa menanggalkan perasaan dan tidak patah hati karenanya. Saya pernah mengalaminya dan tidak ingin mendramatisir suasana. Tapi kenyataan ketika saya mencoba meneruskan membaca KCB beberapa baris lebih banyak dan mengembalikannya ke rak buku tanpa berminat menyelesaikannya, saya tahu bahwa saya sedang terluka. Mengenal Anna Althafunnisa lebih dalam hanya mengingatkan saya saja. Akhirnya saya simpan  saja buku itu di rak di atas meja belajar kecil di kamar kos-kosan saya yang mulai penuh buku dari ujung ke ujung.

Beberapa hari yang lalu, saya ambil saja buku yang terselip di sebelah biografi khalifah Abu Bakar ash Shidiq itu. Saya kira luka itu telah sembuh. Dan benarlah, saya bisa mulai lagi membacanya dengan nikmat. Saya bisa mengingat kejadian awal tahun ini dengan tersenyum. Anna Althafunnisa memang akan selalu mengingatkan saya padanya. Tapi tak mengapa. Terluka adalah salah satu tanda bahwa saya kemarin memang serius dan bukan main-main.

Saya dalam membaca novel selalu menghidupkan tokoh dalam pikiran saya seperti apa wajahnya. Hampir tidak sadar, dalam bayangan saya, sosok Anna adalah seorang yang memiliki wajah agak bulat! Saya jadi ingat kawan di Y!M yang dulu sering chatting waktu saya masih di Surabaya yang saya juluki dengan sebutan “anak manja” (halo *ansiluy*, long time no chat ya? πŸ™‚ ). Dia pernah memvisualisasikan model wanita favorit saya berdasarkan riset kecilnya terhadap wanita-wanita yang pernah saya suka. Wajah agak bulat adalah salah satu hasil kesimpulannya.

Dalam membaca, saya juga suka memasang-masangkan sebuah adegan cerita dengan pengalaman pribadi. Mendramatisir kehidupan nyata lebih tepatnya. Ini persis kelakuan perempuan ketika menyukai lagu-lagunya Ada Band atau Afgan. Saya begitu larut ketika membaca kisah cinta Fadhil dan Tiara. Hati saya berdesir waktu Fadhil tak tahu harus berbuat apa ketika ia harus menjadi ketua panitia akad nikah dan harus menyanyi nasyid di depan wanita yang sesungguhnya ia sangat cintai.

By the way, saya suka dengan penyelesaian konflik cinta Fadhil-Tiara. Sangat realistik, sangat islami. Saya berharap kelak saya sekuat Fadhil yang begitu tegar.

KCB, selain jalinan ceritanya yang memikat dan begitu dramatis, juga membuka cakrawala pengetahuan yang luas mengenai konsep kehidupan menurut Islam. Bagaimana Islam memandang gejolak cinta antar laki-laki dan perempuan. Konsep yang ingin dikenalkan oleh penulis (Kang Abik) lewat Azzam, Furqan, Fadhil, Hafez, Anna, Eliana, Tiara, dan Cut Mala. Sebuah konsep yang belum begitu saya pahami dan terima. Konsep yang membuat saya sadar kalau selama ini saya mengenal agama saya sendiri ini hanya di permukaannya saja. Letter lex. Pertanyaan besar saya: Bagaimana bisa orang menikah tanpa rasa cinta? Apakah orang harus menipu dan tersakiti oleh perasaannya sendiri?

Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragamaÒ€ (HR. Muslim dan Tirmidzi)

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

12 comments

  1. Buku ini masih masuk waiting list, entah kenapa kalau suatu buku sudah ramai, saya malah jadi malas beli :)) ayat2 cinta dulu beli karena belum banyak yang tahu πŸ˜€

    Oh, ya, saya juga suka memvisualisasikan seorang tokoh … maka, kuciwa hasilnya waktu lihat film A2C karena tokohnya jadi beda jauh dari bayangan saya. My Fault πŸ˜€ Btw, gmana dengan film KCB yang akan datang ya?

  2. #Donny Reza:
    Karena ingin tampil beda mungkin? Snob juga ya? πŸ™‚

    Imajinasi orang kan berbeda-beda, jadi wajar kalau banyak yang kecewa. Saya kira, pemeran tokoh KCB akan segera populer dan menjadi idola banyak orang. Sebuah amanah yang berat memerankan tokoh-tokoh KCB, jadi memang rasaya harus wajah-wajah baru yang belum ketahuan citranya di mata publik. Film AAC membuat blunder di sini.

  3. #Donny
    Sangat wajar klo ada yg kecewa..”memvisualisasikan imajinasi” itu ga gampang…
    Imajinasi itu ga terbatas.. πŸ˜€

    Moco Tulisanmu koyo moco Novel ndut.. wis nulis Novel ae… dijamin nangis getih sing moco bwhahahaha….. mugo2 ndang ketemu jodomu.. ben ga elang eling maneh πŸ™‚

  4. Wah, baru baca Lih?
    Yang 2 dah selesai blom?

    Jangan lupa baca Syahadat Cinta, Musafir Cinta dan Makrifat Cinta. Trilogi tuh. Bagus juga. Filmnya jg ada tuh Syahadat Cinta.

  5. #satriax:
    terima kasih my dear friend. aku amini doamu. πŸ™‚
    Soal nulis novel, aku nggak/belum bisa bertindak sebagai tokoh pencerita dengan gaya orang ketiga serba tahu. Rasanya kagok harus berperan menjadi tokoh ciptaan dengan bayak karakter. Lagipula, kalau pakai gaya penceritaan orang pertama begini, narsisnya kan keturutan hehehe… ;))

    he, mari chat ambek int yo? woooo ra ngomong-ngomong? :x(

    #Nike:
    alhamdulillah, seri 2 habis malam tadi.
    salute untuk endingnya. πŸ™‚

    thanks for recommendation. kamu yang suruh saya baca KCB hehehe…

    #Dany K:
    yaiks…. sama bidadari bumi ya? πŸ˜€

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *