Jangan Lupakan 16 Agustus: Film Pendek yang Luar Biasa

Saya pertama kali melihatnya pagi-pagi di hari Sabtu di televisi di jeda iklan. Seperti sebuah trailer film baru. Kemudian dua menit berikutnya saya spontan mengumpat,

Jangkrik, iklane Sampoerna!

Betapa tidak, saya kadung tertarik dengan filmnya dan bahkan sudah berencana menonton filmnya kalau diputar di bioskop. Sinematografinya luar biasa. Sangat merepresentasikan keadaan zaman itu. Sepeda unta, mobil sedan bulat, rumah dengan beranda berpagar yang langsung berhadapan dengan halaman tanah yang luas. Sudut-sudut gambar yang diambil juga menarik. Unik dan berkelas. Sebuah pertanyaan pendek dengan logat yang sangat… (bagaimana mengatakannya?) khas dan bertekanan mantap — menurut saya bagian terbaik dari film ini:

Apalagi yang kita tunggu…. Mengapa tidak sekarang saja?!?

Pasti mahal pembuatannya. Ide yang sangat orisinal. Eksekusi yang sempurna. Orang jarang menengok tanggal 16 Agustus. Orang kebanyakan terfokus pada detik-detik proklamasi tanggal 17 Agustus. Orang jarang mengingat siapa itu Sukarni, Wikarna, dan Chaerul Saleh. Orang lebih terfokus pada Bung Karno dan Bung Hatta. Dengan tagline: 16 Agustus 1945, tanpa mereka akankah kita merdeka?

Iklan berformat film pendek ini tentu mendapatkan perhatian tersendiri, di saat tren TVCommercial sedang bertemakan emosional. Diawali dengan personal branding Soetrisno Bachir yang sukses, kemudian ada Prabowo dan Gerindra, Rizal Mallarangeng dengan Save Our Nationnya, dan kemudian rokok Bentoel yang ikut-ikutan beriklan dengan tema yang sama (sempat saya kira itu iklan calon presiden lagi he he he…). Bagaimana tiba-tiba Sampoerna dengan film pendeknya yang dipublikasikan besar-besaran di satu hari di tanggal 16 Agustus kemarin, tentu hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa.

Bravo! http://www.16agustus.com/
[saya tidak yakin kelangsungan web ini, jadi silakan lihat cepat-cepat]

Published
Categorized as Review

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

15 comments

  1. kalo film ini dputer di bioskop, gua langsung dteng di primer nya.
    en bkl jd film termegah di indonesia. nasionalisme bgt!
    gua pgn ktmu sutradaranya.

  2. huhuhu… sebel!
    aku malah baru keinget mau nonton film ini pas udh habis.
    sekarang jd nya malah penasaran bgt.
    soalnya banyak yg bilang bagus. aaarrrgghh…

  3. #Juminten, aRuL:
    nggak akan diputar lagi, tapi masih ada archive-nya kok di situs resminya. bisa dilihat disana.

    #Nike:
    pagi-pagi rasanya sudah ada deh. kalau nggak salah jam 9 pagi. (jangan2 salah ngasih info ke televisi, seharusnya jam 9 malam jadi jam 9 pagi? hehehe)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *